KPAI Soal Kisah Aurelie Moeremans: Child Grooming Kerap Tak Terdeteksi karena Minim Pengetahuan

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:51 WIB
KPAI Soal Kisah Aurelie Moeremans: Child Grooming Kerap Tak Terdeteksi karena Minim Pengetahuan
Komisioner KPAI, Dian Sasmita. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • KPAI menyoroti minimnya pengetahuan dewasa tentang *child grooming* menyebabkan kasus sering tidak terdeteksi sejak dini.
  • Pelaku *grooming* sering manipulatif, dan relasi dewasa dengan anak selalu timpang kuasa sehingga tanpa persetujuan.
  • KPAI menekankan perlunya edukasi dan layanan pengaduan yang aman, nyaman, serta responsif terhadap korban anak di setiap daerah.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai praktik child grooming kerap luput terdeteksi sejak dini karena masih minimnya pengetahuan orang dewasa di sekitar anak mengenai bentuk dan pola kekerasan tersebut.

Kondisi ini disoroti menyusul viralnya pengakuan artis Aurelie Moeremans yang mengungkap pengalaman menjadi korban child grooming di masa remaja.

Komisioner KPAI Dian Sasmita mengatakan, rendahnya pemahaman membuat banyak kasus grooming tidak disadari, baik oleh korban maupun orang dewasa di sekelilingnya.

“Child grooming sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena minimnya pengetahuan kita, orang dewasa yang berada di sekitar anak, tentang apa itu grooming,” kata Dian kepada suara.com, dihubungi Selasa (13/1/2026).

Di sisi lain, pelaku grooming juga kerap menggunakan manipulasi untuk mengaburkan batas kekerasan, sehingga korban dan lingkungan sekitarnya tidak merasa sedang berada dalam situasi berbahaya.

Karena itu, Dian menekankan pentingnya penyebarluasan informasi mengenai ragam kekerasan terhadap anak, termasuk child grooming.

“Oleh karenanya, perlu penyebarluasan informasi tentang ragam kekerasan anak itu apa saja, termasuk grooming itu sendiri. Tidak hanya pada interaksi langsung, namun juga dapat dilakukan di ruang digital,” kata Dian.

Dian juga menegaskan, dalam konteks anak tidak ada konsep suka sama suka, terutama jika melibatkan orang dewasa. Sebab, relasi tersebut sejak awal sudah menunjukkan ketimpangan kuasa.

“Apalagi jika salah satu pihak adalah orang dewasa. Sudah sangat kentara relasi kuasa yang timpang, baik dari segi umur, kemampuan kognitif, sosial, emosional, ekonomi, dan sebagainya,” ujarnya.

baca juga

Ia menambahkan, anak juga tidak bisa dianggap memberikan persetujuan (consent) dalam relasi semacam itu karena belum memiliki kematangan usia dan psikologis.

“Dalam konteks anak tidak ada juga consent. Karena anak belum cukup usia dan kematangan psikisnya untuk memberikan consent dalam relasi demikian,” tegas Dian.

Selain edukasi, KPAI menyoroti pentingnya ketersediaan layanan pengaduan yang mudah diakses oleh anak di setiap daerah. Setiap kabupaten dan kota harus memastikan adanya lembaga layanan yang aman dan nyaman bagi anak korban kekerasan.

“Penting sekali memastikan setiap kabupaten dan kota tersedia lembaga layanan pengaduan yang mudah, aman, dan nyaman diakses oleh anak,” ujarnya.

Dian menegaskan, setiap anak yang mengakses layanan tersebut harus mendapatkan respons yang melindungi korban dari viktimisasi lanjutan, dengan pendekatan berbasis trauma.

“Setiap anak yang akses layanan, maka dia akan mendapatkan respon yang menghindarkan viktimisasi dan mengedepankan pendekatan trauma-based approach,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Pekerjaan Roby Tremonti? Diduga Ingin Sewa Buzzer Tapi Bayarnya Pakai 'Take and Give'

Apa Pekerjaan Roby Tremonti? Diduga Ingin Sewa Buzzer Tapi Bayarnya Pakai 'Take and Give'

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026 | 10:49 WIB

Nama Nikita Willy Diseret Usai Pengakuan Aurelie Moeremans, Benarkah Pernah Jadi Korban Grooming?

Nama Nikita Willy Diseret Usai Pengakuan Aurelie Moeremans, Benarkah Pernah Jadi Korban Grooming?

Entertainment | Rabu, 14 Januari 2026 | 10:00 WIB

KPPPA Respons Pengakuan Aurelie Moeremans soal Child Grooming: Korban Harus Berani Speak Up!

KPPPA Respons Pengakuan Aurelie Moeremans soal Child Grooming: Korban Harus Berani Speak Up!

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 08:24 WIB

Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Segera Terbit, Ini Sosok di Balik Penerbit Buku Ohara

Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Segera Terbit, Ini Sosok di Balik Penerbit Buku Ohara

Entertainment | Rabu, 14 Januari 2026 | 09:15 WIB

6 Kisah Pahit Aurelie Moeremans di Broken Strings, Alami Grooming sampai Bullying

6 Kisah Pahit Aurelie Moeremans di Broken Strings, Alami Grooming sampai Bullying

Entertainment | Rabu, 14 Januari 2026 | 07:50 WIB

Terpopuler: Link Download Gratis Ebook Broken Strings, Profil Menantu Tommy Soeharto Disorot

Terpopuler: Link Download Gratis Ebook Broken Strings, Profil Menantu Tommy Soeharto Disorot

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026 | 06:55 WIB

Review Broken Strings: Cara Aurelie Moeremans Menyembuhkan Luka Child Grooming

Review Broken Strings: Cara Aurelie Moeremans Menyembuhkan Luka Child Grooming

Entertainment | Selasa, 13 Januari 2026 | 20:30 WIB

Terkini

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

×