Penundaan Proyek Buku Sejarah Ala Fadli Zon Demi Sukseskan Gelar Pahlawan Ayah-Kakek Prabowo?

Agung Sandy Lesmana, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 10:29 WIB
Penundaan Proyek Buku Sejarah Ala Fadli Zon Demi Sukseskan Gelar Pahlawan Ayah-Kakek Prabowo?
Profesor Riset Bidang Sejarah Sosial Politik pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asvi Warman Adam (tengah) konferensi pers Refleksi 80 tahu Kemeredekaan RI di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Jakarta, Kamis (14/8/2025). (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Profesor Riset Bidang Sejarah Sosial Politik pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Asvi Warman Adam mengungkap sejumlah upaya yang dilakukan untuk menyematkan gelar pahlawan kepada ayah hingga kakek Presiden Prabowo Subianto. 

Asvi menilai, diundurnya penerbitan hasil penulisan sejarah ulang Indonesia yang digagas Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bukan hanya sekedar untuk meredam kritikan publik, tapi sekaligus untuk menyukseskan pemberian gelar pahlawan kepada tiga anggota keluarga Prabowo. 

Perilisan hasil penulisan ulang sejarah seharusnya dilaksanakan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Ulang RI ke 80 tahun, tapi diundur menjadi 10 November yang merupakan peringatan Hari Pahlawan. 

"Jadi, boleh jadi pengunduran, peluncuran Buku Sejarah Indonesia yang baru ini, yang pertama mungkin sekedar memenuhi saran dari DPR supaya tidak tergesa-gesa. Jadi memang tidak 17 Agustus. Tapi, kemungkinan itu pada bulan November bersamaan dengan pengangkatan pahlawan nasional," kata Asvi dalam konferensi pers Refleksi 80 tahu Kemeredekaan RI di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Jakarta, Kamis (14/8/2025). 

Untuk diketahui tiga anggota keluarga Prabowo diusulkan menjadi pahlawan nasional, ayahnya Sumitro Djojohadikusumo, kakeknya Raden Margono Djojohadikusumo, dan mertuanya mantan Presiden ke 2 Soeharto. 

Asvi pun melihat terdapat sejumlah rangkain untuk menyukseskan pemberian gelar pahlawan kepada tiga anggota keluarga Prabowo. Di antaranya penunjukkan Fadli Zon yang merupakan kader partai Gerindra sebagai ketua dewan gelar. 

"Jadi, kita bisa menduga bahwa ini bagian dari mengembalikan kehebatan Orde Baru itu dengan mengangkat dan memberikan legitimasi juga kepada Prabowo dengan mengangkat tiga orang pahlawan nasional pada bulan November, yaitu Soeharto, mertuanya. Ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, dan kakeknya Margono Djojohadikusumo," ujar Asvi. 

Selain itu, dia juga menemukan buku-buku tentang Sumitro dan Margono diterbitkan setiap minggu hingga setiap bulan. 

"Dan sejarawan seakan-akan berlomba-lomba untuk menyeminarkan kedua tokoh ini, baik Sumitro maupun Prabowo Subianto, karena dengan pikiran mereka sudah mengusulkan sesuatu dan tidak mungkin ditolak," ujarnya. 

baca juga
Sumitro Djojohadikusumo [Kaskus]
Sumitro Djojohadikusumo [Kaskus]

"Jadi, mereka sudah dapat nama dengan melakukan hal ini. Tapi ini bagian dari rangkaian Buku Sejarah Nasional dengan pengangkatan Dewan Gelar yang akan mengangkat beberapa orang menjadi pahlawan nasional dan saya memperkirakan tiga orang itu akan diangkat pertama," sambungnya. 

Dengan demikiannya, kata Asvi, ketika ketiga orang tersebut mendapatkan gelar pahlawan nasional sudah terdapat buku yang mendukungnya. 

"Dan itu yang saya lihat dari kenapa ada pengunduran dan semacamnya. Tapi, barangkali kaitannya tadi dengan keserempakan peluncuran Buku Sejarah Nasional yang mengembalikan kejayaan Orde Baru dan memberikan legitimasi juga kepada Presiden Prabowo dengan misalnya ayah atau kakeknya itu menjadi pahlawan nasional," ujarnya. 

"Jadi, kalau menurut istilah sepakbola itu namanya itu hattrick. Jadi, mencetak tiga gol di dalam satu pertandingan itu berturut-turut gitu. Jadi, mertua, ayah, dan kakek," sambungnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran 'Sulap' Dasi di Sidang Tahunan: Disambut Puan Berdasi Merah, Dampingi Prabowo Berubah Biru

Gibran 'Sulap' Dasi di Sidang Tahunan: Disambut Puan Berdasi Merah, Dampingi Prabowo Berubah Biru

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 09:42 WIB

'Buang' Tradisi Jokowi? Begini Penampilan Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR

'Buang' Tradisi Jokowi? Begini Penampilan Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR

News | Jum'at, 15 Agustus 2025 | 09:26 WIB

Viral Tatapan Sinis usai Tak Disalami, AHY soal Gibran: Aduh, Gak Ada Masalah!

Viral Tatapan Sinis usai Tak Disalami, AHY soal Gibran: Aduh, Gak Ada Masalah!

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:45 WIB

Gempar! Diam-diam Temui Try Sutrisno, Taktik Gibran Redupkan Isu Pemakzulan?

Gempar! Diam-diam Temui Try Sutrisno, Taktik Gibran Redupkan Isu Pemakzulan?

News | Rabu, 13 Agustus 2025 | 12:03 WIB

Terkini

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:34 WIB

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

×