Komisi III DPR Gelar Rapat Bahas Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 31 Maret 2026 | 10:58 WIB
Komisi III DPR Gelar Rapat Bahas Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman
baca 10 detik
  • Komisi III DPR RI mengadakan RDPU pada Selasa (31/3/2026) membahas penanganan kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
  • Rapat tersebut menghadirkan Dirreskrimum Polda Metro Jaya dan kuasa hukum korban di Komplek Parlemen Senayan.
  • Ini kali ketiga Komisi III rapat, berjanji mengawal kasus ini dan akan memanggil pihak terkait jika ada perkembangan.

Suara.com - Komisi III DPR RI kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, ini menghadirkan jajaran Direskrimum Polda Metro Jaya dan tim kuasa hukum korban di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Mengawali rapat, Habiburokhman memastikan bahwa rapat tersebut memenuhi kuorum fraksi dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pihak, baik dari kepolisian maupun perwakilan hukum Andrie Yunus.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan Anggota Komisi III DPR RI, Dirreskrimum beserta jajaran, dan kuasa hukum Saudara Andrie Yunus atas kehadirannya," ujar Habiburokhman saat membuka rapat.

Dalam agenda tersebut, Habiburokhman menyusun rangkaian pemaparan yang dimulai dari penjelasan Dirreskrimum Polda Metro Jaya mengenai progres penanganan perkara di lapangan.

Setelah itu, kesempatan diberikan kepada dua orang juru bicara dari tim kuasa hukum Andrie Yunus untuk menyampaikan poin-poin keberatan maupun temuan mereka, sebelum dilanjutkan dengan sesi pendalaman oleh anggota Komisi III.

Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bentuk komitmen serius DPR dalam mengawal kasus ini hingga tuntas.

Ia mengungkapkan bahwa ini adalah kali ketiga Komisi III menggelar rapat khusus untuk membahas kasus Andrie Yunus.

baca juga

"Rapat terkait masalah ini tidak akan selesai begitu saja. Ini bukan yang pertama, kita sudah tiga kali rapat terkait penanganan kasus Andrie Yunus ini," tegas Habiburokhman.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Komisi III telah mengeluarkan dua kesimpulan sebelumnya dan tidak menutup kemungkinan akan terus memanggil pihak terkait jika ditemukan perkembangan baru atau hambatan dalam proses hukum.

"Pokoknya akan selalu ya, begitu ada perkembangan, kita gelar rapat seperti ini," pungkasnya sebelum menyerahkan mikrofon kepada pihak kepolisian untuk memaparkan perkembangan kasus.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sendiri terus menjadi perhatian publik karena dinilai memerlukan penanganan yang transparan dan akuntabel dari pihak kepolisian.

Komisi III DPR RI berjanji akan terus mengawasi setiap tahapan penyidikan guna memastikan keadilan bagi korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lapor ke DPR, Polda Metro Jaya Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Puspom TNI

Lapor ke DPR, Polda Metro Jaya Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Puspom TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:56 WIB

KontraS: Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Harus Diungkap hingga Struktur Komando

KontraS: Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Harus Diungkap hingga Struktur Komando

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:00 WIB

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:29 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

Komnas HAM Harus Segera Simpulkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Komnas HAM Harus Segera Simpulkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

DPR | Senin, 30 Maret 2026 | 21:18 WIB

Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen

Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:49 WIB

Amsal Sitepu Dituntut 2 Tahun, DPR Dorong Hakim Pertimbangkan Putusan Ringan

Amsal Sitepu Dituntut 2 Tahun, DPR Dorong Hakim Pertimbangkan Putusan Ringan

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 18:49 WIB

Terkini

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

×