Kematian Akibat TBC Lampaui Covid-19, Menko PMK: Skrining dan Kampanye Harus Masif!

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 30 September 2025 | 15:50 WIB
Kematian Akibat TBC Lampaui Covid-19, Menko PMK: Skrining dan Kampanye Harus Masif!
Ilustrasi TBC. (Freepik)
baca 10 detik
  • Indonesia menempati posisi kedua di dunia setelah India dengan 1.090.000 kasus TBC dan 125.000 kematian, membuat Menko PMK Pratikno menilai kasus ini sudah memasuki tahap darurat yang memerlukan penanganan ekstra serius.

  • Pratikno mendesak agar penanganan TBC diarusutamakan dengan keseriusan setara pandemi Covid-19, mencakup kampanye masif melalui pop culture, perluasan skrining wajib untuk data akurat, dan memastikan pengobatan tuntas untuk membentuk gerakan sosial yang kuat.

  • Untuk mengulang keberhasilan penanganan pandemi, TBC membutuhkan komando kepemimpinan yang kuat dari Presiden, koordinasi lintas sektor, serta pembangunan suasana kedaruratan untuk menggerakkan masyarakat dan media secara masif.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno kembali menegaskan pentingnya fokus penanggulangan tuberkulosis (TBC). Ia menilai, kasus TBC di Indonesia sudah memasuki tahap darurat, sehingga penanganannya harus dilakukan dengan keseriusan yang setara dengan penanganan pandemi Covid-19.

Pratikno menyebutkan kalau kematian akibat TBC mencapai 1 Milyar dalam 200 tahun atau rata-rata 5 juta per tahun, angka tersebut telah melampaui kematian akibat Covid-19 di dunia. 

Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024 yang diterbitkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak setelah India, yakni sejumlah 1.090.000 kasus. Serta jumlah kematian yang juga terbanyak setelah India, yaitu 125 ribu jiwa.

Sebagai upaya penanganan TBC dilakukan seperti infeksi Covid-19, Pratikno mengajak diskusi pakar kesehatan Prof. Wiku Adisasmito, yang juga pernah menjadi Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Penanganan TBC harus kita arus-utamakan agar terbentuk critical mass dan gerakan sosial yang kuat, mulai dari masyarakat hingga kepemimpinan nasional," ujar Pratikno dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, beberapa langkah cepat yang harus dilakukan di antaranya, meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye bahaya TBC dengan memanfaatkan pop culture, memperluas kewajiban skrining untuk memperoleh data yang akurat sekaligus mencegah penularan, hingga memastikan pengobatan berjalan tuntas. 

Ia juga menegaskan, promosi kesehatan dan perubahan perilaku merupakan kunci utama agar TBC tidak terus menular dan merenggut banyak nyawa.

Pratikno mengatakan, Kemenko PMK telah menghadap Presiden dan meminta dukungan agar isu TBC segera dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas). Harapannya, ada sinergi antara arahan langsung dari Presiden dengan gerakan bersama masyarakat di lapangan.

"Kami ingin isu TBC ini benar-benar menjadi arus utama. Harus ada gerakan masif, bukan hanya di level teknis, tetapi juga kelembagaan, dan sampai ke masyarakat. Semua pihak perlu bersinergi agar Indonesia bisa mengulang keberhasilan seperti dalam penanganan Covid-19," kata Pratikno.

baca juga

Dalam kesempatan itu, Prof. Wiku juga memaparkan pengalaman Indonesia dalam mengendalikan Covid-19. Ia menekankan bahwa keberhasilan waktu itu ditopang oleh kepemimpinan yang kuat, koordinasi lintas sektor, serta suasana kedaruratan yang mampu menggerakkan masyarakat dan media.

"Prakondisi yang harus dibangun adalah suasana darurat. Kalau saat Covid-19 bisa terkendali, TBC pun bisa ditangani dengan pola serupa, asalkan ada komando kepemimpinan dan dukungan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Wiku juga menyampaikan bahwa pemerintah kala itu juga gencar melakukan kampanye masif tentang bahaya Covid-19, disertai promosi perubahan perilaku melalui protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan protokol pencegahan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Nomor 2 Dunia Kasus TBC, Menko PMK Minta Daerah Bertindak Seperti Pandemi!

Indonesia Nomor 2 Dunia Kasus TBC, Menko PMK Minta Daerah Bertindak Seperti Pandemi!

News | Senin, 29 September 2025 | 23:50 WIB

Puskesmas Gambir Lakukan Skrining Massal untuk Deteksi Dini TBC

Puskesmas Gambir Lakukan Skrining Massal untuk Deteksi Dini TBC

Foto | Rabu, 24 September 2025 | 19:26 WIB

Alarm Darurat TBC: Indonesia Peringkat 2 Dunia, Menko PMK Sebut Lebih Gawat dari Covid-19

Alarm Darurat TBC: Indonesia Peringkat 2 Dunia, Menko PMK Sebut Lebih Gawat dari Covid-19

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 22:00 WIB

Terkini

Kenapa HP Samsung Sering Restart Sendiri? Ini Solusi Praktis Dari Samsung

Kenapa HP Samsung Sering Restart Sendiri? Ini Solusi Praktis Dari Samsung

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Hati-hati! 6 Zodiak Ini Katanya Paling Rentan Selingkuh

Hati-hati! 6 Zodiak Ini Katanya Paling Rentan Selingkuh

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:15 WIB

MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara

MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Hampir 100 Tahun Tak Terjadi, Dua Pulau Baru Tiba-Tiba Muncul di Dekat Anak Krakatau

Hampir 100 Tahun Tak Terjadi, Dua Pulau Baru Tiba-Tiba Muncul di Dekat Anak Krakatau

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:05 WIB

3 Zodiak yang Mimpinya Bakal Terkabul di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

3 Zodiak yang Mimpinya Bakal Terkabul di Bulan Oktober 2026 Menurut Ahli Tarot

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:03 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Pertamina Siapkan 7 SPBU Hingga 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026: Pertamina Siapkan 7 SPBU Hingga 10 Extra Flight

Otomotif | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi

Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Pesan Tegas Hatta Rajasa Usai Dilantik Prabowo Jadi Wakil Ketua Wantimpres

Pesan Tegas Hatta Rajasa Usai Dilantik Prabowo Jadi Wakil Ketua Wantimpres

Video | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Dilantik Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Sikap Kritisnya Tak Berubah

Dilantik Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Sikap Kritisnya Tak Berubah

Video | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Huawei Watch GT 7 Series Bawa Fitur Cek Risiko Jantung dan Diabetes

Huawei Watch GT 7 Series Bawa Fitur Cek Risiko Jantung dan Diabetes

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:52 WIB

×