Curhat Warga Pinggir Rel ke Prabowo soal Relokasi: Asal Jangan Neko-neko dan Bukan Cuma Katanya

Bella | Suara.com

Senin, 30 Maret 2026 | 17:05 WIB
Curhat Warga Pinggir Rel ke Prabowo soal Relokasi: Asal Jangan Neko-neko dan Bukan Cuma Katanya
Selamet Riadi (55), pria asal Tegal yang sudah menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bantaran rel Jakarta sejak usia tujuh tahun. [Suara.com/Dinda Pramesti]
  • Warga bantaran rel Jakarta seperti Selamet (55) yang hidup dari memulung berharap penuh pada janji relokasi Presiden Prabowo ke rumah susun.
  • Selamet bersedia pindah ke rusun asalkan gratis atau biaya sewanya terjangkau sesuai kemampuan ekonominya sebagai pekerja informal.
  • Warga skeptis terhadap proses birokrasi tingkat bawah karena pernah mengalami pembatalan sosialisasi dan ketidakadilan pembagian bantuan.

Suara.com - Di balik bisingnya mesin kereta api yang melintas setiap waktu, terselip harapan besar sekaligus kekhawatiran mendalam dari warga yang mendiami pinggiran rel di Jakarta. Salah satunya adalah Selamet Riadi (55), pria asal Tegal yang sudah menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bantaran rel sejak usia tujuh tahun.

Selamet menjadi saksi hidup bagaimana kemiskinan memaksanya bertahan di tempat yang mempertaruhkan nyawa. Pekerjaannya yang dulu pedagang mainan keliling, kini berganti menjadi pemulung demi menyambung hidup.

"Ya risikolah, orang namanya juga saya orang nggak mampu, pengen ngontrak nggak ada duite (uangnya). Jadi mau nggak mau tinggal di sini, ya harus berhati-hatilah," ujar Selamet saat ditemui di kediamannya baru-baru ini.

Harapan pada Sosok Prabowo

Nama Presiden Prabowo Subianto belakangan menjadi buah bibir di kawasan tersebut. Kabar mengenai rencana relokasi warga pinggir rel ke rumah susun (rusun) membawa angin segar. Selamet menceritakan momen ketika sang Presiden datang langsung dan bertanya kepadanya.

"Tapi saya sempat ditanyain sama Bapak Presiden nih, 'Kamu mau rumah?' 'Mau Pak, yang penting gratis Pak' gitu. Daripada saya tinggal di sini gitu. Tinggal di sini juga risiko, takutnya ada kereta gitu," tuturnya menirukan percakapan kala itu.

Selamet mengaku sangat berterima kasih jika janji tersebut benar-benar terealisasi. Baginya, pindah ke hunian yang lebih layak adalah mimpi untuk mengubah garis hidup.

"Ya terima kasih banyak gitu sama Bapak Prabowo gitu kalau bener-bener orang sini mau dipindahin. Ya harapan saya ya pengen berubahlah biar nggak tinggal di sini gitu," tambahnya.

Trauma Birokrasi dan Ketidakpercayaan pada RT

Meski menyambut baik janji Presiden, Selamet tak bisa menyembunyikan rasa skeptisnya terhadap proses birokrasi di tingkat bawah. Ia mengaku sempat dimintai data KTP oleh pihak kelurahan dan wali kota, namun rencana rapat sosialisasi justru mendadak batal tanpa alasan jelas.

Ia juga mencurahkan kekecewaannya terhadap oknum pengurus lingkungan (RT) yang dianggapnya sering kali tidak adil dalam menyalurkan bantuan.

"Ya kalau unek-unek saya sih gini, kalau itu udah jatuhnya ke RT, orang-orang sini udah nggak ada yang percaya. Kayak dulu contohnya sembako. Orang-orang sini yang untuk tameng doang gitu, orang-orang sini nggak ada yang dapat, yang dapat keluarganya RT-nya doang gitu," keluh Selamet dengan nada getir.

Selamet mengaku seumur hidupnya hampir tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, kecuali satu kali bantuan uang tunai melalui ATM. Hal inilah yang membuatnya meminta agar proses relokasi nanti dilakukan secara transparan dan tanpa syarat yang menyulitkan.

"Ya kalau disuruh pindah ya saya mau pindah gitu, yang penting nggak ada persyaratan ini dan itu gitu. Nggak meribetkan. Jadi nggak bikin neko-nekolah, kalau pindah dasarnya mau dikasih ya kasih gitu, nggak pakai ini dan itu gitu," tegasnya.

Soal Bayar Rusun: ‘Asal Semampu Saya’

Terkait skema tinggal di rusun yang kabarnya hanya digratiskan selama enam bulan pertama, Selamet mengaku tidak keberatan jika nantinya harus mencicil atau membayar biaya sewa, asalkan tarifnya terjangkau dengan kantongnya sebagai pekerja serabutan.

"Ya nggak masalah kalau bener-bener ada gitu dikasih, nggak jadi masalah. Yang penting dengan semampu sayalah bayarnya, ibaratnya 500 ke bawah atau gimana gitu," pungkasnya.

Kini, Selamet dan warga pinggiran rel lainnya hanya bisa menunggu. Di antara deru kereta yang memekakkan telinga, mereka menggantungkan harapan agar janji relokasi ini bukan sekadar omon-omon atau komoditas politik semata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Prabowo Mau Bikin Kawasan Ekonomi Khusus Baru buat Tarik Investor Asing

Purbaya Ungkap Prabowo Mau Bikin Kawasan Ekonomi Khusus Baru buat Tarik Investor Asing

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 16:41 WIB

Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

Nyamar Tanpa Lencana dan Pelat RI 1, Blusukan Prabowo di Bantaran Rel Kasih Solusi atau Pencitraan?

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:15 WIB

Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya

Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:12 WIB

Sidang Korupsi Chromebook Kembali Digelar, Nadiem Ngaku ke Hakim Baru Jalani Operasi Keempat

Sidang Korupsi Chromebook Kembali Digelar, Nadiem Ngaku ke Hakim Baru Jalani Operasi Keempat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:03 WIB

4 Bintang Persija Bersinar Bersama Timnas Indonesia, Jordi Amat Bongkar Rahasianya

4 Bintang Persija Bersinar Bersama Timnas Indonesia, Jordi Amat Bongkar Rahasianya

Bola | Senin, 30 Maret 2026 | 13:45 WIB

Bawa Buku Paradoks Indonesia, Diaspora di Tokyo Ungkap Kesan Haru Bertemu Presiden Prabowo

Bawa Buku Paradoks Indonesia, Diaspora di Tokyo Ungkap Kesan Haru Bertemu Presiden Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:36 WIB

Momen Hangat, Anak Diaspora Indonesia di Jepang Sambut Prabowo

Momen Hangat, Anak Diaspora Indonesia di Jepang Sambut Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB

Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo

Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:54 WIB

Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!

Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:46 WIB

Terkini

DPR Desak Transparansi Serangan di Lebanon: Jangan Sampai Kematian Prajurit TNI Tanpa Kejelasan

DPR Desak Transparansi Serangan di Lebanon: Jangan Sampai Kematian Prajurit TNI Tanpa Kejelasan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 17:01 WIB

Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka

Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:52 WIB

Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg

Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:45 WIB

Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan

Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:42 WIB

Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal

Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:35 WIB

'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis

'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:29 WIB

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:11 WIB

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:09 WIB

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:07 WIB

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:02 WIB