Yahya Cholil Staquf Klarifikasi Dana Rp100 Miliar PBNU, Konsesi Tambang dan Isu Zionis

M Nurhadi

Rabu, 24 Desember 2025 | 10:36 WIB
Yahya Cholil Staquf Klarifikasi Dana Rp100 Miliar PBNU, Konsesi Tambang dan Isu Zionis
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (Suara.com/Novian)
  • Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, memberikan klarifikasi terbuka di Jakarta pada Senin (22/12/2025).
  • Klarifikasi meliputi program AKN-NU, ketidaksengajaan mengundang Peter Berkowitz, dan penanganan dana Rp100 miliar pada 2022.
  • Yahya juga membantah isu pengalihan konsesi tambang sambil menegaskan laporannya kepada Rais Aam dan Presiden Prabowo.

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memberikan penjelasan resmi secara terbuka untuk menanggapi berbagai tuduhan yang menerpa dirinya dan organisasi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada seluruh fungsionaris, kader, dan warga Nahdlatul Ulama di seluruh penjuru Indonesia.

"Dengan segala kerendahan hati dan sepenuh rasa tanggung jawab, izinkan saya memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai berbagai tuduhan kepada saya yang selama ini beredar di tengah-tengah masyarakat," ujar Yahya Cholil Staquf dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan bahwa transparansi ini sangat krusial untuk menjaga integritas dan kesatuan Jam'iyah Nahdlatul Ulama yang ia pimpin sejak Muktamar Ke-34 di Lampung tahun 2021.

Isu pertama yang diklarifikasi adalah mengenai Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN-NU). Program ini merupakan jenjang pengaderan tertinggi di lingkungan NU yang dirancang untuk melahirkan pemimpin berkualitas. Konsepnya telah disepakati dalam Rapat Pleno PBNU pada Juli 2024.

Yahya menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan konsultasi komprehensif terkait kurikulum dan narasumber kepada Rais Aam KH Miftachul Akhyar pada Mei 2025.

Tuai kecaman usai hadirkan Pro-Israel, Peter Berkowitz, sebagai pembicara, pihak Universitas Indonesia minta maaf (X)
Tuai kecaman usai hadirkan Pro-Israel, Peter Berkowitz, sebagai pembicara, pihak Universitas Indonesia minta maaf (X)

Terkait kontroversi kehadiran Peter Berkowitz, Yahya menegaskan hal tersebut merupakan ketidaksengajaan.

"Saya sendiri tidak memiliki pengetahuan awal mengenai afiliasinya dengan gerakan pro-Israel maupun Zionis. Peter Berkowitz kami undang semata-mata karena keahlian dan pengalamannya yang diakui secara internasional di bidang Hak Asasi Universal," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Rais Aam dengan menambah narasumber dari Timur Tengah, termasuk menjalin komunikasi dengan Syekh Ali Jum'ah dari Al-Azhar.

Isu sensitif kedua berkaitan dengan tuduhan penyalahgunaan dana sebesar Rp100 miliar yang masuk ke rekening PBNU pada tahun 2022.

Yahya membantah keras anggapan bahwa dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi atau menyuap lembaga negara seperti KPK.

Berdasarkan penjelasan faktualnya, dana tersebut dikirimkan oleh Mardani H. Maming (Bendahara Umum PBNU saat itu).

Begitu menerima laporan transfer tersebut, Yahya langsung menginstruksikan Bendahara PBNU, Sumantri, untuk melakukan verifikasi.

Tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Tanah Bumbu Mardani H Maming berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Tanah Bumbu Mardani H Maming berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Hasilnya menunjukkan bahwa:

Rp20 Miliar: Merupakan sumbangan resmi dari Mardani H. Maming untuk operasional organisasi.

Rp80 Miliar: Sisanya langsung dikembalikan kepada pengirim karena bukan merupakan bagian dari sumbangan untuk PBNU.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tata kelola keuangan organisasi tetap bersih dan terhindar dari indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Yahya juga memberikan penjelasan mengenai pengelolaan konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada PBNU. Ia menepis tuduhan yang menyebut dirinya mencoba mengalihkan pengelolaan tambang kepada investor lain dengan mencatut nama Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan bahwa PBNU sudah memiliki kontrak dengan perusahaan mitra yang sah. Dalam diskusinya dengan Presiden Prabowo, kepala negara justru mendorong agar proses produksi tambang tersebut dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan oleh warga NU.

"Semua yang saya bahas dan diskusikan dengan Presiden Prabowo telah saya laporkan kepada Rais Aam keesokan harinya," jelas Yahya. Rais Aam sendiri telah memberikan restunya sejauh hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden.

Selain empat pembahasan di atasm Yahya juga mengklarifikasi sejumlah topik penting yang belakangan jadi isu panas seperti politik ketua umum NU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kubu Nurhadi Protes Keterangan Saksi Berdasar Asumsi di Sidang Tipikor

Kubu Nurhadi Protes Keterangan Saksi Berdasar Asumsi di Sidang Tipikor

News | Senin, 22 Desember 2025 | 20:00 WIB

Mubes NU Tegaskan Konflik Internal Tanpa Campur Pemerintah, Isu Daftarkan SK ke Kemenkum Mencuat

Mubes NU Tegaskan Konflik Internal Tanpa Campur Pemerintah, Isu Daftarkan SK ke Kemenkum Mencuat

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 21:50 WIB

Mubes Warga NU Keluarkan 9 Rekomendasi: Percepat Muktamar Hingga Kembalikan Tambang ke Negara

Mubes Warga NU Keluarkan 9 Rekomendasi: Percepat Muktamar Hingga Kembalikan Tambang ke Negara

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 20:55 WIB

Terkini

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:13 WIB

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:06 WIB

Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim

Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:38 WIB

Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli

Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:20 WIB

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan

Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:09 WIB

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:55 WIB

Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim

Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:44 WIB

Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon

Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:42 WIB

Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500

Siap-siap! Tarif Transjabodetabek Naik Hingga Rp15 Ribu, Bukan Lagi Rp3.500

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:12 WIB