Teror Air Keras Andrie Yunus Diduga Libatkan 16 Orang, Tim Advokasi: Ada Perwira dan Sipil

Muhammad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Senin, 30 Maret 2026 | 18:14 WIB
Teror Air Keras Andrie Yunus Diduga Libatkan 16 Orang, Tim Advokasi: Ada Perwira dan Sipil
TAUD mengecam keras serangan terhadap Andrie Yunus yang dinilai sangat terencana. Temuan awal menunjukkan keterlibatan pihak yang sangat terlatih dalam eksekusi teror tersebut.
baca 10 detik
  • Tim Advokasi menemukan sekitar 16 pelaku lapangan terlibat penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, pada 12 Maret.
  • Diduga serangan terstruktur melibatkan oknum perwira menengah dan aktor sipil, bukan aksi spontan belaka.
  • Komnas HAM berencana memeriksa pihak TNI dan telah meminta keterangan dari Polda Metro Jaya terkait kasus ini.

Suara.com - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kian mengarah pada dugaan keterlibatan banyak pihak. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyebut sedikitnya ada 16 pelaku lapangan yang diduga terlibat dalam serangan tersebut.

"Ini baru di lapangan saja, dan baru di hari di mana dekat kepada jam-jam penyiraman Andrie," ujar kuasa hukum Andrie, Airlangga Julio, di kantor YLBHI Jakarta, Senin (30/3/2026).

Temuan itu merupakan hasil penelusuran mandiri tim advokasi atas peristiwa yang terjadi pada 12 Maret lalu. Meski demikian, Airlangga mengakui proses identifikasi masih memiliki keterbatasan.

"Diselubungi juga dengan berbagai kekurangan dari tim advokasi untuk mengidentifikasi," lanjutnya.

Selain jumlah pelaku yang dinilai tidak sedikit, tim advokasi juga mengungkap indikasi keterlibatan pihak sipil dalam aksi tersebut.

"Dari 16 orang pelaku, ada keterlibatan sipil di dalamnya," beber Airlangga.

Besarnya jumlah pelaku membuat tim kuasa hukum meyakini bahwa serangan terhadap Andrie tidak dilakukan secara spontan, melainkan terstruktur dan terorganisasi—mulai dari pengintaian, penguntitan, hingga eksekusi dan pelarian.

"Tidak mungkin ini digerakkan oleh orang dengan level kekuasaan yang tidak besar. Pasti kekuasaannya dalam institusi tertentu sangat besar," ungkap kuasa hukum lainnya, Fadhil Alfathan Nazwar.

Dugaan itu diperkuat dengan beredarnya informasi mengenai keterlibatan seorang oknum perwira menengah, serta keberadaan posko yang diduga menjadi titik awal pergerakan pelaku.

baca juga

"Ada yang menyampaikan mengenai posko di Jalan Panglima Polim, ada yang menyampaikan desas-desus mengenai keterlibatan komandan berpangkat Kolonel," tutur Airlangga.

Tim advokasi pun mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan menelusuri aktor utama di balik serangan tersebut.

"Ini pasti dalam konteks rantai komando," tegas Fadhil.

Di sisi lain, tim kuasa hukum mengaku belum melihat perkembangan signifikan dari penyelidikan kepolisian hingga dua pekan pascakejadian. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi hilangnya barang bukti maupun upaya menghambat proses hukum.

Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian. (Suara.com/Lilis)
Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian. (Suara.com/Lilis)

Komnas HAM akan Periksa TNI

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebelumnya menyatakan akan mendalami kasus ini, termasuk dengan memeriksa pihak TNI. Rencana tersebut di sampaikan Komisioner Komnas HAM Saurlin P. Siagian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Buka Opsi Penarikan Pasukan UNIFIL

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Buka Opsi Penarikan Pasukan UNIFIL

News | Senin, 30 Maret 2026 | 17:41 WIB

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:02 WIB

Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial

Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×