Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 08:27 WIB
Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!
Korea Selatan panic buying kantong sampah. (The Korea Times)
  • Warga Korea Selatan memborong kantong sampah akibat kekhawatiran gangguan pasokan bahan baku plastik imbas konflik di Timur Tengah.
  • Lonjakan pembelian mencapai ratusan persen di berbagai ritel, memaksa pihak toko membatasi jumlah pembelian kepada setiap pelanggan.
  • Pemerintah Korea Selatan menegaskan stok kantong sampah nasional tetap aman karena produksi didukung bahan baku hasil daur ulang.

Suara.com - Di saat banyak negara waspada terhadap potensi panic buying bahan bakar akibat imbas konflik di Timur Tengah, Korea Selatan justru menghadapi fenomena tak biasa: warganya berbondong-bondong memborong kantong sampah.

Laporan The Korea Times, dalam beberapa hari terakhir, lonjakan pembelian kantong sampah terjadi di berbagai wilayah Korea Selatan. Rak-rak di sejumlah toko ritel dilaporkan nyaris kosong, dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gangguan pasokan bahan baku plastik di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Berbeda dengan banyak negara lain, kantong sampah di Korea Selatan bukan sekadar barang pelengkap rumah tangga. Pemerintah setempat menerapkan sistem pengelolaan limbah yang ketat, di mana warga wajib menggunakan kantong resmi sesuai jenis sampah yang dibuang.

Artinya, tanpa kantong tersebut, aktivitas membuang sampah sehari-hari bisa terganggu.

Kekhawatiran pun muncul ketika isu gangguan pasokan nafta, bahan turunan minyak mentah yang menjadi dasar produksi plastik, mulai mencuat. Konflik di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok minyak global, yang pada akhirnya bisa berdampak pada industri petrokimia, termasuk produksi kantong sampah.

Sejumlah peritel mencatat lonjakan penjualan yang signifikan dalam waktu singkat. E-Mart melaporkan kenaikan hingga 287 persen, GS25 mencapai 325 persen, sementara Lotte Mart mencatat peningkatan 140 persen. Bahkan, ada laporan yang menyebut penjualan kantong sampah melonjak hingga tiga kali lipat.

Kantong sampah khusus limbah makanan pun ikut diburu, dengan peningkatan penjualan mencapai dua kali lipat.

Lonjakan ini membuat beberapa toko mulai memberlakukan pembatasan pembelian untuk mencegah penimbunan dan menjaga distribusi tetap merata.

Meski demikian, pemerintah Korea Selatan berupaya meredam kepanikan. Otoritas menegaskan bahwa stok kantong sampah nasional masih dalam kondisi aman dan produksi tetap berjalan.

Salah satu faktor penopangnya adalah penggunaan bahan daur ulang dalam proses produksi, yang membuat industri tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan bahan baku baru seperti nafta.

Pemerintah juga memastikan distribusi antarwilayah bisa dilakukan jika terjadi kekurangan di area tertentu.

Fenomena ini menunjukkan satu hal menarik: kepanikan publik bisa muncul dari hal yang sangat kontekstual.

Jika di banyak negara kekhawatiran berpusat pada BBM atau bahan pangan, di Korea Selatan justru kantong sampah menjadi barang krusial yang diperebutkan. Sistem yang tertib dan terstandarisasi membuat satu komoditas kecil memiliki dampak besar dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah ketidakpastian global, bukan hanya energi atau makanan yang bisa memicu kepanikan, bahkan kantong sampah pun bisa jadi sumber kekhawatiran.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 07:05 WIB

Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

Korsel Bagi-bagi Duit Tak Mau Warganya Hidup Susah saat Harga BBM Naik

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:22 WIB

Terkini

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala

WFH ASN Setiap Jumat Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, DPR Minta Evaluasi Berkala

News | Rabu, 01 April 2026 | 06:56 WIB

RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani

RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani

News | Rabu, 01 April 2026 | 06:45 WIB

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB