Temuan Komisi E DPRD DKI: Obat HIV di Jakbar Disimpan di Ruangan Apek, Pasien Keluhkan Bau Menyengat

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 20 Januari 2026 | 18:46 WIB
Temuan Komisi E DPRD DKI: Obat HIV di Jakbar Disimpan di Ruangan Apek, Pasien Keluhkan Bau Menyengat
Ilustrasi Obat HIV (Unsplash)
baca 10 detik
  • Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, menemukan penyimpanan obat HIV dan vaksin yang tidak layak di Jakarta Barat.
  • Temuan ini meliputi fasilitas penyimpanan yang memprihatinkan di Walikota Jakarta Barat dan Puskesmas Grogol Petamburan.
  • Yudha mendesak Dinas Kesehatan segera merevitalisasi lokasi penyimpanan obat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga.

Suara.com - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana, menemukan fasilitas penyimpanan obat HIV dan vaksin yang dianggap sangat tidak layak di wilayah Jakarta Barat.

Temuan ini terungkap saat politisi Gerindra tersebut melakukan survei lapangan usai menerima keluhan dari masyarakat mengenai penurunan kualitas obat.

"Jadi beberapa bulan yang lalu ada laporan warga masuk ke kami, ada informasi perihal kualitas obat HIV. Yang menurut pasien ini kualitasnya kurang baik, dari baunya menyengat dan lain sebagainya," kata Yudha saat diwawancarai, Selasa (20/1/2026).

"Tapi kami sudah selidiki, apakah itu memang kualitas standarnya seperti itu atau tidak. Dan ada laporan juga bahwa tempat penyimpanan obat HIV itu kualitasnya kurang mumpuni," katanya menambahkan.

Yudha mengawali peninjauannya ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat, dan mendapati tempat penyimpanan vaksin serta obat-obatan di lobi belakang yang kondisinya memprihatinkan.

"Nah, di situ memang saya lihat kualitas tempatnya menurut saya tidak memenuhi standar," jelasnya.

Kondisi gudang sementara itu dipicu oleh insiden kebakaran yang menghanguskan lokasi penyimpanan sebelumnya, namun sarana pendukung saat ini dianggap tidak memadai.

"Saya cek juga chiller untuk penyimpanan vaksinnya, ada dua unit yang rusak, hanya tinggal sekitar empat unit yang aktif. AC-nya juga menurut saya masih agak kurang dingin, karena tempatnya terlalu sempit, tempat chiller-nya itu terlalu berdekatan. Menurut saya kurang memenuhi standar," paparnya.

Tinjauan berlanjut ke Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan, di mana Yudha mendapati pemandangan yang lebih mengejutkan di sebuah ruangan bekas tempat olahraga.

baca juga

"Di situ ada ruangan kecil. Nah, di situ tempat penyimpanan obat-obatan. Nah, saya sangat prihatin melihat lokasi di situ karena tempatnya tidak permanen, kemudian ruangannya banyak yang rusak dan bau apa, mohon maaf ya, seperti tidak bersih lah gitu, apek," ungkapnya.

Kondisi fisik ruangan pun digambarkan sangat buruk, dengan dinding triplek yang mulai mengelupas serta ventilasi yang hanya ditutupi kertas.

"Dan yang agak saya kaget, AC-nya hanya AC portabel. Kalau AC portabel kan kualitas kedinginannya tidak maksimal gitu. Minimal ya pasang lah dua tiga AC yang bener-bener 1 PK gitu, yang menjaga kualitas dinginnya itu mungkin di 18 derajat atau di 17 derajat sehingga kualitas obat-obatannya bisa terjaga," kata dia.

"Dan juga kelembabannya kan mesti dijaga juga, supaya tidak jamuran. Kemudian posisinya juga tidak boleh menyentuh tanah gitu. Nah, hal seperti ini menurut saya standarnya belum memenuhi," lanjutnya.

Atas temuan tersebut, Yudha mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah konkret berupa revitalisasi atau pemindahan lokasi penyimpanan ke tempat yang lebih layak.

Ia menyarankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna membangun fasilitas penyimpanan yang bersifat mandiri.

"Anggarannya menurut saya DKI Jakarta bisa lah, ini harus segera diintervensi gitu. Jangan sampai nanti obat-obatan yang harusnya prima, diberikan kualitas terbaik kepada pasien-pasien kita, karena sistem penyimpanannya tidak maksimal, akhirnya obat-obatannya tidak maksimal atau ada yang rusak dan lain sebagainya. Kan efeknya bisa ke pasien, apalagi buat vaksin," tegasnya.

Yudha menekankan bahwa pemerintah harus bergerak cepat melakukan intervensi karena saat ini sudah tersedia opsi pembangunan gedung modular yang cepat dan efisien.

"Sekarang kan sudah banyak alat-alat yang bisa digunakan. Rumah aja sekarang kan sudah modular yang nilai harganya tidak besar, dibangun dalam waktu 24 jam sudah jadi gitu. Maksud saya banyak opsi-opsi yang bisa segera diintervensi gitu lho," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Penemuan 5 Jenazah Sekeluarga Terkubur dalam Satu Liang di Indramayu

Geger Penemuan 5 Jenazah Sekeluarga Terkubur dalam Satu Liang di Indramayu

News | Selasa, 02 September 2025 | 13:22 WIB

Usai Timbulkan Bau Menyengat, Elnusa Petrofin Bersihkan Area Dekat Pemukiman Warga

Usai Timbulkan Bau Menyengat, Elnusa Petrofin Bersihkan Area Dekat Pemukiman Warga

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 18:24 WIB

Viral Bau Menyengat di Kawasan Pabrik Bikin Masyarakat Mual dan Muntah, Korban Terdampak Kini Dapatkan Perawatan

Viral Bau Menyengat di Kawasan Pabrik Bikin Masyarakat Mual dan Muntah, Korban Terdampak Kini Dapatkan Perawatan

Health | Sabtu, 27 Januari 2024 | 07:01 WIB

Pabrik yang Timbulkan Bau Menyengat di Cilegon Ternyata Milik Orang Terkaya RI

Pabrik yang Timbulkan Bau Menyengat di Cilegon Ternyata Milik Orang Terkaya RI

Bisnis | Selasa, 23 Januari 2024 | 18:13 WIB

Terkini

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×