Disindir Soal Ingin Tanam Sawit, Prabowo: Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya!

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Senin, 02 Februari 2026 | 15:48 WIB
Disindir Soal Ingin Tanam Sawit, Prabowo: Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya!
Presiden Prabowo Subianto. ANTARA/Fathur Rochman
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menegaskan penanaman kelapa sawit di Bogor bertujuan untuk kepentingan strategis rakyat Indonesia.
  • Kelapa sawit adalah komoditas vital diminati banyak pemimpin negara untuk pasokan CPO global.
  • Prabowo berencana larang ekspor limbah sawit guna memproduksi biodiesel dan bahan bakar pesawat (Aftur).

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menjawab kelompok-kelompok yang kerap nyinyir terhadap keinginannya untuk menanam kelapa sawit. Prabowo menegaskan menanam kelapa sawit diniatkan untuk kepentingan rakyat.

"Kenapa kelapa sawit bagi saya saya katakan itu miracle crop. It is a miracle crop. Ada kelompok nyinyir, kelompok kelapa sawit. Loh Prabowo mau bikin kelapa sawit," kata Prabowo di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026).

"Ya, untuk rakyat Indonesia karena kelapa sawit itu tidak hanya untuk minyak goreng," ujar Prabowo.

Prabowo menyampaikan banyak pemimpinan negara yang meminta suplai crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit dibawa ke negara mereka.

"Saya ke dunia keliling-keliling. Hampir semua pemimpin negara minta ke saya. Kami mohon Indonesia. Tolong supply kelapa sawit. CPO. Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus," kata Prabowo.

"Dimana-mana. Tolong kelapa sawit. Artinya it's a very strategic commodity," sambungnya.

Prabowo mengatakan kelapa sawit memiliki olahan yang variatif, tidak hanya CPO, melainkan bisa menghasilkan beragan produk, misal cat dinding, sabun, hingga biodiesel.

"Tapi yang lebih utama kelapa sawit, dari kelapa sawit kita bisa bikin solar. Jadi kita nanti biodiesel," kata Prabowo.

Menurut Prabowo melalui biodiesel, Indonesia bisa lepas dari ketergantungan pihak luar.

baca juga

"Biosolar itu akan membuat kita bebas dari ketergantungan luar. Yang mau pakai bensin terus silakan. Ya orang kaya bayar aja. Nggak apa-apa, harga dunia. Tapi rakyat kita bisa hidup dengan solar," kata Prabowo.

Prabowo berencana mengatur larangan ekspor limbah minyak kelapa sawit. Sebab limbahnya tersebut bisa diolah kembali.

"Pesawat terbang, Aftur. Kita nanti produsen Aftur. Bisa yang terbesar di dunia. Aftur. Limbahnya kelapa sawit jelantah itu bahan untuk Aftur sehingga, maaf bangsa-bangsa lain, saya tutup. Saya larang ekspor limbah kelapa sawit. Ekspor jelantah," kata Prabowo.

"Harus untuk kepentingan rakyat Indonesia dulu. Baru. Sudah ada swasembada energi. swasembada pangan. Sekarang ini kita harus merubah aliran. Uang yang dari desa ke kota, ke ibu kota, dan ke luar negeri. Kita harus hentikan, membalikkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Kapolri 'Murtad Politik', Sri Raja Kritik Pernyataan Listyo Sigit soal Polri di Bawah Presiden

Sebut Kapolri 'Murtad Politik', Sri Raja Kritik Pernyataan Listyo Sigit soal Polri di Bawah Presiden

News | Senin, 02 Februari 2026 | 15:09 WIB

Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun

Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun

News | Senin, 02 Februari 2026 | 15:06 WIB

Prabowo ke Pramono: Saya Dukung Sebagai Gubernur, Nanti 2029 Ya Terserah

Prabowo ke Pramono: Saya Dukung Sebagai Gubernur, Nanti 2029 Ya Terserah

News | Senin, 02 Februari 2026 | 14:41 WIB

Terkini

UU Baru China Tuai Kontroversi, Legalkan Represi Lintas Negara

UU Baru China Tuai Kontroversi, Legalkan Represi Lintas Negara

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:00 WIB

Israel Akan Batasi Azan Berkumandang di Masjid

Israel Akan Batasi Azan Berkumandang di Masjid

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 06:46 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 05:30 WIB

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

×