Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber

Bella | Suara.com

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:00 WIB
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
Profil Rudal AD-08 Majid Iran Penjatuh Pesawat Canggih F-35, Pantas Amerika Serikat Ketar-ketir (Times of Islamabad)
  • Iran berhasil bertahan melawan gempuran AS-Israel melalui strategi perang asimetris dan penguatan karakter nasional.
  • AS menyerang target strategis masif, sementara Israel fokus melumpuhkan sumber daya intelektual musuh secara spesifik.
  • Indonesia perlu memperkuat karakter bangsa, literasi digital, serta membenahi sistem pertahanan dan intelijen negara.

Suara.com - Konflik di Timur Tengah antara koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel melawan Iran memberikan banyak pelajaran berharga bagi Indonesia. Di tengah gempuran militer berteknologi tinggi (high-tech) dari Barat, Iran mampu bertahan berkat kekuatan karakter nasional (character building) dan strategi perang asimetris yang kuat.

Pengamat intelijen dan keamanan nasional, Dr. Stepi Anriani, menyoroti bagaimana perbedaan ideologi dan karakter bangsa memengaruhi strategi perang masing-masing negara.

Stepi mengawali analisisnya dengan membedah karakteristik operasi militer ketiga negara tersebut. Menurutnya, AS dengan sejarah panjang perang sipil dan kebesaran bangsanya cenderung melakukan operasi yang menargetkan hal-hal strategis berskala masif.

"Ketika kita lihat yang disasar (AS) dalam operasi Epic Fury itu adalah hal-hal strategis. Sekitar 4.500 titik (pangkalan militer) disasar, denuklirisasi, hingga rudal. Pokoknya hal-hal strategis yang merepresentasikan kebesaran Amerika," jelas Stepi dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, pada Kamis (26/3/2026).

Sebaliknya, operasi "Roaring Lion" yang dilancarkan Israel memiliki pendekatan yang lebih spesifik dan mematikan. Stepi menjelaskan bahwa intelijen Israel, seperti Mossad dan Shin Bet, dibentuk dengan mentalitas melindungi bangsanya. Oleh karena itu, target operasi mereka bukanlah fasilitas fisik semata, melainkan otak di balik kekuatan musuh.

"Yang disasar Israel itu periset, penemu, orang-orang pintar, profesor yang bikin rudal dan nuklir. Jadi yang disasar adalah hal-hal kecil, tapi melumpuhkan dan mematikan," ungkapnya.

Stepi juga menegaskan pentingnya membedakan antara Yahudi dan Zionis, karena tidak semua orang Yahudi mendukung agresi militer Israel.

Daya Tahan Iran dan Senjata Murah Mematikan

Di sisi lain, Iran menunjukkan strategi bertahan yang luar biasa lewat operasi True Promise. Alih-alih meladeni peperangan simetris, Iran memilih bertahan secara solid dari gempuran musuh, layaknya formasi bertahan total dalam sepak bola.

"Kami harus bertahan di tengah tekanan dan gempuran. Kalau main bola itu seperti (formasi) 4-4-2, bertahan tapi paten," ujar Stepi.

Kekuatan Iran tidak bertumpu pada alutsista mahal buatan Barat. Teheran justru mengembangkan persenjataan mandiri dengan biaya yang jauh lebih murah (low-cost), namun memiliki daya hancur tinggi.

"Dia bikin persenjataan tidak high-cost. Mungkin kalau dirupiahkan hanya Rp30 juta atau Rp50 juta, tapi bisa menghantam (aset) yang ratusan miliar. Bagaimana (Israel) tidak panik?" paparnya.

Kekuatan Iran ini sangat dipengaruhi oleh pembangunan karakter nasional yang ditanamkan oleh para pemimpinnya, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini terlihat dari video viral yang menunjukkan kearifan Khamenei saat berinteraksi dengan anak-anak Iran, yang lebih memikirkan nilai-nilai spiritual ketimbang materialistik.

Vibrasi kesederhanaan dan ketokohan Khamenei bahkan mampu memicu simpati global, termasuk dari masyarakat Indonesia.

Tiga Catatan Penting untuk Indonesia

Melihat dinamika perang generasi keenam yang melibatkan siber, artificial intelligence (AI), dan proksi ini, Stepi merumuskan tiga catatan penting yang harus segera dibenahi oleh Indonesia.

Pertama, perlunya memperkuat character building dan nasionalisme generasi muda berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Kedua, meningkatkan literasi digital agar masyarakat tidak mudah termakan hoaks dan disinformasi (perang informasi) yang sengaja dihembuskan di media sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:41 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi

Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:27 WIB

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

Bongkar Strategi Iran Lawan AS-Israel, Pengamat: Tak Perlu Menang, Bertahan Saja Sudah Sukses

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:52 WIB

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

Donald Trump Klaim Ditawari Iran Jadi Ayatollah: Tapi Saya Tolak

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:51 WIB

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

Prof Yon: Indonesia Lebih Baik Mundur dari BOP Jika Hanya Jadi Bayang-bayang Amerika dan Israel

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:48 WIB

Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

Israel Klaim Tewaskan Kepala Staf AL IRGC Iran di Kota Dekat Selat Hormuz

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:30 WIB

Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat

Bukan ke Iran! Jubir Bongkar Agenda Asli JK di Tengah Video Viral Dalam Pesawat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:29 WIB

Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini

Pertemuan Trump-Xi Pada Mei Dianggap Tanda Berakhirnya Perang, Gedung Putih Bilang Begini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:03 WIB

Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total

Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:58 WIB

Terkini

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:59 WIB

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:43 WIB

Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!

Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:30 WIB

Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam

Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:28 WIB

Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini

Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:22 WIB

Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung

Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:19 WIB

Mendagri-Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis

Mendagri-Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:19 WIB

Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis

Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:01 WIB

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:58 WIB