Kardinal Matteo Zuppi 7 Jam Doa Bacakan 12 Ribu Nama-nama Anak Gaza Korban Israel

Bernadette Sariyem | Suara.com

Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:51 WIB
Kardinal Matteo Zuppi 7 Jam Doa Bacakan 12 Ribu Nama-nama Anak Gaza Korban Israel
Kardinal Italia Matteo Zuppi saat berdoa selama 7 jam dengan membacakan 12 ribu anak-anak Gaza yang dibunuh Israel, Taman Monte Sole Marzabotto, Italia. [NCR]
Kesimpulan
  • Kardinal Matteo Zuppi menggelar doa selama tujuh jam non-stop membacakan ribuan nama anak-anak Gaza.
  • Doa ini sengaja diadakan di Marzabotto, lokasi bekas pembantaian oleh Nazi.
  • Aksi ini menegaskan mereka adalah individu bernama, bukan sekadar angka statistik.

Suara.com - Di tengah keheningan Taman Monte Sole Marzabotto, Italia, sebuah suara tak henti-hentinya menggema selama tujuh jam.

Suara itu milik Kardinal Matteo Zuppi, Ketua Konferensi Waligereja Italia, yang dengan khusyuk membacakan daftar nama ribuan anak-anak yang menjadi korban dalam konflik berkepanjangan di Gaza.

Aksi doa yang menyentuh ini digelar tepat pada 15 Agustus 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga.

Dokumen setebal 469 halaman itu, berisi nama-nama mereka yang direnggut masa depannya, dibacakan satu per satu dari siang hingga malam hari.

Tercatat 12,211 anak-anak Palestina dan 16 anak-anak Israel, yang disebutkan dalam doa Kardinal Matteo.

Ini bukan sekadar upacara, melainkan sebuah pernyataan kuat untuk menolak dehumanisasi korban perang.

Gema Doa dari Lembah Kematian

Pemilihan Marzabotto sebagai lokasi vigil bukanlah tanpa alasan.

Tempat ini adalah saksi bisu salah satu kekejaman paling brutal dalam sejarah Italia.

Pada periode September hingga Oktober 1944, pasukan SS Nazi melakukan pembantaian massal terhadap ratusan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sebagai tindakan balasan atas perlawanan partisan lokal.

Dengan menggelar doa di reruntuhan Gereja Casaglia yang dihancurkan Nazi, Kardinal Zuppi secara sengaja menarik benang merah antara tragedi masa lalu dan krisis kemanusiaan masa kini.

Lokasi yang sarat dengan memori penderitaan ini menjadi latar yang kuat untuk menyuarakan empati bagi para korban di Gaza, mengingatkan dunia bahwa kebrutalan perang tidak pernah berubah, hanya tempat dan waktunya yang berbeda.

"Kami menyebutkan nama mereka satu per satu," kata Kardinal Zuppi di awal vigil.

"Kami ingin mengingat nama mereka satu per satu, untuk menghormati setiap dari mereka dan menyelamatkan mereka dari anonimitas. Tidak ada yang hanya sekadar angka. Setiap orang memiliki nama, identitas."

Pernyataannya menjadi tamparan keras terhadap narasi konflik yang seringkali hanya berkutat pada statistik.

Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, jumlah korban tewas telah mencapai 31,045 jiwa.

Sementara 72,654 jiwa lainnya terluka sejak eskalasi konflik pada 7 Oktober 2023.

Data yang telah diverifikasi menunjukkan bahwa sekitar 70 persen dari mereka yang tewas adalah perempuan dan anak-anak, sebuah fakta tragis yang melandasi urgensi acara doa ini.

Mengenal Kardinal Zuppi: Pelayan Kaum Marjinal dan Utusan Perdamaian

Siapakah Kardinal Matteo Zuppi? Pria kelahiran Roma, 11 Oktober 1955 ini adalah Uskup Agung Bologna dan figur penting dalam Gereja Katolik modern.

Keterlibatannya dalam isu-isu sosial telah dimulai sejak masa mudanya saat bergabung dengan Komunitas Sant’Egidio, sebuah gerakan awam yang fokus melayani kaum miskin, imigran, hingga korban perang.

Rekam jejaknya sebagai juru damai terbukti saat ia menjadi salah satu mediator kunci dalam proses perdamaian di Mozambik.

Pengalamannya inilah yang membuat Paus Fransiskus menunjuknya sebagai utusan khusus untuk misi perdamaian, termasuk upaya dialog terkait konflik di Ukraina.

Vigil di Marzabotto adalah perpanjangan dari komitmen panjangnya terhadap kemanusiaan dan perdamaian.

Diangkat sebagai Uskup Agung Bologna pada 2015 dan kini menjabat Presiden Konferensi Waligereja Italia, pengaruh Zuppi semakin menguat.

Ia bahkan sempat dianggap sebagai kandidat terkuat (papabile) untuk menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025, sebelum konklaf akhirnya memilih Kardinal Robert Francis Prevost sebagai Paus Leo XIV.

Suara Progresif yang Merangkul

Di luar perannya sebagai diplomat Vatikan, Zuppi juga dikenal sebagai sosok dengan pandangan progresif.

Pada Mei 2018, ia menulis esai untuk buku Building a Bridge karya Pastor James Martin, SJ, yang dikenal vokal dalam membangun dialog antara Gereja dan komunitas LGBT.

"Membantu umat Katolik LGBT merasa lebih diterima di dalam Gereja, yang pada akhirnya adalah rumah mereka juga." tulisnya.

Kalimat ini, meskipun bertujuan merangkul, memicu kontroversi dan melabelinya sebagai figur pro-LGBT di tengah doktrin Gereja Katolik yang menentang hubungan sesama jenis.

Sikapnya ini menunjukkan seorang pemimpin gereja yang berani menyentuh isu-isu sensitif demi menciptakan ruang yang lebih inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Yahya Minta Maaf! PBNU Kecolongan Undang Akademisi Pro-Zionis Israel

Gus Yahya Minta Maaf! PBNU Kecolongan Undang Akademisi Pro-Zionis Israel

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:12 WIB

Blokade, Bom, dan Emisi: Bagaimana Serangan Israel Jadi Penyumbang Bencana Iklim?

Blokade, Bom, dan Emisi: Bagaimana Serangan Israel Jadi Penyumbang Bencana Iklim?

Your Say | Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:03 WIB

Israel Serbu Kota Nablus Tepi Barat

Israel Serbu Kota Nablus Tepi Barat

News | Rabu, 27 Agustus 2025 | 19:12 WIB

Undang Akademisi Pro-Israel Hingga Tuai Kritik, UI Beri Klarifikasi

Undang Akademisi Pro-Israel Hingga Tuai Kritik, UI Beri Klarifikasi

Video | Kamis, 28 Agustus 2025 | 08:00 WIB

Kontroversi Peter Berkowitz, Pendukung Zionis Israel yang Diundang UI dan NU

Kontroversi Peter Berkowitz, Pendukung Zionis Israel yang Diundang UI dan NU

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:31 WIB

Profil Mariam Dagga, Jurnalis Perempuan yang Meninggal Dibunuh Tentara Israel

Profil Mariam Dagga, Jurnalis Perempuan yang Meninggal Dibunuh Tentara Israel

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:20 WIB

Sebelum UI, NU Sudah Duluan Undang Dosen Pro-Israel: Jadi Netanyahu United!

Sebelum UI, NU Sudah Duluan Undang Dosen Pro-Israel: Jadi Netanyahu United!

Your Say | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:20 WIB

Israel vs Iran: Potensi Perang Dunia III?

Israel vs Iran: Potensi Perang Dunia III?

Your Say | Selasa, 26 Agustus 2025 | 12:27 WIB

Terkini

Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC

Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:02 WIB

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB

Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026,  Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!

Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:43 WIB

22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah

22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:39 WIB

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara

BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:03 WIB

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:58 WIB

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB