Sebut Penanganan Banjir Sumatera Terburuk, Ray Rangkuti: Klaim Pemerintah Mudah Dipatahkan Medsos

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 29 Desember 2025 | 15:14 WIB
Sebut Penanganan Banjir Sumatera Terburuk, Ray Rangkuti: Klaim Pemerintah Mudah Dipatahkan Medsos
Foto udara warga melewati aliran sungai yang menggenangi jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra]
baca 10 detik
  • Pengamat menilai penanganan banjir Sumatera sebagai yang terburuk karena klaim pemerintah mudah dibantah media sosial.
  • Ray mengkritik keras sikap pemerintah yang dianggap arogan menolak atau meremehkan tawaran bantuan dari negara sahabat.
  • Penolakan bantuan asing, seperti dari Malaysia dan UEA, dinilai tidak elegan dan menunjukkan kurangnya pemahaman situasi.

Suara.com - Pengamat Politik, Ray Rangkuti, melontarkan kritik tajam terhadap cara pemerintah menangani musibah banjir besar yang melanda wilayah Sumatera baru-baru ini.

Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube DeddySitorusOfficial, Ray menyebut penanganan bencana kali ini bisa dikategorikan sebagai yang terburuk.

"Secara umum kita menyebut penanganan musibah banjir Sumatera ini, kalau enggak disebut terburuk ya buruklah," ujar Ray Rangkuti, dikutip (29/12/2025).

Ray menyoroti bagaimana pemerintah saat ini sering mengeluarkan klaim keberhasilan yang dengan mudah dipatahkan oleh fakta di lapangan melalui media sosial.

Ia membandingkan era sekarang dengan awal pemerintahan SBY saat menghadapi Tsunami atau era Jokowi sebelumnya, di mana keriuhan publik tidak sampai pada tahap "olok-olok" yang masif.

"Setiap ada pemerintah pusat mengatakan terkendali, muncul gambar dan video yang memperlihatkan itu tidak sesuai. Di zaman teknologi medsos sekarang, klaim itu sangat mudah dibantah orang," tuturnya.

Menurut Ray, maraknya olok-olok di media sosial bukanlah sekadar candaan, melainkan bentuk ekspresi kemarahan masyarakat yang sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.

Ia memperingatkan pemerintah agar tidak menjawab kritik tersebut hanya dengan basa-basi.

Poin paling krusial yang disoroti Ray adalah sikap pemerintah yang dinilai arogan dalam menyikapi tawaran bantuan dari negara sahabat.

baca juga

Ia menyayangkan sikap sejumlah pejabat yang menolak atau meremehkan bantuan atas nama "harga diri" bangsa.

"Tiba-tiba di sini ada pemerintah yang merasa bahwa harga diri jauh di atas segalanya. Padahal orang datang tergerak sendiri, tidak kita minta. Ngapain bicara harga diri kecuali kita yang minta-minta?" tegas Ray.

Ia secara khusus menyentil pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Sosial (Mensos).

Warga memasangkan bendera putih di depan rumahnya yang rusak pasca bencana hidrometeorologi di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (17/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]
Warga memasangkan bendera putih di depan rumahnya yang rusak pasca bencana hidrometeorologi di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Rabu (17/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc]

Ray menilai tidak elegan ketika bantuan dari Malaysia disebut kecil nilainya, atau bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) dikembalikan.

"Cara menolaknya pun enggak elegan. Masa disebut nilainya kecil, lalu bantuan dari Uni Emirat Arab dikembalikan. Kita seolah-olah arogan menurut saya," katanya.

"Apalagi pernyataan itu keluar dari Mendagri. Ditambah lagi Menteri Sosial yang mengharuskan orang yang mau menyumbang harus pakai izin," tambahnya lagi.

Ray berpendapat bahwa keinginan pihak asing seperti Malaysia untuk membantu menunjukkan bahwa skala bencana di Sumatera bukanlah masalah sederhana.

Menurutnya, dunia internasional melihat urgensi kemanusiaan melalui potongan video dan foto yang tersebar, sehingga mereka merasa perlu mengulurkan tangan.

"Kalau masalahnya biasa-biasa, Malaysia enggak akan menyebut (mau bantu). Mereka tahu ini skala besar. Semua orang mengerti bahwa ini persoalan yang enggak sederhana," ujarnya.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Pedas Ray Rangkuti: Di Indonesia, Musibah Sering Jadi Peluang Bisnis Pejabat!

Kritik Pedas Ray Rangkuti: Di Indonesia, Musibah Sering Jadi Peluang Bisnis Pejabat!

News | Senin, 29 Desember 2025 | 11:44 WIB

Setahun Menghela Napas: Mengapa 2025 Terasa Lebih Melelahkan?

Setahun Menghela Napas: Mengapa 2025 Terasa Lebih Melelahkan?

Your Say | Senin, 29 Desember 2025 | 10:45 WIB

Gerak Cepat Penanganan Banjir: Jembatan Teupin Mane Bireuen Kembali Terhubung

Gerak Cepat Penanganan Banjir: Jembatan Teupin Mane Bireuen Kembali Terhubung

Video | Minggu, 28 Desember 2025 | 16:01 WIB

Akses Lintas Timur Pulih, Jembatan Meureudu Pidie Jaya Kembali Beroperasi

Akses Lintas Timur Pulih, Jembatan Meureudu Pidie Jaya Kembali Beroperasi

Video | Sabtu, 27 Desember 2025 | 19:39 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×