Banjir di Pekalongan, KAI Batalkan 11 Perjalanan Kereta Api dari Jakarta

Erick Tanjung, Adiyoga Priyambodo

Senin, 19 Januari 2026 | 07:36 WIB
Banjir di Pekalongan, KAI Batalkan 11 Perjalanan Kereta Api dari Jakarta
Penumpang kereta di Stasiun Gambir. (Foto dok. KAI)
baca 10 detik
  • Akibat banjir di Pekalongan, 11 perjalanan kereta api dari Jakarta dibatalkan.
  • Pembatalan meliputi 2 KA dari Pasar Senen dan 9 KA dari Gambir.
  • Penumpang terdampak akan mendapatkan pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta membatalkan 11 perjalanan kereta api dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir pada Senin ini. Keputusan ini diambil akibat banjir yang merendam sejumlah titik jalur rel di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa langkah ini terpaksa diambil untuk menjamin keselamatan perjalanan dan menghindari potensi kelambatan yang signifikan.

"Langkah ini terpaksa diambil karena tingginya potensi kelambatan apabila perjalanan tetap dijalankan melalui jalur terdampak. Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama kami," kata Franoto dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Senin (19/1/2026).

Daftar Perjalanan yang Dibatalkan

Berikut adalah rincian 11 perjalanan kereta api yang dibatalkan:

Keberangkatan Stasiun Pasar Senen (2 KA)

  • KA 178 Tawang Jaya Premium (tujuan Semarang)
  • KA 204 Tegal Bahari (tujuan Tegal)

Keberangkatan Stasiun Gambir (9 KA)  

  • KA 7002A Gajayana Tambahan (tujuan Malang)
  • KA 26 Argo Merbabu (tujuan Semarang)
  • KA 130B Papandayan (tujuan Garut)
  • KA 50F & KA 58F Purwojaya (tujuan Cilacap)
  • KA 20 Argo Muria (tujuan Semarang)
  • KA 2 Argo Bromo Anggrek (tujuan Surabaya)
  • KA 138B Parahyangan (tujuan Bandung)
  • KA 7004 Sembrani Tambahan (tujuan Surabaya)

Pengembalian Tiket 100 Persen

Franoto memastikan bahwa informasi pembatalan telah disampaikan kepada calon penumpang melalui SMS dan kanal resmi lainnya. Bagi penumpang yang terdampak, KAI memberikan fasilitas pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen.

baca juga

Proses pengembalian dapat dilakukan hingga H+7 sejak tanggal keberangkatan melalui loket stasiun, aplikasi KAI Access, atau Contact Center KAI 121.

"KAI terus melakukan evaluasi dan pemantauan hingga operasional kembali normal," pungkas Franoto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Pekan di Jakarta, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Jaksel dan Jaktim

Awal Pekan di Jakarta, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir di Jaksel dan Jaktim

News | Senin, 19 Januari 2026 | 07:26 WIB

Bencana Sumatera Jadi Alarm Keras: Pemerintah Didesak Perketat Standar Tata Kelola Tambang

Bencana Sumatera Jadi Alarm Keras: Pemerintah Didesak Perketat Standar Tata Kelola Tambang

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 07:02 WIB

Sempat Putus Asa, Pasangan Pengantin Ini Tetap Gelar Resepsi di Tengah Banjir

Sempat Putus Asa, Pasangan Pengantin Ini Tetap Gelar Resepsi di Tengah Banjir

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 20:56 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×