- Arus mudik Lebaran mulai terasa di Stasiun Pasar Senen, di mana pemudik seperti Deni menempuh perjalanan jauh dari Kalimantan menuju Cirebon.
- Deni harus memesan tiket kereta api Brantas jauh hari sebelumnya, bahkan harus terjaga hingga dini hari demi mengamankan kursi keberangkatan.
- Harto memanfaatkan program "Mudik Aman Berbagi Harapan 2026" dari Jasa Raharja yang menyediakan perjalanan kereta api gratis menuju Surabaya.
Suara.com - Suasana arus mudik mulai terasa di Stasiun Pasar Senen. Sejumlah calon penumpang tampak memadati area keberangkatan untuk pulang ke kampung halaman menjelang Lebaran.
Sebagian di antaranya bahkan menempuh perjalanan panjang sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api.
Perjuangan Deni: Transit dari Kalimantan demi Cirebon
Salah satu pemudik, Deni Hari, membagikan kisahnya yang harus menempuh perjalanan jauh.
Deni yang bekerja di Kalimantan sengaja mengambil rute transit menggunakan pesawat menuju Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Cirebon menggunakan kereta api.
Bagi Deni, mudik tahun ini terasa sangat spesial. Pasalnya, ia sudah tiga tahun tidak merasakan suasana Lebaran di kampung halaman.
"Ini Lebaran ketiga ya, baru dapat Lebaran di kampung lagi. Jadi dari 2023 (masa kerja) baru Lebaran ini pulang," ujar Deni saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026).
Untuk memastikan diri tidak kehabisan tiket, Deni mengaku sudah memesan tiket kereta api Brantas sejak satu bulan yang lalu. Ia bahkan harus terjaga hingga dini hari demi mengamankan kursi.
"Satu bulan yang lalu mesennya, jam 1 malam baru dapat. Bukan biar murah, tapi biar kebagian saja," tambahnya.
Setelah lama tidak pulang kampung, Deni mengaku paling merindukan suasana berkumpul bersama keluarga. Ia berharap perjalanan mudiknya berjalan lancar dan tidak terlalu padat. Menurutnya, kondisi di stasiun saat ini terlihat lebih ramai dibanding biasanya.
“Yang paling dirindukan ya suasananya aja sih, ketemu keluarga,” ujarnya.
Berkah Mudik Gratis Jasa Raharja
Berbeda dengan Deni, Harto, seorang warga Pasar Minggu yang hendak mudik ke Surabaya, merasakan pengalaman yang lebih terorganisir melalui program "Mudik Aman Berbagi Harapan 2026". Program ini merupakan inisiasi dari BUMN Jasa Raharja untuk masyarakat umum.
Harto yang berangkat menggunakan KA Kertajaya Ekonomi tampak mengenakan seragam kaos khusus dari penyelenggara berwarna putih. Ia menjelaskan bahwa seluruh biaya perjalanannya digratiskan.
"Ini dari masyarakat umum. Sudah gratis, dikasih baju, ya kita pakai saja. Ini satu rangkaian kereta dikarter, sekitar 13 sampai 15 gerbong khusus buat mudik (gratis)," jelas Harto dengan antusias.
Menurut Harto, kereta api tetap menjadi pilihan utama karena ketepatan waktunya, meskipun di masa angkutan Lebaran. Ia juga memuji pengelolaan Stasiun Pasar Senen yang dinilainya semakin tertib dari tahun ke tahun.
"Makin tahun makin tertib ya. Kalau kurang pasti ada, tidak ada yang sempurna, tapi arahnya sudah lebih baik," ungkapnya.
Harapan Pemudik
Meski memiliki pengalaman yang berbeda, baik Deni maupun Harto memiliki harapan yang sama, yaitu perjalanan yang nyaman dan selamat sampai tujuan untuk melepas rindu bersama keluarga.
Kerinduan akan suasana kampung dan pertemuan dengan orang tua menjadi motor penggerak bagi jutaan pemudik tahun ini.
Arus mudik di Stasiun Pasar Senen diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada beberapa hari menjelang Idulfitri. Pihak stasiun mengimbau penumpang untuk datang lebih awal guna menghindari kepadatan di area boarding. (Dinda Pramesti)