3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

M Nurhadi

Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB
3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri pertemuan Board of Peace beberapa saat lalu [Bidikan Layar/Ist/Suara.com]
baca 10 detik
  • Tiga prajurit TNI gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) pada 29-30 Maret 2026.
  • Dua prajurit tewas akibat ledakan yang diduga serangan militer Israel yang menghancurkan kendaraan di dekat Bani Hayyan.
  • Pemerintah Indonesia mengutuk keras insiden tersebut, mendesak investigasi PBB, sementara publik menantikan sikap tegas Presiden.

Serangan tersebut tidak hanya menggugurkan Praka Farizal, namun juga menyebabkan tiga anggota TNI lainnya harus dilarikan ke fasilitas medis.

Kapuspen TNI menerangkan kondisi para korban luka akibat serangan hari Minggu tersebut. "

Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," ungkapnya.

Untuk penanganan medisnya, dua prajurit yang menderita luka ringan langsung mendapatkan perawatan intensif di Hospital Level I UNIFIL. Sedangkan untuk korban luka berat, Praka Rico, telah dievakuasi menggunakan helikopter medis menuju Rumah Sakit St. George di Beirut guna memperoleh penanganan tingkat lanjut yang lebih memadai.

Sementara itu, untuk jenazah almarhum Praka Farizal, Kapuspen TNI menambahkan keterangan mengenai proses kepulangannya.

"Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut," jelas Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.

Menghadapi situasi yang semakin tidak menentu di Lebanon, pihak pimpinan militer Indonesia langsung menaikkan tingkat siaga.

Kapuspen TNI menjelaskan upaya antisipatif tersebut, "Seiring dengan peningkatan eskalasi di Lebanon, TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL. Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," tegasnya.

Menantikan Sikap Tegas Presiden Prabowo Subianto

baca juga

Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas atas melayangnya nyawa para prajurit penjaga perdamaian ini. Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indonesia mengutuk keras agresi yang menyasar fasilitas dan personel PBB.

Pernyataan sikap resmi Kemlu RI yang diunggah melalui akun media sosial X menyatakan, "Indonesia mengutuk keras insiden tersebut and menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," serta menambahkan konteks bahwa "Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan," tulis pihak kementerian.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang tengah mendampingi agenda kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, turut memberikan pernyataan duka cita mendalam di sela-sela kegiatannya pada Senin (30/3/2026).

Sugiono menyampaikan, “Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur."

Pemerintah Indonesia mendesak agar PBB segera menggelar investigasi menyeluruh atas insiden ini. Jalur diplomasi internasional diharapkan dapat segera diredam untuk menurunkan tensi militer agar korban dari kalangan non-kombatan dan pasukan perdamaian tidak terus berjatuhan.

Namun, hingga memasuki hari Selasa (31/3/2026) pagi, publik tanah air dan pengamat media masih menanti tanggapan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Belum ada keterangan resmi ataupun pidato langsung dari kepala negara terkait gugurnya tiga prajurit TNI ini.

Saat peristiwa berdarah ini terjadi, Presiden Prabowo Subianto memang tengah disibukkan dengan agenda kunjungan kenegaraan di luar negeri, tepatnya di negeri Sakura, Jepang.

Presiden Prabowo Subianto menyalami sejumlah diaspora yang menyambut kedatangan di hotel tempat Kepala Negara menginap di Tokyo, Jepang, Minggu (29/3/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menyalami sejumlah diaspora yang menyambut kedatangan di hotel tempat Kepala Negara menginap di Tokyo, Jepang, Minggu (29/3/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Presiden dijadwalkan akan menggelar pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada hari Selasa ini.

Dari dalam negeri, gelombang desakan agar pemerintah mengambil langkah hukum dan diplomatik yang lebih keras terus berdatangan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara terbuka meminta pemerintah RI untuk tidak bersikap pasif dan segera menuntut pertanggungjawaban atas insiden mematikan ini.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, mengutarakan sikap lembaganya.

"Kepada pemerintah Indonesia agar mengambilkan langkah diplomatik yang tegas melalui jalur bilateral maupun multilateral guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini," ucapnya pada Senin (30/3/2026).

MUI berpendapat bahwa serangan fisik terhadap pasukan perdamaian PBB merupakan serangan nyata terhadap marwah sistem multilateralisme internasional.

Sudarnoto menambahkan bahwa kejadian brutal semacam ini dapat memberikan preseden buruk yang sangat berbahaya. Hal itu berpotensi mengancam keselamatan personel negara-negara kontributor pasukan perdamaian lainnya, serta mengikis habis efektivitas misi perdamaian global di zona-zona konflik dunia.

Dalam kacamata peta geopolitik yang lebih luas, Sudarnoto menilai tindakan militer Israel ini semakin memperlihatkan tren agresi yang sama sekali tidak terkendali.

Ia mengkhawatirkan dampaknya bisa memicu instabilitas yang jauh lebih masif di kawasan Timur Tengah yang saat ini juga sarat akan tumpang tindih berbagai kepentingan kekuatan adidaya global.

Di sisi lain, gugurnya tiga personel TNI ini menempatkan Indonesia pada posisi geopolitik yang sangat dilematis dan sulit. Hal ini berkaitan erat dengan status keanggotaan Indonesia di dalam lembaga Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Indonesia sebelumnya telah menyatakan kesiapan matang untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah Palestina di bawah otorisasi bendera BoP.

Namun, rencana ini kini dibayangi tekanan berat pasca-tewasnya tiga personel TNI di Lebanon akibat ulah Israel.

Rumitnya masalah ini bertambah karena Amerika Serikat dan Israel juga tercatat sebagai anggota di dalam tubuh BoP bersama dengan Indonesia. Kedua negara ini juga sedang berpperang dengan Iran.

Ketimpangan dalam komposisi BoP ini memicu kritik keras dari berbagai negara di dunia. Banyak pihak mengecam keberadaan BoP yang menggaungkan narasi mendukung perdamaian Palestina, namun secara kontradiktif tidak menyertakan perwakilan dari pihak Palestina dalam meja-meja diskusi pengambilan keputusan penting.

Salah satu negara Eropa yang paling gencar dan getol menyuarakan kecaman keras terhadap ketidakadilan di tubuh BoP ini adalah Spanyol. Spanyol juga turut mengecam peristiwa ini dalam keterangan resminya.

"Spanyol mengutuk keras serangan terbaru terhadap kontingen UNIFIL, yang mengakibatkan kematian tiga tentara Indonesia, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terkasih mereka serta kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia," tulis MFA Spanyol dikutip pada Selasa (31/3/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB

Film The Hostage's Hero: Aksi Nyata TNI AL Bebaskan Sandera di Selat Malaka

Film The Hostage's Hero: Aksi Nyata TNI AL Bebaskan Sandera di Selat Malaka

Entertainment | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:30 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Kasus Narkoba Guncang TNI AD: Koptu YP Diamankan di Jakarta Timur

Kasus Narkoba Guncang TNI AD: Koptu YP Diamankan di Jakarta Timur

Video | Senin, 30 Maret 2026 | 19:15 WIB

Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur

Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:02 WIB

Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon

Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:54 WIB

Terkini

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×