Titik Didih Krisis Puncak! Penutupan Belasan Tempat Wisata KLH Picu PHK Massal, Mulyadi Geram

Andi Ahmad S

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 20:02 WIB
Titik Didih Krisis Puncak! Penutupan Belasan Tempat Wisata KLH Picu PHK Massal, Mulyadi Geram
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Mulyadi [Ist]
baca 10 detik
  • Penyegelan objek wisata oleh KLH di Puncak mengancam ekonomi lokal, mengakibatkan PHK setidaknya 2.300 karyawan.

  • Anggota DPR Mulyadi mengkritik keras tindakan KLH karena merusak iklim pariwisata dan investasi di Puncak Bogor.

  • Aksi penyegelan menimbulkan efek domino negatif, meliputi penurunan PAD, peningkatan pengangguran, dan masalah sosial.

Suara.com - Kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai surga hijau dengan keindahan dan kelestarian alamnya, kini menghadapi ancaman serius terhadap denyut nadi ekonominya.

Sejak tahun 70-an, kawasan ini selalu menjadi destinasi wisata favorit baik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, menawarkan pesona kebun teh, Gunung Mas, Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, hingga keindahan air terjun yang memukau.

Namun, serangkaian tindakan penyegelan objek wisata oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kini memicu kekhawatiran besar, mengancam mata pencarian ribuan warga dan iklim investasi pariwisata di Puncak Bogor.

Sektor pariwisata Puncak Bogor terus berkembang pesat, ditandai dengan menjamurnya berbagai objek wisata modern, restoran, hotel, dan tempat glamour camping (Glamping) yang menarik minat pengunjung.

Ribuan warga Kawasan Puncak menggantungkan kehidupan ekonominya dari sektor vital ini. Namun, harapan itu kini meredup.
Penyegelan belasan hingga puluhan objek wisata oleh Kementerian Lingkungan Hidup telah mengakibatkan efek domino yang menghantam keras perekonomian lokal.

Data dari Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) mengungkapkan angka yang memilukan, setidaknya 2.300 karyawan telah dirumahkan akibat terhentinya operasi sejumlah objek wisata tersebut.

Jumlah ini mencerminkan skala krisis yang sangat serius, menciptakan gelombang pengangguran baru dan memicu ketidakpastian masa depan bagi keluarga-keluarga di Puncak.

Merespons krisis yang melanda daerah pemilihannya, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Mulyadi, menyatakan kegeramannya atas tindakan yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penyegelan, penghentian sementara, maupun pencabutan izin oleh KLH dinilai Mulyadi telah merusak iklim pariwisata dan investasi yang telah susah payah dibangun.

baca juga

"Saya sangat geram dan marah terhadap Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, tindakannya di Kawasan Puncak, telah mengganggu iklim wisata, investasi dan berakibat dirumahkannya ribuan pegawai akibat tempat kerjanya berhenti operasi," tegas Mulyadi kepada wartawan, Jumat, 3 September 2025.

Antrean kendaraan saat diberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah menuju kawasan wisata Puncak , Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/6/2025). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
Antrean kendaraan saat diberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah menuju kawasan wisata Puncak , Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/6/2025). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]

Mulyadi, yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, menerangkan bahwa langkah yang dilakukan oleh Menteri Hanif Faisol Nurofiq memiliki efek domino yang jauh lebih luas dan mengkhawatirkan.

"Efek dominonya tidak hanya jumlah kunjungan wisatawan di Kawasan Puncak yang menurun, tetapi juga mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD), menambah jumlah pengangguran, tetapi juga kalau terlalu dibiarkan bisa menurunkan angka rata-rata lama sekolah dan meningkatkan angka kejahatan," terangnya.

Melihat situasi genting ini, Mulyadi berkomitmen untuk tidak tinggal diam. Ia menambahkan bahwa dalam waktu dekat, dirinya akan melakukan kegiatan reses bersama masyarakat Kawasan Puncak, terutama mereka yang hidupnya sangat bergantung dari sektor wisata.

"Tujuan saya reses di Kawasan Puncak, tentunya belanja permasalahan, menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Puncak," tambahnya.

Situasi di Puncak Bogor menjadi pengingat penting akan perlunya keseimbangan antara perlindungan lingkungan hidup dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan secara matang dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul, terutama di sektor padat karya seperti pariwisata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

165 Kursi Komisaris BUMN Dikuasai Politisi, Anak Buah Prabowo Merajai

165 Kursi Komisaris BUMN Dikuasai Politisi, Anak Buah Prabowo Merajai

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 19:13 WIB

Latar Belakang Yai Mim eks Dosen UIN Malang yang Viral, Ternyata Masih Keluarga Gus Iqdam

Latar Belakang Yai Mim eks Dosen UIN Malang yang Viral, Ternyata Masih Keluarga Gus Iqdam

Entertainment | Kamis, 02 Oktober 2025 | 18:58 WIB

Intip Jumlah Kekayaan Dedi Mulyadi, Dapat Peringatan dari Prabowo saat Akad Massal KPR

Intip Jumlah Kekayaan Dedi Mulyadi, Dapat Peringatan dari Prabowo saat Akad Massal KPR

Lifestyle | Rabu, 01 Oktober 2025 | 19:30 WIB

Ingatkan KDM Jangan 'Brengsek!' Prabowo Kantongi Nama Kepala Daerah Petantang-Petenteng

Ingatkan KDM Jangan 'Brengsek!' Prabowo Kantongi Nama Kepala Daerah Petantang-Petenteng

News | Senin, 29 September 2025 | 18:27 WIB

20 Menit Parkir Kena Rp100 Ribu, Aksi Tukang Parkir di Bogor Viral

20 Menit Parkir Kena Rp100 Ribu, Aksi Tukang Parkir di Bogor Viral

Your Say | Sabtu, 27 September 2025 | 13:39 WIB

Dedi Mulyadi Panggil Kepala BGN Jawa Barat Buntut Meningkatnya Kasus Keracunan MBG

Dedi Mulyadi Panggil Kepala BGN Jawa Barat Buntut Meningkatnya Kasus Keracunan MBG

News | Kamis, 25 September 2025 | 15:08 WIB

Terkini

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

News | Senin, 06 Juli 2026 | 00:59 WIB

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:10 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:58 WIB

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:50 WIB

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:36 WIB

×