DPR Desak Indonesia Keluar dari BoP, Dinilai Langgar Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 03 Maret 2026 | 11:04 WIB
DPR Desak Indonesia Keluar dari BoP, Dinilai Langgar Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Anggota DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah segera menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP).
  • Partisipasi dalam BoP dinilai mencederai prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif secara konstitusional.
  • Penarikan diri bertujuan menghindari risiko politik, menjaga kedaulatan, dan mencegah beban fiskal serta citra buruk.

Suara.com - Anggota DPR RI TB Hasanuddin memberikan pernyataan tegas terkait posisi Indonesia dalam kerja sama internasional Board of Peace (BoP). 

Ia menilai sebaiknya pemerintah untuk segera menarik diri dari keanggotaan tersebut guna menghindari risiko yang lebih besar terhadap integritas politik luar negeri Indonesia.

Menurutnya, bertahan dalam BoP berpotensi mencederai prinsip konstitusional politik luar negeri yang bebas dan aktif di mata internasional.

“Indonesia sudah terlanjur masuk ke dalam BoP. Namun daripada berlarut-larut dan menimbulkan persoalan yang lebih besar, sebaiknya pemerintah segera mengambil langkah untuk keluar. Ini penting demi menjaga konsistensi prinsip bebas aktif yang menjadi amanat konstitusi kita,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Selasa (3/3/2026).

TB Hasanuddin memaparkan lima alasan krusial mengapa langkah mundur ini harus segera diambil. Pertama, partisipasi Indonesia dianggap telah melukai mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia secara objektif.

"Amanat untuk turut aktif menjaga perdamaian dunia tidak tercermin apabila Indonesia menjadi bagian dari organisasi yang dinilai membiarkan terjadinya agresi militer terhadap bangsa lain, dalam hal ini invasi AS-Israel ke Iran," katanya.

Kedua, ia menyoroti minimnya ketegasan pemerintah dalam menyikapi situasi geopolitik terkini. 

"Hal ini memperkuat persepsi adanya keberpihakan Indonesia terhadap agresi tersebut dan menimbulkan kesan lemahnya komitmen terhadap penghormatan kedaulatan negara lain," tegasnya.

Ketiga, ketidaknetralan ini dikhawatirkan akan merusak hubungan emosional dan diplomatik dengan rakyat Palestina. Ia mencatat adanya potensi penolakan terhadap pengerahan TNI sebagai bagian dari International Security Force (ISF) BoP.

baca juga

"Bahkan, penolakan disebut telah muncul sejak dua pekan lalu ketika perwakilan Hamas secara terbuka menyatakan penolakan terhadap keberadaan pasukan asing di Gaza dan mengklaim telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia," ucapnya.

Keempat, terkait aspek ekonomi, TB Hasanuddin menilai alokasi anggaran untuk pasukan ISF sangat membebani fiskal negara di tengah ketidakpastian global.

"Dalam kondisi fiskal yang tengah tertekan, pemerintah diminta lebih selektif dalam penggunaan anggaran. Terlebih, dampak invasi AS-Israel ke Iran telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas fiskal Indonesia," jelasnya.

Terakhir, ia memperingatkan risiko Indonesia terjebak dalam kepentingan politik negara-negara tertentu yang justru dapat merugikan citra bangsa di masa depan.

"Kita sudah dianggap sebagai pendukung kepentingan AS dan Israel yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam menyelesaikan masalah," tambahnya.

TB Hasanuddin menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa desakan untuk keluar dari BoP bukan berarti Indonesia berhenti peduli pada perdamaian dunia. 

Langkah ini justru dianggap sebagai jalan untuk mengembalikan Indonesia pada jati dirinya sebagai negara yang independen dan teguh menghormati kedaulatan setiap bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Legislator Minta Polri Agar Usut Pengancaman Terhadap Ibu Almarhum Nizam Syafei

Legislator Minta Polri Agar Usut Pengancaman Terhadap Ibu Almarhum Nizam Syafei

DPR | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:41 WIB

MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ketua MPR Bocorkan Sikap Prabowo

MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ketua MPR Bocorkan Sikap Prabowo

Video | Senin, 02 Maret 2026 | 20:30 WIB

MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ahmad Muzani Bocorkan Sikap Prabowo

MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace, Ahmad Muzani Bocorkan Sikap Prabowo

News | Senin, 02 Maret 2026 | 15:11 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×