Korban Keracunan MBG di SDN Gedong Jadi 22 Siswa, Komnas PA Kritik Guru Jadi Pencicip Makanan

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:42 WIB
Korban Keracunan MBG di SDN Gedong Jadi 22 Siswa, Komnas PA Kritik Guru Jadi Pencicip Makanan
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Agustinus Sirait. [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Siswa SDN 01 Gedong yang menjadi korban keracunan MBG bertambah menjadi 22 orang.
  • Lima siswa SDN 01 Gedong korban keracunan MBG masuk IGD rumah sakit.
  • Lima siswa dilarikan ke IGD rumah sakit kini telah dipulangkan.

Suara.com - Jumlah siswa SDN 01 Gedong, Jakarta Timur, yang menjadi korban dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah menjadi 22 orang. Fakta ini terungkap setelah Komisi Nasional Perlindungan Anak atau Komnas PA melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Rabu (1/10/2025).

Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah yang langsung menghentikan distribusi lebih dari 240 porsi makanan setelah mencium aroma tidak sedap pada menu mi goreng.

"Menurut pihak sekolah... mereka mendeteksi adanya bau yang kurang sedap... warnanya berbeda kemudian berbau," tutur Agustinus di lokasi.

Namun, sejumlah siswa kelas 5 dan 6 yang baru selesai berolahraga sudah terlanjur mengonsumsi hidangan tersebut sebelum distribusi dihentikan.

Kondisi Korban dan Kritik Praktik 'Guru Pencicip'

Agustinus menjelaskan, data awal menyebutkan 20 korban, tapi jumlahnya bertambah menjadi 22 orang setelah ada siswa yang baru merasakan gejala pada malam hari.

Ia juga mengonfirmasi bahwa lima siswa yang sempat dilarikan ke IGD rumah sakit kini telah dipulangkan setelah kondisinya membaik.

Di balik apresiasi tersebut, Agustinus melontarkan kritik keras terhadap praktik yang memaksa guru atau kepala sekolah untuk mencicipi makanan terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada siswa.

"Saya apresiasi [respons sekolah] walaupun saya tidak terlalu setuju bahwa guru, kepala sekolah menjadi sampel makanan tersebut, karena mereka harus dibebankan dengan itu. Mereka tenaga pengajar, dan kita nanti mendorong juga kepada BGN dan pemerintah untuk tidak melakukan itu," pungkas Agustinus.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala BGN Ngaku Tak Semua Dapur MBG Punya Sanitasi Air yang Bersih

Kepala BGN Ngaku Tak Semua Dapur MBG Punya Sanitasi Air yang Bersih

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:33 WIB

Pemerintah Wajibkan Rapid Test di Dapur MBG, Perpres Darurat Segera Terbit

Pemerintah Wajibkan Rapid Test di Dapur MBG, Perpres Darurat Segera Terbit

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 14:20 WIB

Orang Tua Murid Cemas Pasca 21 Siswa SDN 01 Gedong Keracunan MBG, Tuntut Tanggung Jawab!

Orang Tua Murid Cemas Pasca 21 Siswa SDN 01 Gedong Keracunan MBG, Tuntut Tanggung Jawab!

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 13:37 WIB

Terkini

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

×