HNW Minta Prabowo Ingatkan Donald Trump: Jika Serius dengan BoP, Hentikan Perang

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 19:58 WIB
HNW Minta Prabowo Ingatkan Donald Trump: Jika Serius dengan BoP, Hentikan Perang
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: White House)
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendukung rencana Presiden Prabowo menjadi mediator konflik AS-Iran.
  • HNW menyarankan Prabowo mengunjungi Washington menemui Donald Trump memanfaatkan pujian sebelumnya.
  • Prabowo didorong mengingatkan Trump menghentikan agresi militer demi konsistensi Board of Peace.

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

HNW menilai langkah ini merupakan pengejawantahan dari amanat konstitusi terkait politik luar negeri yang bebas dan aktif.

Ia menekankan bahwa peran mediasi ini harus dilakukan dengan posisi yang jelas demi menghadirkan perdamaian dan keadilan.

Ia juga menyarankan agar Presiden Prabowo tidak hanya mengunjungi Teheran, tetapi juga terbang ke Washington untuk bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump.

“Ya tentu secara prinsip konstitusi memang membuat penegasan ya tentang pentingnya Indonesia aktif menghadirkan perdamaian dunia. Dan keaktifan itulah yang kemudian diejawantahkan menjadi ungkapan politik bebas aktif,” ujar HNW di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, kedekatan personal dan pujian yang pernah dilontarkan Donald Trump kepada Prabowo dalam pertemuan di Washington sebelumnya merupakan modal diplomasi yang sangat berharga.

Ia berharap Prabowo menggunakan momentum tersebut untuk mengingatkan Trump agar menghentikan agresi militer.

"Pak Prabowo sangat dipuji oleh Donald Trump, dikatakan sebagai presiden yang sangat berani, termasuk beliau malah nggak mau melawan gitu kan. Nah inilah bila demikian kondisinya dan kalau itu adalah satu pujian yang tulus, ini adalah kesempatan untuk kemudian mengingatkan Donald Trump bahwa serangan ini ya harus dihentikan," tegasnya.

HNW menilai serangan militer terhadap Iran tidak hanya bertentangan dengan Piagam PBB, tetapi juga menjauhkan dunia dari tujuan utama pembentukan Board of Peace (BoP).

Ia mengkritik keras sikap AS yang justru memicu perang di tengah misi perdamaian yang mereka gaungkan sendiri melalui BoP.

"Jadi ini kesempatan Pak Prabowo untuk menyampaikan bahwa kalau memang serius dengan BOP, hentikan perang dong. Jangan malah katanya damai tapi malah justru menciptakan medan perang yang baru. Dan medan perang yang baru ini justru bukan hanya kemudian hanya terkait dengan Israel dan Iran, bahkan sekarang melebar ke kawasan teluk yang lain dan itu potensial untuk melebar ke mana-mana," lanjutnya.

Lebih lanjut, HNW mempertanyakan konsistensi Donald Trump yang diharapkan menjadi tokoh utama di balik BoP, namun saat ini justru mendukung terjadinya perang yang semakin meluas di Timur Tengah.

"Sehingga karenanya BOP menjadi dipertanyakan tentang konsistensi untuk kemudian menghadirkan perdamaian. Karena justru Donald Trump yang diharapkan menjadi panglimanya BOP-lah gitu ya, karenanya menghadirkan perdamaian menghentikan perang, justru beliau malah yang mendukung terjadinya perang ini," tuturnya.

Lebih lanjut, HNW berharap diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo tetap berada dalam koridor kepentingan nasional Indonesia dan mampu memberikan solusi nyata bagi ketegangan global saat ini.

"Jadi ini kesempatan Pak Prabowo untuk kemudian juga menyampaikan dalam konteks diplomasinya ini dengan cara-cara yang dibenarkan tentu saja, tapi tetap dalam koridor Indonesia yang bebas aktif, Indonesia yang dipercaya untuk kemudian bisa menghadirkan solusi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Gagal Hadirkan Damai, HNW Minta Prabowo Cabut dari BoP

Jika Gagal Hadirkan Damai, HNW Minta Prabowo Cabut dari BoP

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:49 WIB

Usai Temui Dasco, KSPSI dan KSBSI Ikrar Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo

Usai Temui Dasco, KSPSI dan KSBSI Ikrar Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:46 WIB

Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran

Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran

Entertainment | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:45 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi Tutup Total Usai Serangan Drone, Layanan Darurat Dibatalkan

Kedubes AS di Arab Saudi Tutup Total Usai Serangan Drone, Layanan Darurat Dibatalkan

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:03 WIB

Penampakan Jet Pribadi Cristiano Ronaldo: Muat 19 Penumpang, Seharga Rp1 Triliun

Penampakan Jet Pribadi Cristiano Ronaldo: Muat 19 Penumpang, Seharga Rp1 Triliun

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:50 WIB

Bukan Prabowo atau Gibran, Dubes Iran Temui Jusuf Kalla Naik Mobil Mewah BMW

Bukan Prabowo atau Gibran, Dubes Iran Temui Jusuf Kalla Naik Mobil Mewah BMW

Otomotif | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:24 WIB

Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi

Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:21 WIB

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:19 WIB

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:07 WIB

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB

Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M

Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo

Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:51 WIB

Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS

Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:42 WIB

Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya

Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:27 WIB

KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA

KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:22 WIB

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:17 WIB