Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Maret 2026 | 17:37 WIB
Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru
Senjata laser Angkatan Laut AS yang dipasang di kapal perang USS Ponce di Teluk Persia (Screenshot Facebook US Navy).
baca 10 detik
  • Iran mengancam sebar ranjau laut di Teluk Persia jika wilayah pesisirnya diserang musuh.

  • Blokade jalur maritim ini dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu.

  • Gangguan di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga minyak dunia secara signifikan saat ini.

Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah munculnya peringatan keras dari Teheran Iran.

Pemerintah Iran secara terbuka mengancam akan menyebar ranjau laut di seluruh area Teluk Persia.

Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons jika Amerika Serikat serta Israel berani menyerang wilayah pesisir.

Bukan hanya pantai, perlindungan ketat juga akan dilakukan terhadap pulau-pulau milik Iran dari agresi luar.

Pihak Teheran menegaskan bahwa aksi pertahanan ini bakal memutus total akses perairan yang sangat vital.

Dewan Pertahanan Nasional Iran memberikan pernyataan resmi terkait rencana pemasangan alat peledak bawah air tersebut.

Laporan ini pertama kali disebarluaskan oleh kantor berita Fars melalui saluran komunikasi resmi pemerintah mereka.

Dewan Pertahanan Nasional Iran mengatakan bahwa setiap upaya oleh "musuh" untuk menargetkan pantai atau pulau-pulau Iran akan menyebabkan pemasangan ranjau di jalur akses dan jalur komunikasi di seluruh Teluk.

Peringatan ini menunjukkan kesiapan militer Iran dalam menghadapi segala bentuk tekanan dari negara-negara Barat.

baca juga

Seluruh jalur navigasi di Teluk Persia diprediksi akan lumpuh total jika ancaman ini benar dilaksanakan.

Iran mengklaim telah menyiapkan berbagai varian teknologi ranjau laut untuk mengamankan kedaulatan wilayah air mereka.

Salah satu yang paling diwaspadai adalah ranjau terapung yang memiliki daya hancur luar biasa terhadap kapal.

Dikatakan bahwa langkah-langkah tersebut akan mencakup berbagai jenis ranjau laut, termasuk ranjau terapung yang dapat diluncurkan dari pantai.

Peluncuran ranjau ini bahkan bisa dilakukan langsung dari garis pantai tanpa harus menunggu kapal penabur.

Efek domino dari strategi ini diperkirakan akan menciptakan kekacauan lalu lintas laut dalam waktu lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB

Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit

Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:38 WIB

Terkini

Mulai Turun di Sebagian Wilayah, Ini Doa saat Musim Hujan

Mulai Turun di Sebagian Wilayah, Ini Doa saat Musim Hujan

Video | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Bayi Terapung yang Menjadi Wali: Menyelami Kisah Sunan Giri Lewat Saga dari Samudra

Bayi Terapung yang Menjadi Wali: Menyelami Kisah Sunan Giri Lewat Saga dari Samudra

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Abaikan Peringkat Pertama, DPR Dikritik Tak Transparan Pilih PAW Ombudsman RI

Abaikan Peringkat Pertama, DPR Dikritik Tak Transparan Pilih PAW Ombudsman RI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Yonyou Network Indonesia Bagikan Pengalaman Lokalisasi ERP di Ajang DTI Series 2026

Yonyou Network Indonesia Bagikan Pengalaman Lokalisasi ERP di Ajang DTI Series 2026

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Temui Presiden Prabowo di Istana, Kepala BRIN Pamer Sepatu Inovasi Lokal Harga Rp75 Ribu

Temui Presiden Prabowo di Istana, Kepala BRIN Pamer Sepatu Inovasi Lokal Harga Rp75 Ribu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:25 WIB

5 Sepeda Lipat Murah untuk Bike to Work, Praktis dan Nyaman Dipakai ke Kantor

5 Sepeda Lipat Murah untuk Bike to Work, Praktis dan Nyaman Dipakai ke Kantor

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Berani Tampil Beda: Haruskah Penampilan Menentukan Kepercayaan Diri?

Berani Tampil Beda: Haruskah Penampilan Menentukan Kepercayaan Diri?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:25 WIB

3 Body Lotion Pemutih yang Bagus dan Aman BPOM, Kulit Tampak Cerah Seketika

3 Body Lotion Pemutih yang Bagus dan Aman BPOM, Kulit Tampak Cerah Seketika

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone

Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone

Sulsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Kasus Bansos Beras, Kakak Hary Tanoe Dipanggil Penyidik KPK

Kasus Bansos Beras, Kakak Hary Tanoe Dipanggil Penyidik KPK

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:21 WIB

×