Mengenal Sushila Karki, Nenek 73 Tahun Pilihan Gen Z yang Jadi PM Wanita Pertama Nepal

Bangun Santoso

Minggu, 14 September 2025 | 12:24 WIB
Mengenal Sushila Karki, Nenek 73 Tahun Pilihan Gen Z yang Jadi PM Wanita Pertama Nepal
Sushila Karki, Perdana Menteri Nepal baru yang dipilih lewat Discord (X/Kathmandu Post)
Baca 10 detik
  • Sushila Karki menjadi PM interim Nepal dipilih oleh demonstran anti-korupsi melalui platform digital Discord
  • Rekam jejaknya sebagai mantan Ketua Mahkamah Agung yang berani memenjarakan menteri korup
  • Karki adalah perempuan pertama yang memegang dua jabatan tertinggi di Nepal

Suara.com - Di tengah gelombang protes anti-korupsi yang melumpuhkan Nepal, sebuah sejarah baru terukir bukan melalui jalur politik konvensional, melainkan dari ruang obrolan digital.

Sushila Karki, seorang pensiunan hakim berusia 73 tahun, secara mengejutkan terpilih sebagai Perdana Menteri interim Nepal. Uniknya, mandat ini datang dari para demonstran muda yang menggelar pemungutan suara kilat melalui platform Discord.

Fenomena ini menandai babak baru dalam politik Nepal, di mana generasi Z menjadi motor penggerak utama perubahan. Terpilihnya Karki menjadi simbol perlawanan terhadap rezim korup KP Sharma Oli yang tumbang akibat unjuk rasa berdarah.

Ia kini dipercaya memegang kendali negara hingga pemilihan umum definitif digelar pada 5 Maret 2026.

Lantas, siapa sebenarnya Sushila Karki? Mengapa sosoknya begitu dipercaya oleh kaum muda untuk memimpin transisi kekuasaan di negeri Himalaya ini? Jawabannya terletak pada rekam jejaknya yang tanpa kompromi.

Sepak Terjang Sang Palu Keadilan

Sebelum memasuki panggung politik, nama Sushila Karki sudah sangat disegani di dunia peradilan Nepal. Ia adalah perempuan pertama yang berhasil menduduki kursi tertinggi Mahkamah Agung sebagai Ketua pada tahun 2016.

Selama kariernya, ia dikenal sebagai hakim yang berani, tegas, dan tidak pandang bulu, terutama dalam menangani isu korupsi dan terorisme.

Mengutip India Today, Minggu (14/9/2025), dukungan besar terhadap Karki mengalir deras dari kelompok anak muda, salah satunya dari komunitas "We Nepali Group".

baca juga

Komunitas inilah yang mendorong namanya setelah ribuan pemuda turun ke jalan menuntut reformasi dan kebebasan digital. Dalam sebuah pertemuan akbar yang dihadiri lebih dari 5.000 anggota, mayoritas suara bulat mendukung Karki sebagai pemimpin baru.

Keberaniannya terbukti lewat sejumlah putusan monumental. Salah satu yang paling dikenang adalah ketika ia memimpin sidang yang menjatuhkan hukuman penjara kepada Jay Prakash Gupta, Menteri Teknologi Informasi yang saat itu masih aktif menjabat, pada tahun 2012. Vonis tersebut menjadi tonggak sejarah, menandai pertama kalinya seorang menteri aktif di Nepal dipenjara karena kasus korupsi.

Ketegasannya tak jarang membuatnya bergesekan dengan kekuasaan eksekutif. Pada 2017, koalisi parlemen bahkan sempat mengajukan mosi pemakzulan terhadapnya.

Ia dituding terlalu ikut campur dalam urusan pemerintah, terutama terkait perselisihan pengangkatan Kepala Polisi. Namun, langkah tersebut justru semakin memperkuat citranya sebagai penjaga konstitusi yang independen.

Latar Belakang Akademik dan Awal Karier

Lahir dari keluarga sederhana, Karki meniti karier hukumnya dari bawah. Ia memulai praktik sebagai advokat di Biratnagar pada tahun 1979. Fondasi intelektualnya juga tak main-main. Ia memiliki kedekatan dengan India, tempatnya menimba ilmu. Gelar master di bidang ilmu politik ia raih dari Banaras Hindu University (BHU), Varanasi, pada 1975.

Di kampus ternama itu, ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan budaya yang membentuk wawasannya. Pengalaman inilah yang menjadi bekalnya dalam memahami kompleksitas sosial dan politik.

"BHU memberi saya fondasi akademik dan kesempatan belajar di luar kelas. Saya pernah ditawari mengajar dan menempuh PhD di sana. Tapi mungkin takdir saya memang menjadi hakim," ujarnya mengenang, dikutip dari Himalayan Times.

Kini, takdir membawanya lebih jauh. Dari seorang hakim yang ditakuti koruptor, Sushila Karki mengemban tugas berat untuk memimpin Nepal keluar dari krisis, dengan mandat penuh dari generasi yang mendambakan perubahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang Kemarahan Gen Z: Dari Jakarta ke Kathmandu, Suara yang Tak Bisa Dibungkam

Gelombang Kemarahan Gen Z: Dari Jakarta ke Kathmandu, Suara yang Tak Bisa Dibungkam

Your Say | Minggu, 14 September 2025 | 09:00 WIB

Avishkar Raut: Ketika Suara Belia Mengguncang Kekuasaan Tua

Avishkar Raut: Ketika Suara Belia Mengguncang Kekuasaan Tua

Your Say | Sabtu, 13 September 2025 | 13:43 WIB

18 WNI dari Nepal Tiba di Tanah Air Hari Ini, Dipulangkan di Tengah Krisis Politik

18 WNI dari Nepal Tiba di Tanah Air Hari Ini, Dipulangkan di Tengah Krisis Politik

News | Jum'at, 12 September 2025 | 17:57 WIB

Flexing Nepo Kids Bikin Rakyat Murka: Kisah di Balik Demo Berdarah Nepal

Flexing Nepo Kids Bikin Rakyat Murka: Kisah di Balik Demo Berdarah Nepal

Your Say | Jum'at, 12 September 2025 | 16:20 WIB

Ingat Lagi Sindiran Tajam Sherina Munaf ke Uya Kuya, Kini Diperiksa Polisi Terkait Kucing

Ingat Lagi Sindiran Tajam Sherina Munaf ke Uya Kuya, Kini Diperiksa Polisi Terkait Kucing

Entertainment | Jum'at, 12 September 2025 | 15:45 WIB

Air Mata di Kathmandu: Medsos Diblokir, Rakyat Bangkit, Pemerintah Runtuh

Air Mata di Kathmandu: Medsos Diblokir, Rakyat Bangkit, Pemerintah Runtuh

Your Say | Jum'at, 12 September 2025 | 15:39 WIB

Rayakan Bangunan Terbakar, Pendemo di Nepal Joget Pacu Jalur

Rayakan Bangunan Terbakar, Pendemo di Nepal Joget Pacu Jalur

News | Jum'at, 12 September 2025 | 14:42 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×