Proyek Ponpes Al Khoziny dari Tahun 2015-2024 Terekam, Tiang Penyangga Terlalu Kecil?

M Nurhadi

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:52 WIB
Proyek Ponpes Al Khoziny dari Tahun 2015-2024 Terekam, Tiang Penyangga Terlalu Kecil?
Bangunan Ponpes Al-khoziny Sidoarjo yang ambruk, Senin (29/9/2025). [Basarnas Surabaya]
baca 10 detik
  • Bencana ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo telah menewaskan sembilan korban dan menyisakan 54 orang dalam pencarian, memicu pertanyaan publik tentang kelaikan dan standar keamanan pembangunan.

  • Sorotan publik, didukung foto-foto viral, menyoroti dimensi kolom penyangga di lantai dasar yang tampak ramping dan tidak proporsional untuk menopang beban vertikal setelah penambahan lantai secara agresif selama hampir satu dekade (2015-2024).

  • Pemerintah, melalui Menko PMK dan Menko PM, menyepakati perlunya memperketat standar teknik wajib dan memberikan pendampingan teknis kepada pesantren dalam setiap proses pembangunan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Suara.com - Ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo terus menuai sorotan dari berbagai kalangan.

Hingga kini, berdasarkan data yang dikutip dari BPBD, satu jenazah ditemukan di balik reruntuhan sehingga total ada sembilan korban meninggal dunia.

Dengan ditemukannya empat korban tersebut maka setidaknya jumlah korban yang masih dalam proses pencarian ada sebanyak 54 orang, berdasarkan data dari Ponpes terkait.

Seiring dengan proses pencarian korban hingga saat ini, publik terus mempertanyakan bagaimana kelaikan proyek pembangunan empat lantai tersebut hingga terjadi ambruk.

Salah satu akun di X/Twitter, mengunggah ulang jepretan-jepretan layar yang menunjukkan pembangunan gedung bertingkat di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny dari awal hingga dibangun menjadi empat lantai.

Foto-foto yang bersumber dari Google Maps tersebut secara dramatis menunjukkan perkembangan pembangunan yang kontroversial.

Sejumlah akun netizen menyoroti dimensi kolom atau tiang penyangga yang dinilai tidak proporsional dengan beban bangunan yang terus ditingkatkan.

Beberapa netizen tertuju pada fondasi dan tiang penyangga bangunan yang tampak ramping, terutama pada struktur lama, padahal bertugas menopang beban vertikal yang sangat besar setelah dilakukan penambahan lantai. 

Rangkaian foto yang menjadi viral di media sosial, menunjukkan tahapan pembangunan yang berlangsung selama hampir satu dekade:

baca juga
Ponpes Al khoziny 2015 (Ist/GMaps)
Ponpes Al khoziny 2015 (Ist/GMaps)

2015 - 2017: Awalnya, bangunan tersebut tampak sebagai struktur dua lantai yang kokoh dengan fasad hijau-putih yang khas

Ponpes Al khoziny 2017 (Ist/GMaps)
Ponpes Al khoziny 2017 (Ist/GMaps)

2019: Titik kritis dimulai. Foto dari tahun 2019 memperlihatkan persiapan penambahan lantai di atas struktur lama. Di sinilah kritikan muncul: kolom-kolom penyangga di lantai dasar yang dibangun pada era 2015-2017 terlihat sangat ramping. Netizen curiga, kolom ini tidak dirancang untuk menahan beban bangunan bertingkat tinggi.

Ponpes Al khoziny 2019 (Ist/GMaps)
Ponpes Al khoziny 2019 (Ist/GMaps)


2021 - 2024: Pembangunan berlanjut agresif. Struktur beton di atas lantai dua terus menjulang, mencapai empat hingga lima lantai. 

Ponpes Al khoziny 2021 (Ist/GMaps)
Ponpes Al khoziny 2021 (Ist/GMaps)
Ponpes Al khoziny 2022 (Ist/GMaps)
Ponpes Al khoziny 2022 (Ist/GMaps)
Ponpes Al khoziny 2024 (Ist/GMaps)
Ponpes Al khoziny 2024 (Ist/GMaps)

Foto tahun 2024 menunjukkan bangunan yang nyaris selesai, namun kontras antara tiang penyangga di lantai bawah dengan volume bangunan di atasnya semakin mencolok.

Dijelaskan dalam jurnal Analysis of Optimization of Cross-Sections and Reinforcement of Building Structures Based on SNI 2847-2019 and SNI 1726-2019, secara teknis, tiang atau kolom beton adalah elemen vertikal yang berfungsi memikul beban aksial atau tekan dari seluruh struktur di atasnya, lalu meneruskannya ke fondasi.

Standar keamanan bangunan mewajibkan perhitungan ulang struktur secara menyeluruh (audit struktur) ketika ada penambahan beban vertikal (lantai). Jika penambahan beban dilakukan tanpa pembesaran atau penguatan kolom lama, risiko kegagalan struktur cukup tinggi.

Proyek Ponpes Al-khoziny
Proyek Ponpes Al-khoziny

Pemerintah Sepakat Perketat Standar Pembangunan Pesantren

Mencegah tragedi serupa terulang, Menko PMK Pratikno bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyepakati dua langkah strategis ke depan.

"Pak Pratikno dan saya sepakat untuk mencari jalan keluar," ujar Menko PM Muhaimin Iskandar, dikutip via Antara.

Kesepakatan tersebut meliputi:

  • Standar Teknik Wajib: Pesantren tidak boleh membangun tanpa standar teknik yang memadai.
  • Pendampingan Teknis: Pemerintah akan mencari jalan agar pesantren yang sedang membangun dapat mendapatkan pendampingan teknis melalui kementerian terkait, terutama sektor infrastruktur.

Menko PM menegaskan pentingnya melibatkan tenaga ahli teknik dalam setiap proses pembangunan. "Gotong royong boleh, tetapi tetap harus ada hitungan ilmunya. Kita tidak boleh lagi membangun tanpa kalkulasi teknik. Itu sangat berisiko," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Alasan Haru Tim SAR Pilih 'Tangan Kosong' di Ponpes Al Khoziny

Terungkap! Alasan Haru Tim SAR Pilih 'Tangan Kosong' di Ponpes Al Khoziny

Your Say | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:35 WIB

Kritik Gus Nadir soal Ambruknya Ponpes Al Khoziny: Kita Kerap Berlindung dari Kalimat 'Sudah Takdir'

Kritik Gus Nadir soal Ambruknya Ponpes Al Khoziny: Kita Kerap Berlindung dari Kalimat 'Sudah Takdir'

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 12:29 WIB

Evakuasi Ponpes Al-Khoziny: Nihil Tanda Kehidupan, Alat Berat Dikerahkan Diirigi Tangis

Evakuasi Ponpes Al-Khoziny: Nihil Tanda Kehidupan, Alat Berat Dikerahkan Diirigi Tangis

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 10:37 WIB

Viral Pejabat Polisi Kedapatan Nenteng iPhone 17 Pro Max, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Viral Pejabat Polisi Kedapatan Nenteng iPhone 17 Pro Max, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Tekno | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 10:17 WIB

Profil Rafi Catur, Santri Ponpes Al Khoziny yang Ditemukan Meninggal dalan Keadaan Sujud

Profil Rafi Catur, Santri Ponpes Al Khoziny yang Ditemukan Meninggal dalan Keadaan Sujud

Lifestyle | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 09:45 WIB

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, DPR Sebut Konstruksi Bangunan Tak Ideal

Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, DPR Sebut Konstruksi Bangunan Tak Ideal

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 20:55 WIB

Terkini

UU Baru China Tuai Kontroversi, Legalkan Represi Lintas Negara

UU Baru China Tuai Kontroversi, Legalkan Represi Lintas Negara

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:00 WIB

Israel Akan Batasi Azan Berkumandang di Masjid

Israel Akan Batasi Azan Berkumandang di Masjid

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:46 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 05:30 WIB

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

×