Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB
Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?
Selat Hormuz (Suara.com)
baca 10 detik
  • Jepang pertimbangkan kirim pasukan penyapu ranjau ke Selat Hormuz pasca gencatan senjata tercapai.

  • Menlu Motegi menegaskan teknologi militer Jepang sangat mumpuni untuk membantu pembersihan wilayah perairan.

  • Satu warga Jepang di Iran telah dibebaskan dan pemerintah upayakan pembebasan jurnalis NHK.

Suara.com - Pemerintah Jepang mulai membuka suara mengenai kemungkinan keterlibatan militer mereka di wilayah Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memberikan pernyataan penting mengenai situasi di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil menyusul ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan juga pihak Iran.

Jepang melihat adanya peluang pengiriman Pasukan Bela Diri atau SDF ke area konflik tersebut.

Namun pengiriman personel militer ini hanya akan dilakukan jika kesepakatan damai sudah resmi disepakati.

"Teknologi penyapuan ranjau Jepang berada di tingkat teratas di dunia," kata Motegi dalam sebuah program televisi.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Tokyo memiliki kapabilitas teknis yang sangat mumpuni untuk membantu dunia.

Jepang merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan jalur pelayaran internasional tetap aman digunakan.

Ranjau laut yang tersebar akibat perang menjadi fokus utama yang ingin diatasi oleh pemerintah.

baca juga

Keberadaan benda berbahaya tersebut sangat mengganggu arus logistik di perairan strategis yang sangat vital.

"Katakanlah (pihak-pihak telah mencapai) gencatan senjata, dan jika ranjau menjadi penghalang, kita mungkin perlu mempertimbangkannya," tambahnya.

Konteks pembicaraan ini merujuk langsung pada potensi operasional SDF di wilayah perairan internasional tersebut.

Motegi sebelumnya mendampingi Perdana Menteri Sanae Takaichi saat melakukan pertemuan tingkat tinggi di Washington.

Pertemuan dengan pihak Amerika Serikat tersebut membahas banyak hal mengenai batasan hukum militer Jepang.

Presiden Donald Trump dikabarkan memahami posisi Jepang yang terikat oleh aturan konstitusi yang cukup ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:37 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:05 WIB

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:00 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:59 WIB

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:56 WIB

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 18:51 WIB

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:50 WIB

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:47 WIB

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:45 WIB

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 18:40 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:39 WIB

×