Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

Bella

Kamis, 26 Maret 2026 | 18:48 WIB
Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel
Momen Donald Trump meminta Prabowo memegangi dokumen Board of Peace. (YouTube/ The White House)
baca 10 detik
  • KPK mengalihkan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai strategi percepatan penyidikan perkara korupsi haji.
  • Keputusan pengalihan penahanan Yaqut dari Rutan menjadi tahanan rumah adalah keputusan lembaga melalui rapat ekspos.
  • Yaqut ditahan KPK mulai 12 Maret 2026 dalam kasus dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan haji tahun 2023–2024.

Suara.com - Pakar Politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Yon Machmudi, Ph.D., mengkritik keras posisi diplomasi Indonesia dalam menyikapi agresi yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Yon menyarankan agar pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas, bahkan jika harus menarik diri dari keanggotaan di badan atau aliansi tertentu, seperti Board of Peace (BOP), apabila keberadaan Indonesia di sana tidak memberikan dampak optimal bagi perdamaian.

"Saya kira pemerintah Indonesia itu harus membaca betul apa yang terjadi sekarang, harus dikaji dampaknya, termasuk juga apakah posisi di BOP itu bisa optimal atau tidak. Kalau tidak optimal kemudian ada di bayang-bayang Amerika dan Israel, lebih baik kita untuk mundur, cabut gitu ya," tegas Yon, dikutip pada Kamis (26/3/2026).

Dilema Psikologis dan Masalah Ketegasan

Prof. Yon menilai posisi Indonesia dalam suatu badan internasional yang melibatkan aktor besar seperti Amerika Serikat dan Israel berpotensi memengaruhi ketegasan sikap pemerintah secara psikologis.

Ia menekankan pentingnya konsolidasi penyeimbang di dalam forum tersebut agar tetap optimal, dengan mendorong kerja sama bersama negara-negara Arab dan dunia Islam yang memiliki misi jelas serta batasan tegas.

"Kalau memang optimal di BOP, harus ada penyeimbang. Bisa nggak Israel dan Amerika dikontrol, gitu ya, bergabung dengan negara Arab dan dunia Islam yang lain yang ada di situ, tetapi punya misi yang jelas dan tahu bahwa kalau ini enggak boleh dilakukan, ini adalah redline-nya," ujarnya.

Menurutnya, negara-negara Arab memiliki kekuatan ekonomi besar yang dapat menjadi instrumen tekanan terhadap AS, terutama melalui komitmen investasi bernilai tinggi. Negara-negara tersebut memiliki daya tawar ekonomi yang sangat besar yang seharusnya dapat digunakan sebagai instrumen kontrol politik.

Berbeda dengan Indonesia yang, jika dilihat, jauh lebih kecil secara nilai ekonomi di mata AS, sehingga keberanian diplomatik menjadi kunci utama.

“Sementara kita diminta 1 miliar saja sudah mikirnya besar, gitu… Harusnya secara smart itu digunakan. Pedagang itu kan harus datang kepada pembeli, bukan pembeli disuruh datang ke pedagang,” jelas Yon.

baca juga

Di akhir pernyataannya, Yon menekankan bahwa diplomasi Indonesia tidak boleh lagi dipersepsikan sebagai pengekor kepentingan Barat. Indonesia harus memiliki kemandirian dan harga diri di kancah internasional.

"Indonesia merapatnya harus mulai jelas sebagai daya tekan terhadap Amerika agar tidak dipersepsikan mengekor atau tunduk kepada Amerika. Kebanggaan dan kehormatan ini yang harus kita jaga agar tidak seterusnya diatur oleh Amerika," pungkas Yon.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:30 WIB

Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini

Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:03 WIB

AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump

AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:47 WIB

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba

Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:21 WIB

Pemimpin Hizbullah: Tak Ada Damai untuk Israel, Kami Akan Terus Bertempur!

Pemimpin Hizbullah: Tak Ada Damai untuk Israel, Kami Akan Terus Bertempur!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:13 WIB

Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini

Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:39 WIB

Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran

Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 12:27 WIB

Angelina Jolie Bagikan Surat dari Perempuan di Gaza, Ingin Dunia Tak Lepaskan Perhatian

Angelina Jolie Bagikan Surat dari Perempuan di Gaza, Ingin Dunia Tak Lepaskan Perhatian

Video | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:00 WIB

Netanyahu Sentil Trump soal Iran, Hubungan AS-Israel Memanas

Netanyahu Sentil Trump soal Iran, Hubungan AS-Israel Memanas

Video | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi

Aplikasi Hot 51 Dibongkar, Isinya Judi Online dan Live Streaming Pornografi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:15 WIB

TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu

TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:06 WIB

KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'

KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:00 WIB

Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287  Warga Asing

Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:47 WIB

Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!

Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:44 WIB

Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!

Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:35 WIB

Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda

Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:25 WIB

Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!

Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:20 WIB

Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi

Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:03 WIB

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:02 WIB