- Rekomendasi Komisi Reformasi Polri telah rampung sejak 7 Februari 2026.
- Mahfud MD menyatakan laporan belum disampaikan publik, menunggu jadwal laporan langsung kepada Presiden Prabowo.
- Tim menunggu jadwal pelaporan resmi karena Presiden saat ini sibuk menangani isu internasional prioritas lainnya.
Suara.com -
Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Mahfud MD mengungkap nasib laporan Komisi Reformasi Polri yang hingga kini belum juga disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat di DPD RI, Mahfud menegaskan tim yang dibentuk pemerintah sebenarnya sudah merampungkan seluruh rekomendasi sejak 7 Februari 2026. Namun, laporan tersebut masih tertahan karena belum ada jadwal dari Presiden.
"Tanggal 2 Februari itu kita sudah lapor kirim surat, kami sudah selesai, siap melapor, dan kami tidak akan sampaikan ini ke publik sebelum kami lapor ke presiden. Itu etika," kata Mahfud di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Namun hingga kini, menurut Mahfud, belum ada respons dari Istana meski surat sudah dikirim sejak dua bulan lalu.
Mahfud mengungkapkan, Presiden sebelumnya meminta agar laporan tidak dikirim secara tertulis, melainkan disampaikan langsung untuk menghindari kebocoran.
Mahfud beranggapan kalau Prabowo saat ini masih sibuk dengan berbagai isu yang menyita perhatian lebih besar, termasuk masalah konflik di Iran serta keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP).
"Tapi sampai sekarang presiden sibuk, sibuk BOP lah, sibuk Hormuz, sibuk apa. Kita maklum, ini tidak prioritas bagi presiden. Ya kita nunggu saja," ucapnya.
Meski begitu, ia memastikan substansi laporan reformasi Polri telah selesai dan dinilai cukup komprehensif karena melibatkan berbagai perspektif, termasuk dari internal kepolisian dan penegak hukum lainnya.
Mahfud menambahkan, rekomendasi yang disusun tidak hanya berisi pembaruan, tetapi juga mempertahankan aspek lama yang dinilai masih relevan.
"Kita memberi hal-hal baru, tapi juga yang lama yang masih bagus kita ya pertahankan," tuturnya.
Ia pun menegaskan saat ini posisi tim hanya menunggu jadwal dari Presiden untuk memaparkan laporan tersebut secara resmi.