Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 04 April 2026 | 11:02 WIB
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Tiga prajurit TNI gugur dan lima luka-luka akibat serangan tentara Israel di Lebanon pada April 2026.
  • Said Abdullah mendesak Dewan HAM PBB membawa Israel ke Mahkamah Pidana Internasional atas pelanggaran hukum berat.
  • Pemerintah Indonesia menuntut pertanggungjawaban Israel berupa permintaan maaf resmi serta proses hukum melalui mekanisme pengadilan internasional.

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menyampaikan duka mendalam sekaligus kecaman keras atas gugurnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya yang luka-luka saat bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon akibat serangan tentara Israel.

Ia menegaskan, bahwa dunia internasional tidak boleh lagi mendiamkan tindakan Israel yang dianggap telah melampaui batas hukum internasional.

"Kita berduka atas 8 korban prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian atas nama PBB di Libanon. Tiga prajurit kita meninggal dan lima orang mengalami luka luka," ujar Said kepada wartawan dikutip Sabtu (4/4/2026).

"Aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menunjukkan mereka merasa berdiri di atas hukum," katanya menambahkan.

Menurutnya, serangan tersebut bukanlah insiden tunggal.

"Jika kita hitung sejak Oktober 2024, tentara Israel telah melakukan serangan 25 kali terhadap properti dan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon," kata dia.

Atas tragedi ini, Said menyerukan agar Dewan HAM PBB dan negara-negara berdaulat segera mengajukan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Ia menilai tindakan Israel telah memenuhi empat unsur kejahatan berat dalam Statuta Roma.

"Tindakan berulang Israel di Libanon dan Gaza bukti nyata atas pelanggaran Piagam PBB, dan kejahatan kemanusiaan," katanya.

Ia kemudian menyerukan kepada Dewan HAM PBB atau negara negara berdaulat untuk mengajukan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) atas kejahatan Israel yang memenuhi empat unsur sekaligus: the crime of genocide (genosida), crimes against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan), war crimes (kejahatan perang), dan the crime of aggression (agresi).

baca juga

Said juga menuntut pertanggungjawaban langsung Israel kepada Indonesia dalam bentuk pengakuan serangan, permohonan maaf resmi di forum PBB, serta kesediaan diproses melalui mekanisme peradilan ICC.

Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, Kamis (2/4/2026). (dok. BAKOM RI)
Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, Kamis (2/4/2026). (dok. BAKOM RI)

Desak Isolasi Diplomatik dan Boikot Senjata

Lebih lanjut, Said menilai keberadaan Israel telah menjadi beban dunia dan mengapresiasi langkah negara-negara Eropa seperti Spanyol, Perancis, dan Denmark yang mulai mengambil tindakan tegas.

"Keberadaan Israel telah menjadi beban dunia, menyerukan berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerjasama berbagai bidang dengan Israel. Mengisolasi Israel dalam hubungan dengan berbagai bangsa bangsa di dunia," tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya realisasi solusi dua negara (two-state solution) sesuai keputusan Majelis Umum PBB pada 12 September 2025.

Said mendesak Sekjen dan Dewan Keamanan PBB untuk segera melaksanakan keputusan tersebut demi meredam doktrin ekspansi kekuasaan Israel.

Dalam pernyataannya, Said juga menyinggung sejarah panjang kekerasan yang menyertai perjalanan bangsa Yahudi dan negara Israel, termasuk dalam catatan sejarah keagamaan terkait pembunuhan para nabi.

"Kalau mereka menjadi bangsa terpilih, harusnya mereka menyuci dosa masa lalu dengan pertobatan. Membawa keadilan dan rasa kemanusiaan di masa kini. Rakyat Israel harus menuntut pemerintahnya melakukan hal ini, atau mereka akan semakin dikucilkan oleh dunia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir bagi Tiga Prajurit TNI yang Gugur

Foto | Jum'at, 03 April 2026 | 18:05 WIB

Duka di Lebanon dan Meja Politik: Sampai Kapan Indonesia Diam?

Duka di Lebanon dan Meja Politik: Sampai Kapan Indonesia Diam?

Your Say | Jum'at, 03 April 2026 | 15:15 WIB

Detik-Detik Rudal Iran Meledak di Pemukiman Israel: Pertahanan Jebol, Serangan Masif

Detik-Detik Rudal Iran Meledak di Pemukiman Israel: Pertahanan Jebol, Serangan Masif

Tekno | Jum'at, 03 April 2026 | 15:22 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×