Gus Yahya Tolak Keputusan Lirboyo, Minta Konflik NU Diselesaikan lewat Muktamar

Vania Rossa

Rabu, 24 Desember 2025 | 16:54 WIB
Gus Yahya Tolak Keputusan Lirboyo, Minta Konflik NU Diselesaikan lewat Muktamar
Gus Yahya Tolak Keputusan Lirboyo. (Suara.com/Safelia Putri)
baca 10 detik
  • Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan sikap resmi organisasi pada Rabu, 24 Desember 2025.
  • PBNU menolak keputusan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) karena dianggap batal demi hukum.
  • Solusi konstitusional yang ditawarkan adalah menyelenggarakan Muktamar bersama untuk menyelesaikan seluruh perselisihan organisasi.

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, secara resmi menyampaikan sikap organisasi menanggapi dinamika kepemimpinan yang berkembang belakangan ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Rabu, 24 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menanggapi dokumen Tabayyun Rais Aam serta hasil Musyawarah Kubro di Pesantren Lirboyo yang berlangsung pada Desember lalu. Ia menegaskan bahwa setiap perselisihan di tubuh NU harus diselesaikan secara konstitusional melalui Muktamar, bukan lewat keputusan yang dinilai melanggar aturan dasar organisasi.

"Nah, maka saya akan baca saja surat pernyataan yang sudah saya siapkan," ujar Gus Yahya mengawali pernyataannya.

Gus Yahya kemudian membacakan Surat Pernyataan Nomor: 4937/PB.23/A.II.07.08/99/12/2025 sebagai tanggapan atas dokumen Tabayyun Rais Aam. Dalam pernyataan tersebut, ia menyampaikan sikap resmi PBNU sebagai berikut:

“Setelah mencermati dokumen Tabayyun Rais Aam dengan niat tulus untuk menjaga keutuhan jama'iyyah, saya merasa perlu menyampaikan tanggapan sebagai berikut:

Pertama, Bahwa serangkaian peristiwa dan surat-menyurat yang diuraikan oleh Rais Aam sesungguhnya masing-masing memiliki konteks yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika kita bersedia melihat dan memahami keseluruhan konteks tersebut secara utuh dan jujur, maka akan tampak dengan sangat nyata bahwa keputusan Rapat Harian Syuriyah di Hotel Aston pada 20 November 2025 dan seluruh keputusan turunannya, hingga klaim penetapan Pejabat Ketua Umum, adalah tindakan yang tidak memiliki dasar, bahkan bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dan dengan sendirinya batal demi hukum.

Oleh karena itu, sebagai mandataris utama yang bertanggung jawab untuk menjaga konstitusi jama'iyyah, saya menolak keputusan tersebut dan seluruh produk lanjutannya, bukan karena kepentingan pribadi, melainkan demi menjaga marwah dan tatanan organisasi yang kita warisi dari para muassis.

Kedua, Terlepas dari semua dinamika yang telah terjadi, saya tidak ingin perpecahan ini berlarut-larut dan merusak rumah besar kita, Nahdlatul Ulama. Energi kita terlalu berharga untuk dihabiskan dalam perselisihan.

Untuk itu, saya mengajak semua pihak, termasuk diri saya sendiri, untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru dengan semangat persaudaraan atau ukhuwah. Mari kita bersama-sama dalam semangat musyawarah menyiapkan Muktamar yang legitimate dan sesuai dengan AD/ART Nahdlatul Ulama sebagai jalan keluar yang terhormat dan konstitusional untuk menyelesaikan semua persoalan dan membawa NU melangkah ke masa depan yang lebih baik.”

baca juga

Usai membacakan pernyataan tersebut, Gus Yahya kembali menegaskan bahwa sejak awal dirinya menginginkan jalan damai atau islah. Namun, ia menggarisbawahi bahwa islah tidak boleh mengorbankan kebenaran dan tatanan organisasi.

“Sekalian, sebagaimana juga telah saya tegaskan dalam kesempatan musyawarah di Pondok Pesantren Lirboyo yang lalu, bahwa sejak awal sejak detik pertama saya menginginkan islah. Saya menyerukan islah,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa islah yang dimaksud harus dibangun di atas kebenaran dan aturan organisasi.

“Ishlah yang saya maksudkan adalah islah yang saya katakan bina'an 'alal haq. Islah yang dibangun di atas kebenaran. Islah yang dibangun di atas prinsip-prinsip tatanan organisasi yang benar. Bukan ishlah yang bina'an 'alal bathil. Bukan islah yang dibuat atas dasar kebatilan-kebatilan atau hal-hal yang tidak benar. Baik menurut standar norma etika, aturan universal, maupun menurut tatanan ketentuan AD/ART.”

Menurut Gus Yahya, persoalan personal dan ketidaknyamanan emosional antar pimpinan seharusnya dikesampingkan demi kembalinya organisasi ke jalur yang benar.

“Islah yang saya maksudkan adalah ishlah untuk kembali pada tatanan, ruju' ilal haq, kembali kepada apa yang benar. Adapun di luar itu, kesalahan-kesalahan pribadi, ketidaknyamanan emosional dan sebagainya satu sama lain, kata-kata yang kurang enak satu sama lain, mari kita saling memaafkan,” tambahnya.

Sebagai solusi konkret, Gus Yahya mengajak seluruh elemen NU untuk fokus pada penyelenggaraan Muktamar sebagai pemegang kedaulatan tertinggi organisasi.

“Mari kita kembali kepada persaudaraan di antara kita semua. Untuk selanjutnya bersama-sama kita menyiapkan muktamar bersama-sama, Muktamar bersama-sama. Kalau sudah muktamar bersama tidak ada lagi dispute, tidak akan ada lagi perbedaan. Karena sudah muktamar bersama-sama dan biarkan nanti muktamirin, para perwakilan yang mendapatkan mandat dari Pengurus Wilayah-Pengurus Wilayah NU, serta Pengurus Cabang-Pengurus Cabang NU seluruh Indonesia, dan Pengurus Cabang Istimewa NU seluruh dunia, mereka yang menjadi pemilik kedaulatan atas muktamar itu, kita serahkan semuanya kepada mereka untuk membuat keputusan,” ujarnya.

Ia menilai langkah tersebut sebagai satu-satunya jalan yang bermartabat dan konstitusional untuk menjaga keutuhan jam’iyyah.

“Ini adalah jalan yang terbaik dan juga jalan satu-satunya, jalan satu-satunya yang sungguh bermartabat dan konstitusional, sungguh menjamin keutuhan, baik keutuhan organisasi, persaudaraan di antara kita semua, maupun keutuhan tatanan, keutuhan keseluruhan konstruksi jam'iyyah yang kita miliki ini sehingga kita bisa melanjutkan langkah menuju masa depan yang lebih baik dalam suatu kebersamaan yang solid,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Gus Yahya menginstruksikan seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan agar tetap menjalankan tugas organisasi dan tidak terpengaruh dinamika di tingkat PBNU.

“Selanjutnya saya mengajak dan menginstruksikan kepada segenap jajaran pimpinan dan pengurus Nahdlatul Ulama di semua tingkatan, PWNU, PCNU, MWC NU sampai ranting-ranting untuk tetap menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Jangan berhenti. Jangan menunggu sampai urusan orang-orang PBNU ini selesai. Jangan ada jeda,” tegasnya.

Ia memastikan roda organisasi dan program sosial tetap berjalan, termasuk kontribusi NU dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah.

“Karena tugas kegiatan, pekerjaan-pekerjaan kita tidak pernah berhenti, tidak pernah jeda dari hari ke hari. Sebagaimana kita tahu selama ini juga kita terus berusaha supaya tidak ada tanggung jawab tugas yang sampai tercecer hanya gara-gara masalah ini,” ujarnya.

“Dalam kontribusi kita untuk menanggulangi dampak bencana di berbagai daerah, khususnya di Sumatera juga jalan terus sampai sekarang. Semakin berkembang kontribusi kita di sana. Berbagai program dari lembaga-lembaga juga terus kita jalankan tanpa ada yang tertunda,” lanjutnya.

“Dan saya minta, saya instruksikan seluruh jajaran pimpinan dan pengurus NU di semua tingkatan untuk melakukan hal-hal yang sama. Jangan ada yang terhenti. Jangan ada jeda. Semua tugas kita laksanakan sebagaimana mestinya sambil tentu saja kita bersama-sama mengupayakan jalan keluar dari permasalahan yang saat ini kita hadapi. Terima kasih,” pungkas Gus Yahya.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prahara PBNU: Gus Yahya Beri Instruksi Keras, Pengurus Wilayah Jangan Sampai Terbengkalai

Prahara PBNU: Gus Yahya Beri Instruksi Keras, Pengurus Wilayah Jangan Sampai Terbengkalai

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 16:53 WIB

Ngebet Islah, Gus Yahya: Biar Semua Masalah Diselesaikan Muktamirin di Muktamar

Ngebet Islah, Gus Yahya: Biar Semua Masalah Diselesaikan Muktamirin di Muktamar

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 16:24 WIB

3x24 Jam Berlalu, Gus Yahya Sebut Belum Ada Respons dari Rais Aam Soal Upaya Islah

3x24 Jam Berlalu, Gus Yahya Sebut Belum Ada Respons dari Rais Aam Soal Upaya Islah

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 15:56 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×