Belajar dari Peristiwa Cilincing, DPRD DKI Imbau Warga Mandiri Matikan Sakelar Listrik Saat Banjir

Rabu, 14 Januari 2026 | 10:24 WIB
Belajar dari Peristiwa Cilincing, DPRD DKI Imbau Warga Mandiri Matikan Sakelar Listrik Saat Banjir
Jasad kedua tersengat listrik saat banjir di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026) malam. (Polsek Cilincing)
Baca 10 detik
  • Tiga warga Cilincing, Jakarta Utara, meninggal tersengat listrik saat banjir pada Senin, 12 Januari 2026.
  • Dua korban adalah pasangan suami istri dan satu korban adalah ibu rumah tangga di dua lokasi berbeda.
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta mendorong kesadaran warga memutus listrik dan meminta Pemprov segera bertindak cepat.

Suara.com - Tragedi memilukan melanda kawasan Cilincing, Jakarta Utara, setelah tiga orang warga dilaporkan tewas akibat tersengat aliran listrik di tengah kepungan banjir pada Senin (12/1/2026).

Peristiwa nahas tersebut merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Kalibaru serta pasangan suami istri yang tinggal di Kelurahan Semper Barat.

Berdasarkan data di lapangan, korban bernama Maya Saputri (43) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekira pukul 09.00 WIB saat sedang membersihkan kediamannya yang mulai terendam air.

Sementara itu, di lokasi yang berbeda, pasangan suami istri Hadi Warno (54) dan Naning Juniarty (49) ditemukan meninggal dunia oleh anak mereka dalam kondisi mengambang di ruang tengah.

Insiden maut ini memicu reaksi keras dari jajaran legislatif Kebon Sirih yang meminta warga untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan saat bencana datang.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan atas musibah tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Suara.com, Rabu (14/1/2026).

Ima menekankan bahwa tragedi di Cilincing harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Jakarta mengenai ancaman nyata listrik di tengah genangan.

Ia memastikan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan pendampingan serta bantuan bagi keluarga korban.

Baca Juga: Shandy Purnamasari dan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan, Bawa 99 Ribu Porsi Makanan ke Aceh Tamiang

“Saya akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan keluarga korban mendapat pendampingan dan bantuan yang mereka butuhkan, terutama untuk anak-anak yang kehilangan orang tua,” lanjut Ima.

Politisi PDIP ini juga mengajak warga untuk menumbuhkan kesadaran mandiri dalam memadamkan instalasi listrik rumah sebelum air semakin meninggi dan membahayakan nyawa.

“Tragedi ini adalah pengingat keras bahwa bahaya listrik saat banjir merupakan ancaman nyata yang sering kita abaikan. Saya mengajak seluruh warga Jakarta, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk segera mematikan listrik begitu air mulai masuk rumah, mengecek instalasi listrik secara berkala, dan tidak menyentuh peralatan listrik saat banjir,” tuturnya.

Tak lupa, Ima mendorong Pemprov DKI Jakarta dan PLN untuk lebih sigap dalam mengambil tindakan pemutusan arus listrik jika permukiman warga sudah mulai terendam air.

Selain itu, percepatan normalisasi sungai kembali disuarakan agar masalah banjir yang terus berulang di ibu kota dapat segera teratasi secara permanen.

“Saya juga mendorong Pemprov DKI Jakarta dan PLN untuk melakukan sosialisasi secara masif dan memastikan kesiapan memutus aliran listrik di wilayah banjir, serta mendorong percepatan normalisasi sungai agar banjir tidak terus berulang. Jangan sampai tragedi ini terulang lagi. Mari kita saling menjaga dan saling mengingatkan,” pungkasnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI