Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Erick Tanjung, Faqih Fathurrahman

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB
Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat
Wakil Ketua Partai Golkar, Idrus Marham. (Suara.com/Faqih)
baca 10 detik
  • Idrus Marham meminta penjelasan komprehensif mengenai kebijakan strategis Presiden Prabowo yang sering tidak dipahami masyarakat.
  • Kabinet dan juru bicara wajib mengomunikasikan narasi kebijakan secara sistematis agar publik tidak salah paham.
  • Idrus menyoroti dukungan Golkar terhadap kebijakan strategis seperti hilirisasi serta urgensi komunikasi konteks tekanan global.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menilai masyarakat harus mendapatkan penjelasan yang komprehensif mengenai beragam kebijakan strategis pemerintah era Presiden Prabowo Subianto.

Sebab, kata Idrus, kebijakan strategis yang telah dirancang secara matang, seringkali tak dimengerti oleh masyarakat lantaran tak tersampaikan secara baik.

Menurutnya, kabinet yang notabene pembantu presiden, memegang peranan penting agar seluruh kebijakan pemerintah bisa dimengerti secara baik oleh publik.

"Persoalan utama bukan soal substansi kebijakan, tapi soal bagaimana mengomunikasikannya kepada publik agar tak memicu kesalahpahaman. Kebijakannya sudah terencana secara matang, bukan langkah yang diambil secara mendadak," kata Idrus marham, Minggu (29/3/2026).

Idrus menegaskan, penjelasan yang utuh dan sistematis sangat penting diperhatikan, agar publik tak melihat pemerintah seolah berjalan tanpa arah yang jelas.

Kritik yang muncul selama ini, menurutnya, lebih disebabkan oleh ketiadaan penjelasan komprehensif sejak awal kebijakan dirumuskan.

Pandangan ini senada dengan kritik sejumlah kalangan, termasuk Said Didu, yang mengapresiasi niat baik Presiden namun menekankan pentingnya implementasi konkret yang dirasakan rakyat.

Secara objektif, Idrus memaparkan pemerintahan Prabowo memiliki niat baik yang selaras dengan ideologi bangsa, untuk menjadikan Indonesia sebagai 'rumah besar bersama'.

Ia juga menyoroti kesinambungan pembangunan nasional, termasuk kelanjutan program hilirisasi industri untuk memperkuat kemandirian ekonomi.

baca juga

Selain itu, kebijakan terkait ketahanan energi, pangan, pengembangan AI, hingga pemberdayaan UMKM dinilai sebagai langkah prospektif dan antisipatif yang tepat secara konsep.

Namun, Idrus mengingatkan bahwa kebijakan besar memerlukan narasi yang kuat, transparan, dan konsisten.

Pemerintah harus mampu memaparkan tindak lanjut kebijakan secara rinci, termasuk skenario terbaik hingga terburuk kepada publik.

Ia secara khusus menyoroti peran menteri dan juru bicara yang harus lebih optimal menerjemahkan arah kebijakan presiden.

“Juru bicara harus mampu menjelaskan narasi argumentatif dari sebuah kebijakan. Seharusnya narasi tersebut dijelaskan sejak awal secara kreatif, bukan sekadar menjawab setelah kritik muncul,” tegas Idrus.

Para menteri juga didorong untuk lebih cerdas dalam menerjemahkan visi strategis Presiden ke dalam program konkret yang mudah dipahami warga.

Di tengah dinamika tersebut, Idrus mengingatkan adanya tekanan global nyata akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini berdampak pada pasokan energi global.

Sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam dan Thailand telah mengambil langkah penghematan energi, bahkan Filipina menetapkan status darurat energi.

Menurut Idrus, kondisi global seperti ini seharusnya dijelaskan secara terbuka agar masyarakat memahami konteks di balik setiap kebijakan pemerintah.

Ia juga menyinggung posisi Indonesia di forum internasional yang sering disalahartikan karena kurangnya komunikasi yang utuh.

"Masuknya Indonesia ke forum tertentu adalah strategi komunikasi politik untuk menjelaskan posisi kita secara luas, bukan berarti kita tunduk pada pihak lain," tambahnya.

Idrus menilai pola komunikasi pemerintah saat ini masih cenderung reaktif.

"Harusnya kebijakan dijelaskan lebih awal sebelum menjadi polemik. Jika rakyat sudah paham, kritik yang masuk justru akan menjadi solusi," ujarnya.

Meski melayangkan kritik, Idrus menegaskan bahwa Partai Golkar tetap konsisten mendukung pemerintah sesuai instruksi Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

“Seluruh jajaran Golkar mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo. Namun, kami mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh substansi, tetapi juga oleh cara penyampaiannya. Tanpa komunikasi yang jelas, kebijakan yang benar pun bisa dianggap salah oleh publik,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB

Indonesia Menuju Era Kendaraan Listrik: Antara Visi Besar dan Tantangan Nyata

Indonesia Menuju Era Kendaraan Listrik: Antara Visi Besar dan Tantangan Nyata

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:20 WIB

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 23:29 WIB

Terkini

Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!

Diskon Dimsum di Super Yumcha Khusus Nasabah BRI, Cek Cara Dapatkannya!

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jangan Cuma Seremonial! Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Agustusan Jadi Benteng Nasionalisme Gen Z

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

Tak Ingin Viral Karena Joget, Puan Maharani Minta Anggota DPR Jaga Sikap di Sidang Tahunan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern

Kung Fu Soccer: Sajikan Perpaduan Seni Bela Diri dan Taktik Bola Modern

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:30 WIB

3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review

3 Rekomendasi Bedak Luxcrime untuk Mengunci Minyak dan Pori Besar sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Wangi Pastry Hangat! Ini 5 Parfum Lokal Aroma Butter yang Creamy dan Gurih

Wangi Pastry Hangat! Ini 5 Parfum Lokal Aroma Butter yang Creamy dan Gurih

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Ngeri! Macan Kumbang Nyelonong Masuk Permukiman di Batang, Ternak Warga Jadi Korban

Ngeri! Macan Kumbang Nyelonong Masuk Permukiman di Batang, Ternak Warga Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Cegah Anggota Dewan 'Joget-Joget' Lagi, Musik Sidang Tahunan MPR 2026 Diatur Ulang

Cegah Anggota Dewan 'Joget-Joget' Lagi, Musik Sidang Tahunan MPR 2026 Diatur Ulang

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB

×