Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi

Bangun Santoso

Rabu, 01 April 2026 | 13:08 WIB
Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati Roboh Diterjang Gunungan Sampah, Warga: Takut Ambruk Lagi
Tembok pembatas di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga akibat tekanan tumpukan sampah yang menggunung, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
baca 10 detik
  • Tembok TPS Pasar Induk Kramat Jati roboh sejak Januari 2026 akibat tekanan gunungan sampah setinggi enam meter.
  • Warga mengeluhkan dampak bau menyengat, banyaknya lalat, dan ancaman keselamatan bagi anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.
  • Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur mengerahkan 13 truk pengangkut sampah untuk membersihkan tumpukan sampah secara bertahap sejak Maret.

Suara.com - Kondisi infrastruktur di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini menjadi sorotan. Tembok pembatas di area tersebut dilaporkan roboh yang diduga kuat akibat tidak mampu menahan tekanan tumpukan sampah yang terus menggunung hingga mencapai ketinggian sekitar enam meter.

Kerusakan ini memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi pusat distribusi pangan terbesar di Jakarta tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan infrastruktur ini bukanlah kejadian baru. Seorang warga sekitar bernama Jamal (39) mengungkapkan bahwa kerusakan tersebut sudah terjadi sejak awal tahun, namun hingga kini belum menyentuh perhatian serius dari pihak pengelola maupun instansi terkait untuk dilakukan perbaikan permanen.

"Sudah lama itu robohnya, sepengetahuan saya sudah roboh pas awal Januari tahun ini. Tapi sampai sekarang, ya, udah begini saja, belum dibenerin, makanya masih seperti itu," kata Jamal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (1/4/2026).

Kondisi gunungan sampah yang melampaui kapasitas ini tidak hanya merusak tembok, tetapi juga membawa dampak lingkungan yang signifikan bagi warga urban di sekitarnya.

Jamal mengeluhkan aroma tidak sedap yang menusuk hidung serta ledakan populasi lalat yang mulai mengancam kesehatan warga setiap harinya.

"Sampah sedikit aja sudah bau, ini lagi kaya gunungan sampah, dari jauh juga udah bau banget menyengat, terus lalat jadi makin banyak. Kaya begini tidak sehat, tiap hari banyak lalat hijau," ujar Jamal.

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, Jamal mendesak agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Timur, maupun pihak pengelola pasar segera melakukan tindakan nyata.

Pengangkutan sampah secara masif dan perbaikan tembok pembatas menjadi tuntutan utama warga agar estetika dan kesehatan lingkungan kembali terjaga.

baca juga

"Kondisi seperti ini tidak enak dilihat, tidak baik juga. Harus ada pihak pemerintah ataupun pihak pasar yang bertanggung jawab cepat mengurangi gunungan sampah, terus diperbaiki temboknya," ucap Jamal.

Keresahan senada juga disuarakan oleh Sinta (32), warga lainnya yang sering melintasi area tersebut.

Ia menyoroti aspek keselamatan jiwa, mengingat lokasi tembok yang roboh berada sangat dekat dengan akses jalan setapak yang kerap digunakan warga serta area bermain anak-anak.

"Bukan hanya jadi jalan pintas warga, lapangan di situ juga sering dipakai anak-anak bermain. Jadi, kami khawatir kalau tiba-tiba ambruk lagi, apalagi sampahnya terus menumpuk," tutur Sinta.

Menurut pengamatan Sinta, volume sampah di TPS Pasar Induk Kramat Jati ini terus mengalami peningkatan yang konsisten. Bahkan, tren kenaikan volume sampah ini sudah terlihat sejak sebelum memasuki bulan suci Ramadhan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berkurang.

"Volume sampah makin tinggi dan belum ada penurunan sejak sebelum puasa. Kami takut tekanan sampah membuat tembok semakin roboh, kesehatan semakin terganggu, akhirnya aktivitas jadi terhambat," ungkap Sinta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:27 WIB

Label Dapat Didaur Ulang Starbucks Dipertanyakan, Pakar Ungkap Realitas Sebenarnya

Label Dapat Didaur Ulang Starbucks Dipertanyakan, Pakar Ungkap Realitas Sebenarnya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:30 WIB

Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu

Sampah Menggunung di TPS Rawadas, Warga Keluhkan Bau Menyengat dan Akses Terganggu

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:52 WIB

Bau Busuk Tak Menghalangi, Ali Setia Berjualan di Pasar Induk Kramat Jati

Bau Busuk Tak Menghalangi, Ali Setia Berjualan di Pasar Induk Kramat Jati

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:36 WIB

Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya

Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:12 WIB

Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas

News | Senin, 30 Maret 2026 | 12:54 WIB

Sarung Tangan Plastik Makan: Higienitas, Efisiensi, atau Limbah Baru?

Sarung Tangan Plastik Makan: Higienitas, Efisiensi, atau Limbah Baru?

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:25 WIB

Terkini

Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral, Fokus Pangan dan Energi

Indonesia-Belarus Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral, Fokus Pangan dan Energi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:59 WIB

Lagu Bupati Purwakarta Om Zein Diduga Rendahkan Perempuan, Gerindra Ingatkan Kader Jaga Etika

Lagu Bupati Purwakarta Om Zein Diduga Rendahkan Perempuan, Gerindra Ingatkan Kader Jaga Etika

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:52 WIB

Untar Hormati Proses Hukum Gugatan Mahasiswa, Klaim Sudah Upayakan Penyelesaian Kekeluargaan

Untar Hormati Proses Hukum Gugatan Mahasiswa, Klaim Sudah Upayakan Penyelesaian Kekeluargaan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:49 WIB

Akhiri Banjir Seatap, Kemanggisan Kini Ditata: Jalan Inspeksi Harus Bebas Bangunan Liar!

Akhiri Banjir Seatap, Kemanggisan Kini Ditata: Jalan Inspeksi Harus Bebas Bangunan Liar!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:43 WIB

Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK

Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:38 WIB

11 Rusun Baru Akan Dibangun di Jakarta, Termasuk Marunda dan Rorotan

11 Rusun Baru Akan Dibangun di Jakarta, Termasuk Marunda dan Rorotan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:38 WIB

'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!

'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:33 WIB

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:30 WIB

7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan

7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:25 WIB

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:15 WIB

×