Siapa Sarah Mullally? Mantan Perawat yang Jadi Perempuan Pertama Pimpin Gereja Inggris

Galih Prasetyo | Suara.com

Kamis, 26 Maret 2026 | 18:22 WIB
Siapa Sarah Mullally? Mantan Perawat yang Jadi Perempuan Pertama Pimpin Gereja Inggris
Sarah Mullally resmi dilantik sebagai Uskup Agung Canterbury, menandai sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin Gereja Inggris. [Istimewa]
  • Sarah Mullally resmi dilantik sebagai Uskup Agung Canterbury perempuan pertama pada Rabu (26/3/2026) di Canterbury Cathedral.
  • Mullally menyerukan perdamaian global di wilayah konflik serta berkomitmen pada keadilan dan kebenaran dalam pelayanannya.
  • Pelantikan bersejarah ini menunjukkan tantangan internal gereja serta ketegangan antara faksi progresif dan konservatif Anglikan.

Suara.com - Sarah Mullally resmi dilantik sebagai Uskup Agung Canterbury, menandai sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin Gereja Inggris.

Pelantikan berlangsung di Canterbury Cathedral, Rabu (26/3/2026) waktu setempat, di hadapan sekitar 2.000 tamu.

Mantan perawat berusia 63 tahun itu duduk di kursi bersejarah abad ke-13, Chair of St Augustine.

Sejumlah tokoh penting hadir, termasuk Pangeran William dan sang istri putri Catherine, serta PM Keir Starmer.

“Saat saya memulai pelayanan ini, saya kembali berkata kepada Tuhan, ‘Di sinilah saya’,” ujarnya di hadapan jemaat seperti dilansir dari Aljazeera.

Sarah Mullally juga menyerukan perdamaian global. Ia berdoa agar perdamaian dapat menang di wilayah konflik seperti Timur Tengah, Ukraina, Sudan, dan Myanmar.

Sarah Mullally resmi dilantik sebagai Uskup Agung Canterbury, menandai sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin Gereja Inggris. [Istimewa]
Sarah Mullally resmi dilantik sebagai Uskup Agung Canterbury, menandai sejarah baru sebagai perempuan pertama yang memimpin Gereja Inggris. [Istimewa]

Meski telah resmi menjabat sejak Januari 2026, seremoni ini menjadi simbol dimulainya kepemimpinannya di hadapan publik.

Mullally kini menjadi pemimpin spiritual Komuni Anglikan global yang memiliki sekitar 85 juta umat.

Mullally tak menutup mata terhadap masa lalu gereja Inggris.

Ia menyinggung kegagalan perlindungan internal yang memicu mundurnya pendahulunya, Justin Welby, pada 2024.

“Kita harus tetap berkomitmen pada kebenaran, belas kasih, keadilan, dan tindakan,” tegasnya.

Prosesi pelantikan Mullally sarat pesan penuh makna.

Mullally mengetuk pintu barat katedral sebelum masuk, mengenakan jubah dengan pengait yang terinspirasi dari sabuknya saat bekerja di layanan kesehatan nasional Inggris.

Mullally juga mengenakan cincin bersejarah pemberian Paus Paul VI kepada Michael Ramsey pada 1966.

Simbol itu mencerminkan membaiknya hubungan Anglikan dan Katolik sejak perpecahan era Henry VIII.

Uskup Philip Mounstephen menyebut momen ini sebagai tonggak penting.

“Ini menandakan perubahan besar dalam kehidupan gereja,” katanya.

Namun, kepemimpinan Mullally tidak lepas dari tantangan.

Penunjukannya sempat dikritik kelompok konservatif seperti Global Anglican Future Conference yang menolak kepemimpinan perempuan dan isu pemberkatan sesama jenis.

Ketegangan antara kelompok progresif dan konservatif di tubuh Anglikan masih terasa. Meski begitu, Mullally menekankan pentingnya persatuan.

“Kami adalah keluarga dengan akar yang sama, meski memiliki keragaman besar,” ujarnya.

Perjalanan Mullally menuju puncak gereja terbilang unik. Mullally memulai karier sebagai perawat sebelum akhirnya beralih ke pelayanan gereja.

Lahir di Woking, Inggris, pada 26 Maret 1962, Mullally sempat menjabat Chief Nursing Officer Inggris pada 1999.

Mullally bahkan menjadi orang termuda yang memegang posisi tersebut, sebelum memutuskan fokus penuh pada pelayanan gereja pada 2004.

Karier gerejanya berkembang pesat sejak ditahbiskan sebagai imam pada 2002.

Mullally kemudian menjadi Uskup Crediton pada 2015 dan mencetak sejarah lagi sebagai Uskup London perempuan pertama pada 2018.

Pada 2026, Mullally resmi menggantikan Justin Welby sebagai Uskup Agung Canterbury.

Dengan jabatan itu, Mullally juga otomatis menjadi anggota House of Lords Inggris sebagai Lord Spiritual.

Mullally dikenal memiliki pandangan inklusif, termasuk dalam isu LGBT dan peran perempuan di gereja.

Meski demikian, Mullally tetap berupaya menjaga keseimbangan di tengah perbedaan tajam antara kelompok progresif dan konservatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kardinal Suharyo Soroti Kerusakan Hutan: Negara Kaya Merusak, Rakyat Miskin Menanggung

Kardinal Suharyo Soroti Kerusakan Hutan: Negara Kaya Merusak, Rakyat Miskin Menanggung

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 17:21 WIB

Uskup Agung Katedral: Gereja Harus Berani Bersuara Soal Persoalan Bangsa

Uskup Agung Katedral: Gereja Harus Berani Bersuara Soal Persoalan Bangsa

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:40 WIB

Pesan Natal Uskup Agung: Rawat Alam, Jangan Biarkan Rakyat Jadi Korban

Pesan Natal Uskup Agung: Rawat Alam, Jangan Biarkan Rakyat Jadi Korban

News | Kamis, 25 Desember 2025 | 12:16 WIB

Meghan Markle Bikin Geram Pangeran William: Video di Terowongan Diana Jadi Sorotan!

Meghan Markle Bikin Geram Pangeran William: Video di Terowongan Diana Jadi Sorotan!

Your Say | Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:54 WIB

Sepupu Pangeran William Ditemukan Tewas dengan Senjata Api di Sampingnya

Sepupu Pangeran William Ditemukan Tewas dengan Senjata Api di Sampingnya

Entertainment | Selasa, 22 Juli 2025 | 08:35 WIB

Terkini

Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:34 WIB

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:27 WIB

5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas

5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:19 WIB

Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:47 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:44 WIB

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:11 WIB

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:06 WIB

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:45 WIB

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:30 WIB

99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB