Hasto Kristiyanto Ungkap Alasan PDIP Tetap Pertahankan Ambang Batas Parlemen

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:00 WIB
Hasto Kristiyanto Ungkap Alasan PDIP Tetap Pertahankan Ambang Batas Parlemen
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
baca 10 detik
  • Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tegaskan ambang batas parlemen penting untuk penguatan sistem presidensial.
  • PDIP sedang mengkaji besaran ideal ambang batas parlemen demi menjaga stabilitas politik dan konsolidasi demokrasi.
  • PAN mengusulkan penghapusan ambang batas parlemen agar aspirasi jutaan pemilih dapat terwakili di DPR RI.

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menggarisbawahi pentingnya kebijakan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem politik Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog strategis bersama media massa usai memimpin rapat konsolidasi internal PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (2/2/2026) kemarin.

Ia menegaskan, bahwa ambang batas parlemen bukan sekadar angka, melainkan instrumen krusial untuk menjaga efektivitas sistem pemerintahan.

Menurutnya, keberadaan ambang batas sangat diperlukan guna memperkuat sistem presidensial yang dianut Indonesia serta mempercepat proses konsolidasi demokrasi.

"Parliamentary threshold tetap diperlukan dalam rangka konsolidasi demokrasi dan meningkatkan penguatan sistem presidensial tersebut. Hanya berapa besarannya, PDI Perjuangan masih melakukan kajian," ujar Hasto dalam keterangannya dikutip, Selasa (3/2/2026).

Kekinian, kata dia, PDIP tengah melakukan kajian mendalam untuk merumuskan angka yang ideal bagi ambang batas parlemen pada pemilu mendatang agar tetap menjamin representasi rakyat namun tetap menjaga stabilitas politik di parlemen.

Selain isu nasional, Hasto juga menyoroti berbagai isu hangat lainnya, termasuk pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran kader partai di daerah.

Ia menginstruksikan kader PDI Perjuangan di legislatif untuk tetap berani bersikap kritis, terutama dalam mengawal kebijakan pendidikan gratis agar tepat sasaran bagi rakyat yang membutuhkan.

"Jangan takut memperjuangkan kebenaran. Kader partai harus turun ke bawah dan menempatkan skala prioritas pada pembelaan terhadap rakyat yang tertinggal," tegas Hasto didampingi jajaran DPD PDIP Kaltim.

baca juga

Lebih lanjut, Hasto mempertegas komitmen ekologi partai melalui "Gerakan Merawat Pertiwi".

Ia mengajak para jurnalis dan masyarakat luas untuk peduli pada lingkungan, dimulai dari hal-hal sederhana seperti menanam biji buah sisa konsumsi.

"Dari biji-bijian yang kecil pun, kita sebenarnya bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Caranya dengan mengumpulkan biji-bijian tersebut, membiarkannya dalam suhu kamar atau atmosfer yang sesuai hingga tumbuh tunasnya. Bayangkan jika setiap orang mau menanam pohon, bahkan dimulai dari biji sisa makanan saja, kita pasti bisa menghijaukan kembali Indonesia,” pungkasnya.

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyoroti persoalan limbah radioaktif yang terpapar pada udang ekspor di Cikande, Kabupaten Serang, Banten. [Suara.com/Bagaskara]
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyoroti persoalan limbah radioaktif yang terpapar pada udang ekspor di Cikande, Kabupaten Serang, Banten. [Suara.com/Bagaskara]

Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan dukungannya terhadap penghapusan ambang batas, baik untuk parlemen (parliamentary threshold) maupun pemilihan presiden (presidential threshold).

Hal ini bertujuan agar jutaan suara pemilih dalam pemilihan umum tidak terbuang sia-sia.

Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menjelaskan bahwa keberadaan ambang batas selama ini menghalangi aspirasi masyarakat untuk tersampaikan di tingkat nasional karena partai yang mereka pilih gagal memenuhi syarat persentase minimal.

"Ya, kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif, ya, karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini ada jutaan apa pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta,” ujar Eddy di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (29/1/2026).

Terkait teknis pelaksanaannya, PAN mengusulkan agar sistem di DPR RI mengadopsi mekanisme yang sudah berjalan di tingkat daerah, yakni di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi.

“Oleh karena itu, PAN berpandangan bahwa penghapusan ambang batas untuk parlemen itu, sebaiknya diimplementasikan, atau, pelaksanaannya sesuai dengan apa yang sekarang terjadi di DPRD kabupaten dan provinsi, kabupaten/kota dan provinsi ya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa partai yang mendapatkan kursi namun tidak memenuhi jumlah minimal untuk berdiri sendiri dapat bergabung dengan partai lain.

“Nanti yang tidak cukup kursinya ya kemudian bergabung membentuk fraksi gabungan gitu. Supaya apa? Supaya ya masyarakat yang sudah memilih legislatornya maupun partainya, itu masih tetap bisa menyalurkan aspirasinya melalui anggota DPR ataupun partai yang dia pilih,” tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat

Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 18:56 WIB

PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai

PKS Dukung Ambang Batas Parlemen Tetap Ada, Kritisi Usul Fraksi Gabungan Partai

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:47 WIB

Kritik Wacana Pengganti PT, Said Abdullah: Indonesia Multikultural, Tak Cocok Kawin Paksa Fraksi

Kritik Wacana Pengganti PT, Said Abdullah: Indonesia Multikultural, Tak Cocok Kawin Paksa Fraksi

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:59 WIB

Ketua Komisi II DPR RI Tak Setuju Usulan Penghapusan Ambang Batas Parlemen: Izinkan Kami Nanti...

Ketua Komisi II DPR RI Tak Setuju Usulan Penghapusan Ambang Batas Parlemen: Izinkan Kami Nanti...

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 13:02 WIB

PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Dihapus Hingga Usul Fraksi Dibatasi

PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Dihapus Hingga Usul Fraksi Dibatasi

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 17:11 WIB

Terkini

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Kapan Marselino Ferdinan Debut Bersama Persija Jakarta? Shin Tae-yong Beri Sinyal

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Cara Memilih Earphone Kabel yang Bagus, Cek 4 Hal Ini Sebelum Membeli

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Pendiri Metland Nanda Widya Sabet Penghargaan Filantropi Dunia

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

Kronologis Aksi Turunkan Foto Gibran di DPRD Sukabumi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Haji 2027 Tembus Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Kulit Sawo Matang dan Berminyak? Ini 3 Rekomendasi Bedak Wardah dan Shade yang Pas

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

Apa Itu Bakteri Yersinia Pestis? Diduga Bocor di Lab RUsia, Sumber dari Wabah Black Death

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Usia 20-an Bukan Batasan: Kita Boleh Melangkah Lebih Pelan saat Dunia Sibuk Berlari

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Penderita ISPA di Kuansing Meningkat Drastis Imbas Pekatnya Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:29 WIB

×