Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:21 WIB
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
Rudal Brahmos buatan India-Rusia yang bakal dibeli Indonesia. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Rencana Indonesia mengakuisisi rudal supersonik BrahMos senilai Rp5,9 triliun memunculkan kekhawatiran potensi sanksi Amerika Serikat melalui CAATSA karena keterlibatan Rusia dalam perusahaan pembuatnya.
  • Pakar Keamanan Internasional UMY, Sugeng Riyanto, menilai Indonesia memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan kebijakan pertahanan dan memilih alutsista dari negara mana pun.
  • Ia juga menilai ancaman sanksi dari AS tidak perlu dikhawatirkan berlebihan karena pasar transfer senjata global kini semakin terbuka dan hubungan diplomatik kedua negara masih terjaga baik.

Suara.com - Langkah Pemerintah Indonesia mengakuisisi rudal supersonik BrahMos senilai Rp5,9 triliun memicu kekhawatiran akan munculnya sanksi dari Amerika Serikat melalui instrumen Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

Kekhawatiran itu muncul mengingat Rusia memegang 49,5 persen saham di perusahaan pengembang rudal tersebut, BrahMos Aerospace.

Menanggapi kemungkinan tersebut, Pakar Keamanan Internasional dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sugeng Riyanto, menilai bahwa Indonesia memiliki kedaulatan penuh dalam menentukan arah kebijakan pertahanan, termasuk dalam memilih dan membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Ia menilai pembelian alutsista dari berbagai negara merupakan hal yang wajar. Selama ini Indonesia juga menjalin kerja sama pertahanan dengan sejumlah negara, mulai dari Amerika Serikat, Rusia, Prancis hingga Turki.

"Ya, sekarang itu kan transfer senjata sangat terbuka. Indonesia saya rasa punya kemerdekaan untuk memilih dari mana yang dia mau," kata Sugeng kepada Suara.com, Jumat (13/3/2026).

Dosen Hubungan Internasional (HI) UMY tersebut menjelaskan bahwa pilihan Indonesia melirik peluru kendali supersonik merupakan langkah yang logis di era modern.

Menurut Sugeng, dominasi teknologi peluru kendali pada abad ke-21 menjadi salah satu kunci dalam strategi pertahanan. Sistem senjata tersebut dinilai mampu menjangkau sasaran jarak jauh dengan risiko minimal bagi personel militer.

"Salah satu model senjata terbaik pada abad ke-20 dan abad ke-21 ini masih didominasi oleh senjata dengan model peluru kendali, karena kita bisa menjangkau jarak yang sangat jauh tanpa ada korban dari pihak penyerangnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sugeng menilai ancaman sanksi dari Amerika Serikat kemungkinan besar tidak akan berdampak ekstrem terhadap Indonesia.

baca juga

Hal ini mengingat pasar transfer senjata global saat ini bersifat sangat terbuka dan independen, kecuali jika terdapat perjanjian bilateral tertentu yang sangat mengikat antarnegara.

"Saya rasa Amerika juga akan berpikir jika ingin memberikan sanksi macam-macam. Sekali lagi, sekarang transfer senjata itu sangat bebas, sangat independen, dan sangat terbuka," ucapnya.

Terkait kekhawatiran bahwa Indonesia bisa mengalami tekanan politik berat atau bahkan "di-Venezuela-kan" oleh Amerika Serikat akibat pilihan alutsista yang tidak sejalan dengan kepentingan Washington, Sugeng menilai spekulasi tersebut terlalu berlebihan.

Ia menilai hubungan diplomatik antara pimpinan kedua negara saat ini masih berada dalam kondisi yang baik.

"Terlalu jauh kalau Amerika akan me-Maduro-kan Indonesia atau me-Maduro-kan Prabowo. Itu terlalu jauh," tegasnya.

Sugeng menambahkan, tidak ada alasan fundamental bagi Amerika Serikat untuk mengambil langkah represif terhadap kepemimpinan di Indonesia.

Ia merujuk pada pertemuan yang berlangsung baik antara Presiden Indonesia dengan Donald Trump belum lama ini sebagai indikator bahwa hubungan bilateral kedua negara tetap stabil, meskipun Indonesia melakukan diversifikasi sumber alutsista.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat

Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 23:25 WIB

Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus

Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 22:42 WIB

Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran

Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 21:00 WIB

Terkini

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

GoTo Raup Laba Rp441 Miliar, Bisnis GoPay Tumbuh 304 Persen

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:54 WIB

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

5 Benda Pembawa Hoki yang Wajib Ada di Dompet Shio Babi agar Rezeki Tidak Seret

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Tampil Pede! 5 Plump Lip Gloss untuk Bibir Penuh dan Berkilau

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

Anak-anak di Muara Angke Harus Digendong Terobos Banjir Rob saat Berangkat Sekolah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Tanggal Lahir Ungkap Peran Rahasia dan Pelajaran Hidup yang Harus Anda Bawa ke Keluarga

Tanggal Lahir Ungkap Peran Rahasia dan Pelajaran Hidup yang Harus Anda Bawa ke Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:48 WIB

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Bahasa Indonesia Mendunia, tapi Gagal di Pasar Kerja? Ini PR Besarnya!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Pembalut Kena Pajak, di Mana Letak Keadilan bagi Perempuan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Ada Perbaikan Lapangan, Persija Jakarta Dipastikan Tak Bisa Pakai SUGBK Sampai April 2027

Ada Perbaikan Lapangan, Persija Jakarta Dipastikan Tak Bisa Pakai SUGBK Sampai April 2027

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:43 WIB

×