Soal Pembangunan Gedung MUI di Bundaran HI, Golkar: Itu Kebutuhan Strategis, Bukan Kemewahan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:29 WIB
Soal Pembangunan Gedung MUI di Bundaran HI, Golkar: Itu Kebutuhan Strategis, Bukan Kemewahan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • Idrus Marham membela pembangunan gedung MUI sebagai kebutuhan strategis bangsa, bukan sekadar kemewahan fisik.
  • Ia menyatakan bahwa isu kesejahteraan rakyat dan pendidikan adalah prioritas kebijakan yang sudah ditetapkan Presiden.
  • Kerusakan infrastruktur di daerah, seperti sekolah bocor, merupakan masalah teknis pelaksana, bukan kegagalan kebijakan pusat.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan, Idrus Marham, memberikan respons tegas terkait kritik publik yang membandingkan rencana pembangunan gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga Islam di kawasan Bundaran HI dengan kondisi infrastruktur pendidikan di daerah tertinggal.

Kritik tersebut sebelumnya viral melalui video TikTok akun Anton R, yang menampilkan kontras antara rencana gedung mewah di Jakarta dengan kondisi SDN di Kabupaten Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang atapnya bocor dan tidak layak.

Menanggapi hal tersebut, Idrus Marham menegaskan bahwa pembangunan tersebut memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar fisik.

”Gedung Lembaga Islam Bukan Kemewahan, Tapi Kebutuhan Strategis Bangsa," kata Idrus kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Ia menilai penguatan lembaga keagamaan sangat krusial dalam menjaga stabilitas sosial, moral, dan persatuan nasional.

Idrus mengingatkan publik agar jeli dalam melihat struktur kerja pemerintahan. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas tertinggi.

“Jangan keliru membaca negara, presiden sudah tetapkan kebijakan, masalah ada di teknis pelaksanaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa isu-isu dasar seperti kemiskinan dan pendidikan sudah masuk dalam agenda utama pemerintah melalui berbagai program nyata. 

“Kalau bicara soal kemiskinan, makanan, stunting, pendidikan, itu semua sudah ada kebijakannya. Presiden sudah menetapkan itu sebagai prioritas program nasional,” kata Idrus.

baca juga

Terkait adanya sekolah yang rusak di lapangan, Idrus menyebut hal itu merupakan tanggung jawab pelaksana di level teknis, yakni kementerian terkait dan pemerintah daerah, bukan kegagalan kebijakan Presiden.

“Di dalam sebuah pemerintahan harus dipahami, ada pengambil kebijakan dan ada pelaksana kebijakan. Kalau ada sekolah bocor, distribusi makanan bermasalah, itu masuk ke wilayah teknis pelaksanaan kebijakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Idrus menegaskan bahwa komitmen Presiden sudah sangat jelas tertuang dalam visi-misi pemerintah. 

“Presiden sudah mengambil kebijakan: pendidikan harus prioritas, kemiskinan harus diatasi, stunting harus diturunkan. Itu semua sudah tertuang dalam Asta Cita. Sekarang bagaimana pelaksanaannya di bawah, itu yang harus dibenahi,” tambahnya.

Meski membela arah kebijakan pemerintah, Idrus menyatakan bahwa kritik dari masyarakat, seperti yang disampaikan oleh akun Anton R, adalah hal yang positif. Ia menganggap suara masyarakat sebagai "alarm sosial" agar Presiden dapat mengevaluasi jajaran di bawahnya.

“Apa yang disampaikan itu patut didengar dan dihargai. Itu masukan yang bagus. Tapi harus ditempatkan secara proporsional, agar kita melihat pemerintahan ini secara utuh,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan gedung lembaga keagamaan tidak berarti mengabaikan rakyat kecil. 

Tantangan utama saat ini, menurutnya, adalah memastikan koordinasi antara pusat dan daerah berjalan sinkron agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!

Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:45 WIB

Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut

Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 20:59 WIB

Tak Mau Ingkari Putusan Munas Golkar, Bahlil Tegaskan Bakal Dukung Prabowo-Gibran hingga Selesai

Tak Mau Ingkari Putusan Munas Golkar, Bahlil Tegaskan Bakal Dukung Prabowo-Gibran hingga Selesai

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:27 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×