Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 01 April 2026 | 11:27 WIB
Baru Mendarat, Pasukan Elit Amerika untuk Serang Iran Mau Ditarik Lagi
Donald Trump
baca 10 detik
  • Trump menarik pasukan dari Iran karena tujuan mencegah nuklir dianggap sudah berhasil tercapai.

  • Konflik bersenjata ini menewaskan ribuan orang dan memicu krisis harga energi secara global.

  • Amerika mengklaim terjadi perubahan rezim di Iran setelah Pemimpin Tertinggi dilaporkan telah wafat.

Suara.com - Keputusan besar baru saja diambil oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait keberadaan militer mereka di wilayah Iran.

Pasukan bersenjata Negeri Paman Sam dijadwalkan bakal segera angkat kaki dari teritorial Iran dalam durasi waktu yang sangat singkat.

Estimasi waktu yang diberikan oleh orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut berkisar antara dua hingga tiga minggu ke depan.

Langkah ini dipandang sebagai titik balik krusial yang mengakhiri rangkaian operasi militer panjang di kawasan Timur Tengah tersebut.

Pengumuman ini disampaikan secara langsung oleh sang presiden kepada awak media di sela-sela kegiatannya pada akhir Maret.

"Yang harus saya lakukan hanya meninggalkan Iran, dan kami akan segera melakukannya," kata Trump kepada wartawan pada Selasa (31/3).

Pernyataan tegas ini memberikan sinyal bahwa intervensi bersenjata Amerika Serikat di Iran telah memasuki babak penghujung.

Kejelasan mengenai durasi waktu kepulangan ini ditegaskan kembali untuk memberikan kepastian bagi opini publik internasional yang mengamati konflik.

"Kami akan segera pergi," katanya, seraya menambahkan hal itu akan terjadi dalam "mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu."

baca juga

Penarikan ini juga menyangkut tanggung jawab keamanan jalur perdagangan internasional yang selama ini menjadi titik panas ketegangan.

Trump menekankan bahwa negara-negara lain seperti Prancis kini memiliki tanggung jawab mandiri untuk melindungi kepentingan ekonomi mereka sendiri.

Kedaulatan keamanan di jalur perairan tersebut kini dikembalikan kepada negara-negara yang memang bergantung pada pasokan energi dari sana.

"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melalui Selat (Hormuz). Mereka akan mampu membela diri sendiri. Saya pikir itu akan sangat aman, tetapi kami tak ada hubungannya dengan itu," katanya.

Logika ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak lagi ingin terikat pada beban biaya keamanan di jalur navigasi Selat Hormuz.

Kawasan tersebut memang menjadi jantung utama bagi distribusi minyak mentah dunia yang sangat sensitif terhadap gejolak peperangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026

Tak Dipindah, Presiden FIFA Sebut Iran Tetap Berlaga di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 April 2026 | 11:21 WIB

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:06 WIB

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu

News | Rabu, 01 April 2026 | 10:52 WIB

Terkini

BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik

BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia

Nyoman Nadiana dan Konsep Keberlanjutan untuk Desa Les di Mata Dunia

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:15 WIB

4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda

4 Serum Kolagen dan Peptide untuk Wanita Usia 30 Tahun ke Atas, Bikin Wajah Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya

Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap

Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap

Malang | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam

Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering

4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:55 WIB

×