Setelah 15 Tahun dan 3 Kali Diusulkan, Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional

Bangun Santoso

Senin, 10 November 2025 | 11:16 WIB
Setelah 15 Tahun dan 3 Kali Diusulkan, Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional
Mantan Presiden Indonesia, Soeharto. [Ist]
baca 10 detik
  • Setelah 15 tahun dan tiga kali diusulkan sejak 2010, Presiden ke-2 RI Soeharto akhirnya resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto
  • Salah satu jasa utama yang menjadi dasar penganugerahan gelar adalah peran vital Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menjadi titik balik pengakuan dunia terhadap eksistensi RI
  • Soeharto menerima gelar bersama sembilan tokoh lainnya, termasuk K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Marsinah, dan Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo

Suara.com - Penantian panjang selama 15 tahun akhirnya berakhir. Presiden ke-2 RI, Soeharto, secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada hari ini, Senin (10/11/2025). Setelah tiga kali melalui proses pengusulan yang alot, gelar kehormatan ini diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Penganugerahan ini menandai puncak dari perdebatan panjang yang telah berlangsung sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau yang akrab disapa Tutut Soeharto, hadir mewakili keluarga untuk menerima anugerah tersebut, didampingi oleh Bambang Trihatmodjo.

Kepastian ini sebelumnya telah diisyaratkan oleh pihak Istana.

“Besok (hari ini), insyaallah akan diumumkan. Kurang lebih 10 nama. Iya, (Presiden Soeharto) masuk,” ujar Prasetyo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu (9/11/2025).

Ia menegaskan bahwa semua tokoh yang dipilih telah dianggap berjasa luar biasa bagi negara.

“(Ke-10 tokoh tersebut) sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara,” ucapnya.

Jalan Panjang Penuh Liku Selama 15 Tahun

Perjalanan Soeharto untuk mendapatkan gelar ini tidaklah mulus. Berdasarkan catatan, nama Soeharto pertama kali masuk dalam pembahasan Dewan Gelar pada tahun 2010. Namun, usulan tersebut belum dapat dilanjutkan dengan pertimbangan masih diperlukan "pengendapan".

Usulan kembali muncul di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, namun lagi-lagi belum membuahkan hasil. Baru pada tahun 2025, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, usulan ketiga kalinya ini akhirnya disetujui.

baca juga

“Termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan, ya. Dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga menjabat Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), di Istana Kepresidenan, Rabu (5/11/2025).

Fadli Zon menjelaskan bahwa proses pengusulan gelar pahlawan melalui mekanisme yang berlapis dan dimulai dari tingkat daerah.

“Jadi, proses dari pengusulan pahlawan nasional ini adalah proses dari bawah, dari masyarakat, dari kabupaten, kota. Kemudian di sana ada tim peneliti yang terdiri dari para pakar dari berbagai latar belakang,” kata Fadli.

Setelah melalui seleksi ketat di tingkat daerah hingga pusat, salah satu jasa besar Soeharto yang menjadi pertimbangan utama adalah perannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949. Peristiwa ini dianggap sebagai momen krusial yang membuat dunia internasional mengakui eksistensi Republik Indonesia.

“Serangan Umum 1 Maret itu salah satu yang menjadi tonggak Republik Indonesia itu bisa diakui oleh dunia. Karena Belanda waktu itu mengatakan Republik Indonesia sudah cease to exist, sudah tidak ada lagi,” ujar Fadli.

Penganugerahan gelar untuk Soeharto didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025, yang mengakui jasanya di bidang Perjuangan Bersenjata dan Politik.

Selain Soeharto, sembilan tokoh bangsa lainnya turut dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, termasuk Presiden ke-4 RI K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan aktivis buruh Marsinah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya! Prabowo Anugerahi Soeharto Gelar Pahlawan Nasional, Istana Bergemuruh

Akhirnya! Prabowo Anugerahi Soeharto Gelar Pahlawan Nasional, Istana Bergemuruh

News | Senin, 10 November 2025 | 11:06 WIB

Jenderal Soedirman Lebih dari Sekadar Panglima, Ini Teladan yang Generasi Muda Harus Tahu!

Jenderal Soedirman Lebih dari Sekadar Panglima, Ini Teladan yang Generasi Muda Harus Tahu!

News | Senin, 10 November 2025 | 10:59 WIB

Foto Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah Berjejer di Istana Jelang Penganugerahan Pahlawan Nasional

Foto Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah Berjejer di Istana Jelang Penganugerahan Pahlawan Nasional

News | Senin, 10 November 2025 | 10:38 WIB

Termasuk Soeharto, Prabowo Anugerahkan Pahlawan Nasional ke 10 Tokoh, Ini Daftarnya

Termasuk Soeharto, Prabowo Anugerahkan Pahlawan Nasional ke 10 Tokoh, Ini Daftarnya

News | Senin, 10 November 2025 | 10:28 WIB

Polemik Pahlawan Nasional: Soeharto Masuk Daftar 10 Nama yang akan Diumumkan Presiden Prabowo

Polemik Pahlawan Nasional: Soeharto Masuk Daftar 10 Nama yang akan Diumumkan Presiden Prabowo

News | Senin, 10 November 2025 | 05:36 WIB

Soeharto, Gus Dur, Hingga Marsinah Jadi Calon Pahlawan Nasional, Kapan Diumumkan?

Soeharto, Gus Dur, Hingga Marsinah Jadi Calon Pahlawan Nasional, Kapan Diumumkan?

News | Senin, 10 November 2025 | 05:01 WIB

Termasuk Soeharto, Prabowo Segera Umumkan 10 Nama Pahlawan Nasional Baru

Termasuk Soeharto, Prabowo Segera Umumkan 10 Nama Pahlawan Nasional Baru

Video | Minggu, 09 November 2025 | 23:15 WIB

Terkini

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

×