Jika Gagal Hadirkan Damai, HNW Minta Prabowo Cabut dari BoP

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 03 Maret 2026 | 19:49 WIB
Jika Gagal Hadirkan Damai, HNW Minta Prabowo Cabut dari BoP
Wakil Ketua MPR RI fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW). (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mempertanyakan efektivitas Board of Peace (BoP) karena eskalasi perang melibatkan negara inisiator.
  • HNW mendukung Presiden Prabowo mempertimbangkan opsi Indonesia menarik diri jika BoP menyimpang dari mandat perdamaian Palestina.
  • Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan kesiapan menarik diri dari BoP jika lembaga tersebut gagal mewujudkan tujuan utamanya.

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai efektivitas dan legitimasi moral lembaga internasional Board of Peace (BoP) kini patut dipertanyakan.

Hal ini menyusul eskalasi konflik dan perluasan perang yang justru melibatkan negara-negara inisiator lembaga tersebut. Terlebih Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

HNW mendukung agar Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan secara serius opsi untuk menarik diri dari keanggotaan BoP jika lembaga tersebut tidak lagi sejalan dengan tujuan awalnya, yakni mewujudkan perdamaian dunia dan kemerdekaan Palestina.

"BOP itu katanya untuk menghadirkan perdamaian, bahkan bukan hanya di Palestina tapi di kawasan konflik yang lain. Tapi ternyata justru sekarang justru yang menciptakan BOP justru malah mengembangkan perang. Jadi wajar bila kemudian efektivitas daripada lembaga atau badan perdamaian ini menjadi dipertanyakan," ujar HNW di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Politisi senior PKS ini mengingatkan kembali komitmen yang pernah disampaikan Presiden Prabowo dalam sejumlah pertemuan dengan tokoh agama dan pakar diplomasi.

Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan opsi untuk keluar jika BoP melenceng dari mandatnya.

"Legitimasi moralnya pun juga dipertanyakan. Dan bila demikian, kalau kemarin Pak Prabowo waktu bertemu dengan ormas-ormas Islam dan berikutnya bertemu dengan para mantan Menlu, Pak Wamenlu kan disampaikan oleh Kemenlu atau oleh Menlu bahwa Indonesia siap mengambil opsi untuk keluar dari BOP kalau ternyata BOP tidak merealisir apa yang menjadi tujuan utama," jelasnya.

HNW menekankan bahwa tujuan awal Indonesia bergabung adalah untuk menghentikan perang dan membela kemerdekaan Palestina. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya.

"Nah kalau ternyata perang malah nggak dihentikan malah diperlebar, saya kira sangat wajar bila Pak Presiden merealisasikan apa yang menjadi komitmen beliau untuk menghentikan perang, untuk kemudian masuk BOP untuk menghentikan perang, masuk BOP untuk menghadirkan perdamaian, masuk BOP untuk membela Palestina merdeka. Tapi ternyata yang terjadi justru perang malah dikobarkan di mana-mana," tegasnya.

baca juga

Desakan agar Indonesia keluar dari BoP juga semakin menguat dari berbagai elemen masyarakat. HNW mencatat sudah ada puluhan ormas dan tokoh nasional yang menandatangani petisi keberatan.

"Jadi saya kira beliau sangat sangat sangat baik untuk mempertimbangkan dengan serius, bahkan sudah lebih dari 64 tokoh, 60 ormas gitu ya yang kemudian juga menandatangani petisi untuk agar Indonesia keluar dari BOP. Saya apresiasi dengan tuntutan itu dan sangat baik bila Pak Prabowo betul-betul mempertimbangkan karena jangan sampai malah keberadaan Indonesia malah dijadikan sebagai alat stempel legitimasi untuk melebarkan perang ini gitu loh," tambahnya.

Terkait langkah Presiden Prabowo yang menawarkan diri menjadi mediator konflik secara mandiri, HNW melihat hal tersebut sebagai kembalinya jati diri politik luar negeri Indonesia yang berdaulat.

"Dan tadi posisi beliau untuk menjadi mediator tadi itu sudah menurut saya sudah di luar BOP. Karena beliau kembali menjadi seorang presiden dari negara yang berdaulat, negara yang politiknya bebas aktif, bukan anggota BOP. Karena BOP ternyata justru mengembangkan perang... bukan maaf, ternyata dengan BOP malah perang tidak berhenti justru malah menyebar ke mana-mana," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Temui Dasco, KSPSI dan KSBSI Ikrar Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo

Usai Temui Dasco, KSPSI dan KSBSI Ikrar Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:46 WIB

Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran

Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:45 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi Tutup Total Usai Serangan Drone, Layanan Darurat Dibatalkan

Kedubes AS di Arab Saudi Tutup Total Usai Serangan Drone, Layanan Darurat Dibatalkan

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:03 WIB

Penampakan Jet Pribadi Cristiano Ronaldo: Muat 19 Penumpang, Seharga Rp1 Triliun

Penampakan Jet Pribadi Cristiano Ronaldo: Muat 19 Penumpang, Seharga Rp1 Triliun

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:50 WIB

Bukan Prabowo atau Gibran, Dubes Iran Temui Jusuf Kalla Naik Mobil Mewah BMW

Bukan Prabowo atau Gibran, Dubes Iran Temui Jusuf Kalla Naik Mobil Mewah BMW

Otomotif | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:24 WIB

Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi

Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:00 WIB

OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran

OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

27 Pejabat Polri Dilantik, Kursi Kapolda Metro Jaya Justru Masih Kosong Ini Alasannya

27 Pejabat Polri Dilantik, Kursi Kapolda Metro Jaya Justru Masih Kosong Ini Alasannya

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapolri Suyudi Tancap Gas, 27 Pejabat Polri Resmi Bergeser Malam Ini

Kapolri Suyudi Tancap Gas, 27 Pejabat Polri Resmi Bergeser Malam Ini

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:50 WIB

Sambangi Kediaman Kapolri Suyudi, Komisi III DPR Titip Pesan: Benahi Oknum Arogan

Sambangi Kediaman Kapolri Suyudi, Komisi III DPR Titip Pesan: Benahi Oknum Arogan

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:35 WIB

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Tambah Pasokan BBM hingga 30 Persen

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Tambah Pasokan BBM hingga 30 Persen

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Gelandang Persib Yakin Timnas Indonesia Ukir Sejarah Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Gelandang Persib Yakin Timnas Indonesia Ukir Sejarah Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Tragis! Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Tewas, Diduga Alami Perundungan Kakak Kelas

Tragis! Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Tewas, Diduga Alami Perundungan Kakak Kelas

Jawa Tengah | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:25 WIB

10.896 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng, Kementan Perketat Pengawasan Perkebunan

10.896 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng, Kementan Perketat Pengawasan Perkebunan

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:22 WIB

×