Kritik Pedas Ray Rangkuti: Di Indonesia, Musibah Sering Jadi Peluang Bisnis Pejabat!

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 29 Desember 2025 | 11:44 WIB
Kritik Pedas Ray Rangkuti: Di Indonesia, Musibah Sering Jadi Peluang Bisnis Pejabat!
Ilustrasi banjir Sumatra (Ist)
  • Pengamat politik Ray Rangkuti mengkritik pemerintah karena menganggap banjir di Sumatra sebagai takdir alam, bukan kelalaian manusia.
  • Ray mendesak moratorium penebangan kayu dan sawit sampai pemerintah memiliki skenario antisipasi bencana yang jelas dan serius.
  • Ray menyayangkan lambatnya penegakan hukum terhadap perusak hutan serta adanya dugaan bahwa bencana dijadikan peluang bisnis pejabat.

Suara.com - Pengamat politik Ray Rangkuti melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah terkait penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ray menilai, pemerintah selama ini cenderung menyepelekan bencana tersebut dengan menganggapnya sebagai takdir alam, bukan dampak dari kelalaian manusia.

Dalam pernyataannya di kanal YouTube DeddySitorusOfficial, Ray mengungkapkan keprihatinannya atas pola pikir pemerintah yang dinilai lebih fokus pada eksploitasi kekayaan alam daripada melakukan antisipasi bencana secara serius.

“Ini yang kita tidak mengerti dari pemerintah ya, yang melihat persoalan musibah di Sumatra itu seperti kejadian alam biasa. Seolah-olah itu takdir saja, bukan karena kelalaian kita atau karena menyalahi kodrat alam,” ujar Ray, dikutip Senin (29/12/2025).

Ray mendorong pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh secara nasional, salah satunya dengan memberlakukan moratorium atau penghentian sementara seluruh aktivitas penebangan kayu dan penanaman sawit.

Menurutnya, hal ini penting sampai pemerintah memiliki skenario yang jelas agar aktivitas industri tidak lagi memicu banjir bandang.

Ia juga menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan menutup mata terhadap indikasi pembalakan liar.

“Ketika banyak orang menyebut kayu-kayu (hanyut) ini milik siapa, pemerintah seolah menyepelekan dengan menyebut itu kayu tua yang tumbang sendiri. Jadi tidak ada upaya evaluasi, bisnis tetap jalan di situ,” tegasnya.

Kritik Ray juga menyasar lambatnya penegakan hukum terhadap pelaku perusakan hutan.

Foto udara warga melewati aliran sungai yang menggenangi jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa]
Foto udara warga melewati aliran sungai yang menggenangi jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa]

Ia menyoroti bahwa sejauh ini baru satu orang dan satu korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka, padahal terdapat ribuan pohon yang hanyut.

Menurutnya ada sekitar 12 nama yang seharusnya dievaluasi keterlibatannya dalam proses penebangan kayu di Sumatra.

Ray juga mengungkap adanya pengabaian terhadap keluhan daerah.

Ia mencontohkan Bupati Tapanuli Selatan yang mengaku sudah berkali-kali menyurati Menteri Kehutanan terkait kondisi alam di daerahnya, namun surat-surat tersebut tidak mendapat perhatian semestinya.

Salah satu poin paling tajam dalam pernyataan Ray adalah dugaannya bahwa bencana di Indonesia sering kali dilihat sebagai peluang pengadaan barang oleh oknum pejabat.

Ia mencontohkan rencana pengadaan 200 helikopter yang dianggap tidak menjawab kebutuhan mendesak para korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akses Jembatan Krueng Tamiang Kembali Dibuka, Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Warga

Akses Jembatan Krueng Tamiang Kembali Dibuka, Kementerian PU Pulihkan Konektivitas Warga

Video | Minggu, 28 Desember 2025 | 20:10 WIB

Rekaman Tengah Malam Viral, Bongkar Aktivitas Truk Kayu di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh

Rekaman Tengah Malam Viral, Bongkar Aktivitas Truk Kayu di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh

News | Minggu, 28 Desember 2025 | 18:57 WIB

Gerak Cepat Penanganan Banjir: Jembatan Teupin Mane Bireuen Kembali Terhubung

Gerak Cepat Penanganan Banjir: Jembatan Teupin Mane Bireuen Kembali Terhubung

Video | Minggu, 28 Desember 2025 | 16:01 WIB

Kerja 24 Jam, Kementerian PU Percepat Pemulihan Jalan Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Kerja 24 Jam, Kementerian PU Percepat Pemulihan Jalan Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

News | Minggu, 28 Desember 2025 | 11:04 WIB

Ferry Irwandi Pamit dengan Transparansi Laporan Donasi Rp10 Miliar Aceh-Sumatra

Ferry Irwandi Pamit dengan Transparansi Laporan Donasi Rp10 Miliar Aceh-Sumatra

Lifestyle | Minggu, 28 Desember 2025 | 08:35 WIB

Terkini

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:47 WIB

Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari

Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:42 WIB

Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel

Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:10 WIB

Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI

Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:08 WIB

Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana

Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:04 WIB

MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi

MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:00 WIB

Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya

Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:51 WIB

Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:45 WIB