Ujian Berat Prabowo: PKB dan PAN 'Tes Ombak' Tanpa Gibran, Siapkah Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?

Erick Tanjung, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16 WIB
Ujian Berat Prabowo: PKB dan PAN 'Tes Ombak' Tanpa Gibran, Siapkah Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?
Presiden Prabowo saat mengumpulkan sejumlah menteri di Hambalang Bogor. [Sekretariat Kabinet]
baca 10 detik
  • Dukungan PKB-PAN tanpa Gibran dinilai sebagai strategi tes ombak kesiapan Prabowo.
  • Prabowo diprediksi lebih memilih berkoalisi dengan Megawati dibanding bayang-bayang politik Jokowi.
  • Deklarasi dukungan dini bertujuan mengamankan posisi menteri partai dari ancaman reshuffle.

Suara.com - Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qodir, menilai dukungan Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB dan Partai Amanat Nasional (PAN) kepada Prabowo Subianto untuk dua periode sebagai upaya 'cek ombak'. Pasalnya, dukungan tersebut tidak menyertakan nama Gibran Rakabuming Raka sebagai calon pendamping.

Zuly melihat situasi ini sengaja diciptakan untuk mengukur kesiapan dan arah politik Prabowo ke depan, termasuk menguji apakah sang presiden bersedia maju kembali tanpa didampingi putra sulung Joko Widodo tersebut.

"Ini sedang mengetes ombak. Bagaimana kira-kira kesiapan Pak Prabowo apabila mendapatkan dukungan dari partai lain di luar Gerindra, seperti PAN dan PKB," kata Zuly saat dihubungi, Senin (9/2/2026).

Menurut Zuly, manuver ini menempatkan Prabowo pada posisi dilematis. Dengan adanya dukungan dari minimal dua partai yang secara tersirat mengesampingkan Gibran, dinamika pemilihan calon wakil presiden menjadi isu krusial yang tengah dimainkan.

"Ini situasi awal, dan kita tahu politik bisa berubah setiap menit. Dukungan saat ini belum tentu bertahan besok, tergantung bagaimana kandidat yang diusung merespons," imbuhnya.

Sinyal Pisah Kongsi dengan Kekuatan Lama

Zuly membaca tidak disertakannya nama Gibran dalam paket dukungan sebagai indikasi potensi pecah kongsi antara Prabowo dengan Joko Widodo. Ia memprediksi Prabowo mulai memperhitungkan untuk melepaskan diri dari bayang-bayang pengaruh pendahulunya, mengingat kekuatan politik mantan presiden cenderung meredup seiring waktu.

"Ini jangan-jangan Prabowo akan melakukan say goodbye pada koneksi atau oligarki Jokowi. Jika itu terjadi, dinamika politik akan sangat ramai," ungkap Zuly.

Kalkulasi tersebut, menurut Zuly, dapat mendorong Prabowo untuk lebih memilih mendekat kepada kekuatan partai dengan basis parlemen kuat seperti PDI Perjuangan dibandingkan mempertahankan aliansi dengan loyalis Jokowi. Membangun poros bersama Megawati Soekarnoputri dinilai lebih masuk akal secara politik saat ini.

baca juga

Motif Mengamankan Kursi Kabinet

Di luar strategi elektoral, Zuly menyoroti aspek pragmatisme di balik deklarasi dini ini. Ia menilai dukungan PKB dan PAN tak lepas dari upaya menjaga stabilitas posisi kader mereka di dalam kabinet saat ini agar aman dari ancaman perombakan (reshuffle).

"Bagaimanapun, kader mereka di kabinet sudah banyak. Agar tidak di-reshuffle, maka mereka memberikan dukungan sejak awal," paparnya.

Sifat dukungan ini dinilai Zuly sangat transaksional dan berjangka pendek, di mana partai politik cenderung menerapkan prinsip take and give secara instan tanpa mempertimbangkan visi politik jangka panjang.

"Teori politik yang mengatakan 'when you give, get value' benar-benar terjadi. Politik kita belakangan ini kurang mendukung iklim perpolitikan yang berkelanjutan (sustain)," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?

Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 18:55 WIB

Pesan Keras Prabowo di Kandang NU: Jangan Ada Dendam, Mari Bersatu Demi Rakyat

Pesan Keras Prabowo di Kandang NU: Jangan Ada Dendam, Mari Bersatu Demi Rakyat

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 12:10 WIB

Prabowo Janjikan Biaya Haji Turun Drastis, Bangun 'Kampung Haji' di Mekkah

Prabowo Janjikan Biaya Haji Turun Drastis, Bangun 'Kampung Haji' di Mekkah

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:15 WIB

Terkini

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap

Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap

Sumut | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:18 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:13 WIB

×