PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

Vania Rossa | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:32 WIB
PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik
Gus Yahya bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi, di Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Dok. PBNU)
  • Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, tegaskan solidaritas kepada bangsa Iran menghadapi agresi Amerika Serikat dan Israel.
  • Pernyataan sikap disampaikan saat pertemuan dengan Dubes Iran di Jakarta pada Jumat (27/3/2026) oleh Gus Yahya.
  • PBNU mendorong pemerintah Indonesia intensif komunikasi serta akan terus menyuarakan kampanye perdamaian global.

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya secara tegas menyatakan solidaritas terhadap bangsa Iran yang tengah menghadapi agresi dari Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Gus Yahya saat melakukan pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi, di Jakarta pada Jumat (27/3/2026).

Gus Yahya hadir di kediaman Duta Besar Iran didampingi oleh Ketua PBNU Rumadi serta dua Wasekjen PBNU, Ginanjar Sya’ban dan Najib Azca.

Pertemuan yang bertepatan dengan momentum halal bihalal Idul Fitri tersebut menjadi ruang bagi kedua belah pihak untuk bertukar pandangan mengenai eskalasi situasi terkini di Iran.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas penderitaan rakyat di negeri mullah akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan.

“Hati dan jiwa kami bersama bangsa Iran,” ujarnya dalam keterangan pers yang disiarkan Sabtu (28/3/2026).

Gus Yahya menilai, dampak destruktif dari peperangan tidak hanya mengoyak internal Iran, tetapi juga telah merembet ke berbagai negara lain termasuk Indonesia.

Menyikapi situasi tersebut, pucuk pimpinan kaum nahdliyin ini mendorong pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah taktis melalui komunikasi intensif dengan pihak Iran.

“Saya mendorong adanya komunikasi yang intensif antara pemerintah Indonesia dan Iran untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan dari perang ini,” katanya.

Gus Yahya menekankan bahwa konflik ini bukan sekadar persoalan kemanusiaan, melainkan ancaman nyata terhadap tatanan dunia dan hak kemerdekaan setiap bangsa di masa depan.

Ia memastikan bahwa Nahdlatul Ulama akan tetap tegak lurus dalam menyuarakan perdamaian di level internasional guna memulihkan stabilitas global.

“Kampanye perdamaian dan stop perang akan terus menerus disuarakan NU. Ketertiban dunia harus segera dipulihkan,” tegas Gus Yahya.

Selain diplomasi, PBNU juga menyatakan komitmennya untuk menggalang aksi solidaritas nyata demi meringankan beban masyarakat Iran yang terdampak langsung oleh konflik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:24 WIB

Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia

Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:24 WIB

Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?

Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:56 WIB

Terkini

Pencurian Ternak Modus Tembak dan Kuliti Sapi Bikin Geger Kupang! Pelaku Aparat Desa hingga ABH

Pencurian Ternak Modus Tembak dan Kuliti Sapi Bikin Geger Kupang! Pelaku Aparat Desa hingga ABH

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:32 WIB

Ada Bazar di Monas, KA Keberangkatan Gambir Bakal Berhenti di Jatinegara

Ada Bazar di Monas, KA Keberangkatan Gambir Bakal Berhenti di Jatinegara

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:24 WIB

BGN Tindak Tegas! SPPG di Nabire Dibekukan Usai Mobil MBG Dipakai Angkut Sampah

BGN Tindak Tegas! SPPG di Nabire Dibekukan Usai Mobil MBG Dipakai Angkut Sampah

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:54 WIB

Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama

Arus Balik Tahap 2 Dipantau Ketat! Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional Kalikangkung-Cikatama

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:11 WIB

Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini

Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:58 WIB

Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini

Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:51 WIB

Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik

Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:35 WIB

Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026

Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:32 WIB

Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT

Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:03 WIB

Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:56 WIB