Proyek Sejarah Fadli Zon Dikecam, Aktivis HAM: Ini Upaya Hapus Jejak Darah Peristiwa 65 dan 98

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 13:24 WIB
Proyek Sejarah Fadli Zon Dikecam, Aktivis HAM: Ini Upaya Hapus Jejak Darah Peristiwa 65 dan 98
Aktivis HAM dan sejarawan, Ita Fatia Nadia (tengah). [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Di tengah gegap gempita perayaan 80 tahun kemerdekaan, sebuah proyek ambisius dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menulis ulang Sejarah Nasional Indonesia justru menuai kritik tajam. Aktivis HAM dan sejarawan, Ita Fatia Nadia, menilai proyek ini adalah sebuah operasi politik terencana untuk menghapus suara para korban dari lembaran sejarah kelam bangsa.

Menurut Ita, pemerintah seolah mencoba membangun citra Indonesia hebat dengan cara mengubur dalam-dalam memori kolektif tentang tragedi berdarah masa lalu.

Ita Fatia Nadia mengkritik keras momentum dari proyek ini. Di saat rakyat sedang terjerat kemiskinan akibat gelombang PHK dan ekonomi yang tidak stabil, pemerintah justru sibuk dengan proyek identitas.

"Situasi kemiskinan, situasi yang tidak menentu ini dijawab dengan satu penulisan sejarah... yang memberikan pandangan baru tentang kehebatan Indonesia yang tidak berpijak pada fakta sejarah yang menegasikan suara korban," kata Ita dalam konferensi pers di Kantor Amnesty International Indonesia, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Ita mengingatkan kembali serangkaian dosa-dosa masa lalu yang telah meninggalkan trauma mendalam dan belum pernah diselesaikan secara tuntas oleh negara. Mulai dari Peristiwa 1965, Peristiwa Aceh, konflik Poso, hingga pemerkosaan massal saat tragedi kerusuhan Mei 1998.

"Trauma yang ditinggalkan oleh penguasa negeri ini adalah trauma sosial, trauma yang sangat mendalam yang menjadi kolektif memori dari bangsa ini," ujarnya.

Memori kolektif inilah, menurutnya, adalah arsip hidup yang tidak bisa dihapus begitu saja.

"Dan suara korban mempunyai hak untuk didengar, karena dia bagian dari perjalanan sejarah ini," tegasnya.

Proyek Fadli Zon Akan Hilangkan Suara Korban

baca juga

Alih-alih menyembuhkan luka lama, pemerintah justru dinilai memilih jalan pintas dengan menulis ulang sejarah versi penguasa. Langkah ini, menurut Ita, adalah upaya sistematis untuk membungkam para korban selamanya.

"Dan apa yang terjadi? Penulisan ulang Sejarah Nasional Indonesia akan menghilangkan suara-suara korban sebagai arsip yang hidup dan menumpuk dalam perjalanan bangsa ini," kritiknya.

Pada akhirnya, Ita menolak mentah-mentah proyek penulisan ulang sejarah ini. Baginya, 80 tahun kemerdekaan seharusnya menjadi momen bagi bangsa Indonesia untuk berani berkata jujur dan mengakui masa lalunya yang kelam.

"Ini adalah sebuah tanggung jawab moral kita semua... waktunya kita untuk berkata jujur dan menyatakan kita sebagai bangsa yang mempunyai masa lalu yang kelam dan kita harus bertanggung jawab pada apa yang telah terjadi pada bangsa ini," tegasnya.

"Saya kira itulah 80 tahun kemerdekaan dan kita harus juga mengembalikan seluruh ingatan-ingatan kolektif yang ada dan yang hidup selama ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penundaan Proyek Buku Sejarah Ala Fadli Zon Demi Sukseskan Gelar Pahlawan Ayah-Kakek Prabowo?

Penundaan Proyek Buku Sejarah Ala Fadli Zon Demi Sukseskan Gelar Pahlawan Ayah-Kakek Prabowo?

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 10:29 WIB

Sebut Airlangga Langgar HAM, Komnas HAM Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Proyek PSN PIK 2

Sebut Airlangga Langgar HAM, Komnas HAM Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Proyek PSN PIK 2

News | Kamis, 14 Agustus 2025 | 05:45 WIB

PPATK Blokir Rekening Tanpa Dasar Hukum? Komnas HAM: Ini Pelanggaran HAM

PPATK Blokir Rekening Tanpa Dasar Hukum? Komnas HAM: Ini Pelanggaran HAM

News | Kamis, 07 Agustus 2025 | 17:49 WIB

Terkini

42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan

42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis

Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon

Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos

Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Surat untuk Hari yang Telah Berlalu

Surat untuk Hari yang Telah Berlalu

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:09 WIB

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×