Prabowo Gagas Program 'Gentengisasi': Atap Indonesia Pakai Genteng, KMP Merah Putih Jadi Motornya

Bangun Santoso

Senin, 02 Februari 2026 | 14:38 WIB
Prabowo Gagas Program 'Gentengisasi': Atap Indonesia Pakai Genteng, KMP Merah Putih Jadi Motornya
Presiden Prabowo Subianto (atas, kanan) menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto meluncurkan proyek nasional "gentengisasi" untuk mengganti atap seng dengan genteng tanah liat.
  • Pelaksanaan program ini akan digerakkan oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang difasilitasi pabrik genteng lokal.
  • Inovasi penting program ini adalah penggunaan limbah abu batu bara sebagai bahan campuran genteng agar lebih ringan.

Suara.com - Sebuah gagasan besar dilontarkan Presiden Prabowo Subianto yang berpotensi mengubah lanskap visual kota dan desa di seluruh Indonesia. Prabowo menginginkan adanya gerakan nasional untuk mengganti atap seng yang selama ini mendominasi rumah-rumah warga dengan genteng berbahan dasar tanah liat.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Prabowo secara tegas menyoroti pemandangan yang menurutnya merusak estetika wajah Indonesia, dominasi atap seng yang kusam dan berkarat.

Menurut Presiden, penggunaan atap seng bukan hanya soal keindahan. Ia menilai material tersebut membuat lingkungan tempat tinggal menjadi tidak nyaman karena cenderung menyerap panas dan mudah rusak dimakan waktu. Visi ini ia sebut sebagai proyek "gentengisasi".

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo dengan nada mantap.

Koperasi Desa Jadi Ujung Tombak, Limbah Batu Bara Jadi Solusi

Gagasan ambisius ini tidak berhenti pada wacana. Prabowo telah memikirkan mekanisme pelaksanaannya hingga ke tingkat akar rumput.

Ia menunjuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai motor penggerak utama dalam produksi genteng secara massal di tingkat lokal.

Rencananya, setiap koperasi akan difasilitasi dengan pabrik genteng skala kecil hingga menengah. Peralatannya diklaim relatif terjangkau dan bahan bakunya melimpah di seluruh penjuru negeri.

"Jadi nanti Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah, dan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya, bisa ringan dan kuat," jelasnya sebagaimana dilansir kantor berita Antara.

baca juga

Menariknya, Prabowo juga mengungkap adanya inovasi teknologi yang akan diterapkan. Berdasarkan kajian dari para akademisi, limbah abu batu bara (fly ash) yang selama ini menjadi masalah lingkungan ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran.

Inovasi ini tidak hanya bertujuan menghasilkan genteng yang lebih ringan dan kuat, tetapi juga menjadi solusi cerdas dalam pengelolaan limbah industri.

Ajakan Serius untuk Kepala Daerah

Untuk memastikan program raksasa ini berjalan mulus, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh, baik dalam tahap persiapan maupun implementasi di lapangan.

Ia pun secara terbuka mengajak para gubernur, bupati, dan wali kota untuk berkolaborasi menyukseskan program ini.

Prabowo bahkan melontarkan tantangan langsung kepada para kepala daerah yang hadir, mengaitkan partisipasi dalam program ini dengan komitmen untuk memperindah wilayah masing-masing.

"Kita akan bantu saudara, sebelum gentengisasi, sesudah gentengisasi. Ini serius ya, Bupati, Wali Kota, yang tidak mau kotanya indah, terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah," tegas Presiden.

Dengan target yang cukup optimistis, Prabowo berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia akan bertransformasi menjadi lebih indah dan rapi, terbebas dari pemandangan atap-atap seng berkarat yang ia anggap sebagai simbol kemunduran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Kalau Gerindra Brengsek, Gerindra Pun Saya Tangkap

Prabowo: Kalau Gerindra Brengsek, Gerindra Pun Saya Tangkap

News | Senin, 02 Februari 2026 | 14:24 WIB

Prabowo Sorot Semrawutnya Kota Balikpapan, Banjarmasin hingga Bogor: Tak Ada Bedanya, Isinya Spanduk

Prabowo Sorot Semrawutnya Kota Balikpapan, Banjarmasin hingga Bogor: Tak Ada Bedanya, Isinya Spanduk

News | Senin, 02 Februari 2026 | 14:21 WIB

Prabowo Sentil Pejabat Bali, Pulau Dewata Kini Kotor: Bagaimana Turis Mau Datang!

Prabowo Sentil Pejabat Bali, Pulau Dewata Kini Kotor: Bagaimana Turis Mau Datang!

News | Senin, 02 Februari 2026 | 13:55 WIB

Prabowo Buka Rakornas Pemerintah 2026, Bahas Evaluasi 2025 hingga Target Ekonomi

Prabowo Buka Rakornas Pemerintah 2026, Bahas Evaluasi 2025 hingga Target Ekonomi

Foto | Senin, 02 Februari 2026 | 13:49 WIB

Prabowo Singgung Negara-negara Besar: Dahulu Ajarkan Demokrasi-HAM, Sekarang Pelanggar

Prabowo Singgung Negara-negara Besar: Dahulu Ajarkan Demokrasi-HAM, Sekarang Pelanggar

News | Senin, 02 Februari 2026 | 13:39 WIB

Singgung Demo untuk Rusuh, Prabowo Ajak Pihak yang Tidak Suka Dengannya Bertarung di 2029

Singgung Demo untuk Rusuh, Prabowo Ajak Pihak yang Tidak Suka Dengannya Bertarung di 2029

News | Senin, 02 Februari 2026 | 13:25 WIB

Terkini

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

PLN Klaim Pemadaman Listrik di Kalbar Bukan karena Krisis Batu Bara, Ini Penyebabnya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:59 WIB

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

Said Iqbal Beri Deadline Disnakertransgi DKI, Senin Harus Ada Keputusan Soal Kasus Mau Print

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:54 WIB

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

Pengusaha Kalbar Rugi Akibat Listrik Padam, DPRD Desak PLN Lebih Terbuka

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

PAN Tegaskan Kasus Syah Afandin Bukan 'Dosa' Partai: Itu Tanggung Jawab Pribadi!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:39 WIB

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

×