Aksi Heroik 10 Anjing Pelacak K9, Endus Jejak Korban Longsor Maut di Cilacap

Bangun Santoso

Minggu, 16 November 2025 | 15:10 WIB
Aksi Heroik 10 Anjing Pelacak K9, Endus Jejak Korban Longsor Maut di Cilacap
Anjing pelacak dikerahkan mencari korban longsor di daerah Majengan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Ist)
baca 10 detik
  • Sepuluh anjing pelacak (K9) dari unit gabungan Polri menjadi elemen krusial dalam operasi SAR
  • Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan dengan bantuan K9 telah berhasil menemukan dan mengidentifikasi 11 korban meninggal dunia
  • Proses evakuasi menghadapi tantangan berat, termasuk kondisi tanah yang labil dan cuaca ekstrem, yang menuntut kehati-hatian tinggi dari seluruh personel dan tim K9 di lokasi bencana

Suara.com - Di tengah upaya evakuasi korban bencana longsor di Desa Cipendeuy, Majenang, Cilacap, kehadiran 10 anjing pelacak (K9) dari unit gabungan Polri sangat membantu proses pencarian korban.

Pasukan elite berkaki empat ini menjadi ujung tombak tim SAR dalam mengendus keberadaan korban yang tertimbun material longsoran.

Pada hari kedua operasi pencarian, Sabtu (15/11/2025), tim K9 diturunkan untuk menyisir lokasi-lokasi yang sulit dijangkau alat berat. Keandalan indra penciuman mereka terbukti krusial dalam mempercepat identifikasi titik-titik di mana korban diduga berada.

Kapolres Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menegaskan peran vital unit K9 dalam operasi kemanusiaan ini.

“Personel Polri sebanyak 205 personel diturunkan untuk membantu proses pencarian korban di hari ke-2 dengan melibatkan tim anjing pelacak atau K9 gabungan,” ujarnya kepada wartawan dikutip Minggu (16/11/2025).

Sepuluh anjing pelacak yang dikerahkan berasal dari berbagai satuan, termasuk Ditsamapta Polda Jateng, Polresta Cilacap, Polresta Banyumas, Polres Temanggung, dan Polres Tegal. Sinergi ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memaksimalkan semua sumber daya untuk menemukan para korban.

Tantangan Medan Berat dan Cuaca Ekstrem

Aksi heroik tim K9 dan ratusan personel SAR gabungan tidaklah mudah. Mereka dihadapkan pada kontur tanah yang masih labil dan risiko longsor susulan.

Proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengandalkan kombinasi keahlian anjing pelacak, penggalian manual, serta dukungan alat berat di titik yang memungkinkan.

baca juga

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem juga menjadi kendala signifikan.

“Sebelumnya juga terjadi cuaca ekstrem. Hujan turun deras dan durasinya cukup lama. Tentu tim harus hati-hati, agar tidak membahayakan jiwa,” ungkap Bergas.

Meski sempat terhenti akibat hujan deras pada Sabtu sore, tim gabungan yang terdiri dari 747 personel dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan, berhasil mengevakuasi total 11 korban meninggal dunia hingga Sabtu malam.

“Tadi (Sabtu) hingga pukul 14.00, korban meninggal yang berhasil ditemukan dan diidentifikasi berjumlah enam orang. Pada pukul 19.00, jumlah itu kami update lagi bertambah menjadi 11 korban. Semua korban berhasil diidentifikasi,” jelas Bergas.

Saat ini, fokus pencarian adalah menemukan 12 warga lainnya yang masih dinyatakan hilang. Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan anjing K9 yang tetap disiagakan untuk melacak jejak korban di antara timbunan tanah.

Berikut adalah daftar 11 korban meninggal yang telah berhasil diidentifikasi:

  1. Julia Lestari, 20 tahun
  2. Maya Dwi Lestari, 15 tahun
  3. Yuni, 45 tahun
  4. Nur Isnaeni, 30 tahun
  5. Muhamad Hafiz, 6 tahun
  6. Asmanto, 74 tahun
  7. Febriansyah, 5 tahun
  8. Rizky Pratama Ramadhan, 9 tahun
  9. Dani Setiawan, 29 tahun
  10. Rusyanto, 75 tahun
  11. Satini, 28 tahun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Pencarian Korban Longsor Cilacap, BNPB Ingat Pesan Prabowo

Detik-detik Pencarian Korban Longsor Cilacap, BNPB Ingat Pesan Prabowo

News | Sabtu, 15 November 2025 | 14:45 WIB

Pascalongsor di Cibeunying Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Pascalongsor di Cibeunying Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

News | Sabtu, 15 November 2025 | 09:03 WIB

20 Warga Masih Hilang, Pemprov Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor Cilacap

20 Warga Masih Hilang, Pemprov Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor Cilacap

News | Jum'at, 14 November 2025 | 19:08 WIB

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 19:06 WIB

4 Fakta Pilu Bencana Longsor Cilacap: 21 Warga Masih Dicari, Tanah Terus Bergerak Ancam Tim SAR

4 Fakta Pilu Bencana Longsor Cilacap: 21 Warga Masih Dicari, Tanah Terus Bergerak Ancam Tim SAR

News | Jum'at, 14 November 2025 | 14:50 WIB

Tragedi Longsor Cilacap: Belasan Rumah Terkubur, 20 Warga Masih dalam Pencarian Dramatis

Tragedi Longsor Cilacap: Belasan Rumah Terkubur, 20 Warga Masih dalam Pencarian Dramatis

News | Jum'at, 14 November 2025 | 14:37 WIB

Hujan Deras Sebabkan Jalan Nasional di Ciamis Amblas

Hujan Deras Sebabkan Jalan Nasional di Ciamis Amblas

Foto | Minggu, 09 November 2025 | 10:00 WIB

Terkini

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:54 WIB

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:35 WIB

Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan

Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:27 WIB

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:24 WIB

Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit

Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:21 WIB

Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air

Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:19 WIB

Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN

Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:10 WIB

Presiden Belarus Tiba di Jakarta, Disambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Presiden Belarus Tiba di Jakarta, Disambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:04 WIB

×