Lelah Geser Kanan-Kiri? Gen Z Jakarta Kembali ke Biro Jodoh 'CV' di Mal

Erick Tanjung, Adiyoga Priyambodo

Senin, 05 Januari 2026 | 15:25 WIB
Lelah Geser Kanan-Kiri? Gen Z Jakarta Kembali ke Biro Jodoh 'CV' di Mal
Ilustrasi biro jodoh di mal. [Suara.com/Syahda]
baca 10 detik
  • Gen Z Jakarta jenuh dengan aplikasi kencan yang melelahkan dan dangkal.
  • Biro jodoh 'CV' di mal menjadi alternatif mencari koneksi nyata.
  • Metode ini menjawab kebutuhan validasi, kepercayaan, dan interaksi yang manusiawi.

Suara.com - Di tengah hiruk pikuk Jakarta yang tak pernah tidur, layar ponsel kini telah menjadi jendela utama sekaligus penjara bagi kaum lajang. Rutinitas mengusap layar ke kanan dan kiri bukan lagi aktivitas yang mendebarkan, melainkan sebuah beban administratif yang melelahkan.

KEJENUHAN aplikasi kencan—atau dating app fatigue—mulai menjangkiti mereka yang lelah dengan siklus percakapan basa-basi yang berujung ghosting, atau profil yang terlalu dipoles hingga kehilangan sisi manusianya. Di sela kemacetan Sudirman, muncul kerinduan mendalam akan sebuah koneksi yang tidak sekadar ditentukan oleh algoritma.

Ada sesuatu yang tak tergantikan dari getaran suara, sorot mata, dan bahasa tubuh yang tidak bisa ditangkap oleh aplikasi mana pun. Mereka mendambakan interaksi yang lebih organik, di mana tawa bisa pecah tanpa perlu jeda pengetikan.

Sebuah etalase menampilkan deretan profil individu yang disusun menyerupai curriculum vitae (CV) dalam sebuah ajang perjodohan bernama Cindo Match di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. [Suara.com/Lilis]
Sebuah etalase menampilkan deretan profil individu yang disusun menyerupai curriculum vitae (CV) dalam sebuah ajang perjodohan bernama Cindo Match di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. [Suara.com/Lilis]

Kembalinya 'CV Jodoh' di Era Digital

Di tengah keresahan itulah, sebuah fenomena unik muncul. Di Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, sebuah etalase bernama 'Cindo Match' menampilkan deretan CV para lajang untuk dilihat pengunjung. Bermodalkan Rp 250 ribu, peminat bisa memilih hingga enam CV calon pasangan untuk pengenalan lebih dalam. Sementara bagi yang ingin memasang CV-nya, dikenakan biaya Rp 100 ribu.

Fenomena ini seolah melahirkan kembali tren perjodohan klasik sebagai jawaban atas kekosongan interaksi di era digital.

Namun, layanan ini masih sangat tersegmentasi. 'Cindo Match' saat ini masih terbatas untuk komunitas Tionghoa-Indonesia (Cindo). Pesertanya pun bukan sembarang orang, karena wajib memiliki latar belakang pendidikan minimal S1 dan telah melalui proses kurasi yang ketat.

"Rata-rata S1, yang S2 pun juga banyak," kata founder Cindo Match, Angie.

Tujuannya jelas: menyasar mereka yang serius mencari pasangan hidup, bukan sekadar teman kencan sesaat.

baca juga

Mengapa Metode Klasik Kembali Diminati?

Kembalinya kaum lajang ke interaksi tatap muka adalah bentuk perlawanan terhadap digitalisasi asmara yang terasa semakin dangkal. Menurut sosiolog Andreas Budi Widyanta, aplikasi kencan sering kali gagal memenuhi dua kebutuhan krusial; validasi dan kepercayaan (trust).

"Dating application itu kan sangat personal. Butuh validasi, saling curiga ini beneran atau nggak, fake atau nggak," papar Andreas kepada Suara.com.

Infografis biro jodoh offline di mal. [Suara.com/Syahda]
Infografis biro jodoh offline di mal. [Suara.com/Syahda]

Dengan memilih interaksi yang terkurasi seperti biro jodoh, pencarian pasangan tidak lagi terasa seperti perburuan yang melelahkan. Prosesnya menjadi lebih transparan dan terasa intelek.

"Ini betul-betul real, jadi itu nampak lebih intelek karena kayak orang mencari kerja yang membutuhkan CV dengan kualifikasi. Portofolio dalam konteks perjodohan itu menjadi lebih transparan," kata Andreas.

Bisnis Asmara yang Sah dan Prospektif

Lalu, bagaimana dengan aspek komersialnya? Andreas melihat layanan berbayar ini bukan sebagai masalah etika, melainkan sebagai bisnis jasa yang sah.

"Ada ruang kapitalisasi yang dilakukan oleh pihak ketiga," tuturnya.

Biro jodoh ini menyasar ceruk pasar (niche market) yang spesifik: kelas pekerja terpelajar dari komunitas tertentu. Bagi mereka, biaya yang dikeluarkan tergolong ekonomis jika dibandingkan dengan potensi mendapatkan pasangan yang sepadan dan efisiensi waktu yang didapat.

"Kalau dengan Rp 250 ribu bisa dapat jodoh, ya saya rasa itu sangat worth it. Itu sah-sah saja," ujar Andreas.

Masa Depan Perjumpaan Nyata

Andreas optimis bahwa bisnis semacam ini memiliki potensi yang sangat besar. Tantangan utamanya hanyalah jika permintaan pasar menurun. Peran biro jodoh adalah sebagai fasilitator; jika perjodohan gagal, seringkali itu dianggap sebagai faktor "belum jodoh," bukan kegagalan sistem, selama proses kurasinya profesional.

"Perjodohan itu ya tentu saja kayak ada gambling-nya juga. Tapi bahwa dengan data yang akurat, data yang saling interest-nya apa, keinginan bertemu dengan orang seperti apa, itu kan pasti bisa difasilitasi," paparnya.

Pada akhirnya, optimisme ini didasari pada satu kebutuhan fundamental yang tak lekang oleh waktu: kebutuhan dasar manusia untuk berjumpa secara fisik, yang hingga kini tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

"Mereka membutuhkan ruang-ruang perjumpaan yang lebih real, lebih manusiawi," tegas Andreas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Persik Tolak Mentah-mentah Eks Persib Gabung Persija Jakarta

Bos Persik Tolak Mentah-mentah Eks Persib Gabung Persija Jakarta

Bola | Senin, 05 Januari 2026 | 14:31 WIB

Pemprov DKI Imbau Warga Wilayah Rawan Tawuran Saling Jaga dari Provokator

Pemprov DKI Imbau Warga Wilayah Rawan Tawuran Saling Jaga dari Provokator

News | Senin, 05 Januari 2026 | 13:35 WIB

Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...

Dikira Maling, Pria Mabuk yang Panjat Atap Rumah Warga di Pancoran Ternyata Hanya...

News | Senin, 05 Januari 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×