Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Qatar Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran: 3 Hari Belum Ada Kepastian

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 03 Maret 2026 | 10:25 WIB
Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Qatar Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran: 3 Hari Belum Ada Kepastian
Wakil Menteri HAM Mugiyanto. [Instagram/@kementerian_ham]
baca 10 detik
  • Wakil Menteri HAM Mugiyanto terdampar di Doha, Qatar, akibat konflik Timur Tengah saat menuju sidang Dewan HAM PBB di Jenewa.
  • Situasi di Doha belum kondusif karena penutupan ruang udara menyebabkan maskapai komersil tidak dapat beroperasi seperti biasa.
  • Ratusan WNI juga terjebak di beberapa negara Timur Tengah lain seperti Dubai, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain karena situasi tersebut.

Suara.com - Wakil Menteri HAM Mugiyanto bersama sejumlah jajarannya terdampar di Doha, Qatar, imbas konflik di wilayah Timur Tengah usai saling serang antara AS-Israel dengan Iran.

Mugiyanto menyampaikan telah tiga hari terjebak di Doha saat dalam perjalanan untuk menghadiri sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss.

"Sampai hari ketiga situasinya belum kondusif, belum ada kepastian kapan konflik akan berakhir," kata Mugiyanto dalam pernyataannya melalui akun Instagram resmi Kementerian HAM pada Senin (2/3) malam.

Selain itu, ruang udara di Qatar pun masih ditutup. Sehingga maskapai komersil tidak bisa dijalankan.

"Kami hanya bisa berharap mudah-mudahan segera dipulihkan wilayah udara di Qatar dan sekitarnya. Dan perdamaian bisa segera terwujud," ucapnya.

Informasi dari Dubes Indonesia di Qatar, ada lebih dari 100 orang yang terdampar di bandara Hamad, Doha. Ratusan orang itu termasuk rombongan Kementerian HAM.

Mugiyanto memeastikan kondisi dirinya bersama WNI lain yang ikut terdampar dalam kondisi baik.

"Saya di sini bersama bapak Duta Besar Doha," imbuhnya.

Kendati begitu, selain di Qatar, Mugiyanto menyebutkan ada ratusan WNI yang masih terjebak di negara-negara Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Dubai, Kuwait, Arab Saudi, hingga Bahrain.

baca juga

Seluruhnya tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat karena ruang udara masih ditutup.

Kondisi terdampar di negara sekitar konflik, Mugiyanto menekankan, telah membuat para WNI jadi khawatir terdahap keamanan dan keselamatan mereka. Terlebih ada larangan keluar rumah dari pemerintah setempat di setiap negara itu.

"Kami berharap kita semua yang terdampak konflik militer ini tetap tenang dan kita percayakan situasi segera membaik dan kita mengikuti saja kebijakan juga arahan dari bapak-bapak duta besar dan otoritas setempas," pungkas Mugiyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

24 Jam Perang Iran: Ratusan Orang Tewas, Kilang Minyak Berhenti Operasi

24 Jam Perang Iran: Ratusan Orang Tewas, Kilang Minyak Berhenti Operasi

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:50 WIB

Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran

Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran

News | Senin, 02 Maret 2026 | 23:05 WIB

Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran

Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 21:17 WIB

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS

News | Senin, 02 Maret 2026 | 19:47 WIB

Kisah Memilukan Zahra, Cucu Ali Khamenei Berusia 14 Bulan Ikut Tewas dalam Serangan Udara

Kisah Memilukan Zahra, Cucu Ali Khamenei Berusia 14 Bulan Ikut Tewas dalam Serangan Udara

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×