Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen

Bella, Adiyoga Priyambodo

Senin, 30 Maret 2026 | 18:49 WIB
Sebut Ada Hambatan Politis, Kuasa Hukum Andrie Yunus Desak Pembentukan Tim Pencari Fakta Independen
Ilustrasi - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) selaku kuasa hukum Andrie Yunus mendesak kepolisian untuk mengubah pasal penyidikan dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa klien mereka.
baca 10 detik
  • Tim Advokasi Demokrasi meminta penyidik menerapkan Pasal 459 KUHP terkait percobaan pembunuhan berencana pada kasus Andrie Yunus.
  • Kuasa hukum menduga adanya hambatan politis yang menghambat penambahan pasal dan lambatnya progres penyidikan kasus ini.
  • TAUD mendorong pembentukan tim independen gabungan pencari fakta demi transparansi pengungkapan kasus penyiraman air keras.

Suara.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) selaku kuasa hukum Andrie Yunus mendesak kepolisian untuk mengubah pasal penyidikan dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa klien mereka.

Mereka secara resmi telah bersurat kepada penyidik agar menerapkan Pasal 459 juncto Pasal 17 juncto Pasal 20 KUHP terkait percobaan pembunuhan berencana dengan penyertaan, guna menyasar aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Penggunaan pasal ini dinilai sangat krusial agar spektrum investigasi kepolisian menjadi lebih luas dan komprehensif.

"Jadi tidak hanya menyasar pelaku-pelaku lapangan, tapi menyasar pelaku pada level aktor intelektual," ujar salah satu kuasa hukum Andrie, Fadhil Alfathan Nazwar, di kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).

Namun, tim kuasa hukum menyayangkan hingga saat ini aparat penegak hukum belum juga menambahkan pasal yang mereka usulkan dalam proses penyidikan.

Fadhil menduga kuat terdapat hambatan nonyuridis yang bersifat politis sehingga menghambat proses penegakan hukum secara terang ke publik.

"Ini tidak sekadar spekulatif. Kami berkaca pada apa yang terjadi di kasus-kasus sebelumnya, dengan pola maupun dimensi yang serupa," klaimnya.

Selain persoalan pasal, lambatnya progres penanganan perkara juga mendapat sorotan tajam dari tim kuasa hukum Andrie.

"Kami baru menerima ada perkembangan penyidikan itu pada tanggal 25 Maret. Kami menerima surat bahwa telah terjadi dimulainya penyidikan atau disebut sebagai SPDP. Ini memakan waktu yang begitu lama ya," keluh Airlangga Julio, pengacara lain yang tergabung dalam TAUD.

baca juga

Padahal, kepolisian disebut telah mengantongi rekaman dari 86 titik CCTV dan berhasil mengidentifikasi wajah para pelaku.

"Ada juga informasi petunjuk yang resmi maupun tidak resmi yang sudah mulai berkembang di masyarakat, namun sampai dua minggu lebih tidak ada perkembangan signifikan," lanjut Airlangga.

Munculnya rencana Puspom TNI untuk membuka penyelidikan sendiri juga dikhawatirkan akan menimbulkan kesimpangsiuran informasi antarinstansi dalam pengungkapan perkara.

"Ketiadaan pengungkapan yang komprehensif sama dengan membuka peluang bagi keberulangan," tutur Fadhil.

Guna menembus kebuntuan penyidikan, tim kuasa hukum turut mendorong pembentukan tim independen gabungan pencari fakta agar fakta kasus ini terungkap secara transparan.

"Itu untuk menembus hambatan-hambatan politis atau nonyuridis tadi, yang kemudian bisa mengganggu proses penegakan hukum atau bahkan merintangi proses secara lebih lanjut," pungkas Fadhil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teror Air Keras Andrie Yunus Diduga Libatkan 16 Orang, Tim Advokasi: Ada Perwira dan Sipil

Teror Air Keras Andrie Yunus Diduga Libatkan 16 Orang, Tim Advokasi: Ada Perwira dan Sipil

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:14 WIB

Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal

Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:35 WIB

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:02 WIB

Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial

Komnas HAM: Identitas Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Versi Polri dan TNI Sama, Hanya Beda Inisial

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:30 WIB

Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:53 WIB

Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis

Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:01 WIB

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

Tanggapi soal Pencopotan Kabais TNI Pasca Penyiraman Air Keras, TAUD: Pengusutan Harus Menyeluruh

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:57 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras TNI: Bukan Revitalisasi, Ini Darurat Reformasi!

Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras TNI: Bukan Revitalisasi, Ini Darurat Reformasi!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:36 WIB

Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan

Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM

Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:37 WIB

Terkini

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

News | Senin, 28 September 2026 | 11:15 WIB

BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus, 42 Masih Bertahan

BEI Keluarkan 92 Saham dari Papan Pemantauan Khusus, 42 Masih Bertahan

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:11 WIB

Honor MagicOS 11 Meluncur: Desain Liquid Glass, AI YOYO, dan Hemat Penyimpanan hingga 60 GB

Honor MagicOS 11 Meluncur: Desain Liquid Glass, AI YOYO, dan Hemat Penyimpanan hingga 60 GB

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:10 WIB

Siap Selebrasi di GBK! Bomber Malaysia Sesumbar Ingin Jebol Maarten Paes atau Emil Audero

Siap Selebrasi di GBK! Bomber Malaysia Sesumbar Ingin Jebol Maarten Paes atau Emil Audero

Bola | Senin, 28 September 2026 | 11:09 WIB

7 Cara Membasmi Kecoa di Kamar Mandi, Ampuh dan Tidak Bikin Balik Lagi

7 Cara Membasmi Kecoa di Kamar Mandi, Ampuh dan Tidak Bikin Balik Lagi

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:08 WIB

Husniah Talenrang Unggah Foto Ziarah ke Makam Anak

Husniah Talenrang Unggah Foto Ziarah ke Makam Anak

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 11:07 WIB

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Digelar, Libatkan Lebih Dari 150 UMKM Binaan

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Digelar, Libatkan Lebih Dari 150 UMKM Binaan

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:02 WIB

Hilirisasi Nikel Mulai Mengubah Ekonomi Warga Kawasi

Hilirisasi Nikel Mulai Mengubah Ekonomi Warga Kawasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 11:02 WIB

Gibran Minta Program Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan MBG di Batang

Gibran Minta Program Dievaluasi Usai Dugaan Keracunan MBG di Batang

News | Senin, 28 September 2026 | 11:01 WIB

Soal Amendemen UUD 1945 Bergulir, Ketua MPR Tegaskan Tak Ingin Gegabah

Soal Amendemen UUD 1945 Bergulir, Ketua MPR Tegaskan Tak Ingin Gegabah

News | Senin, 28 September 2026 | 11:01 WIB

×