3 Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon, Menlu Sugiono Beri Pernyataan Keras ke PBB

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Minggu, 05 April 2026 | 10:00 WIB
3 Prajurit TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon, Menlu Sugiono Beri Pernyataan Keras ke PBB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL terluka akibat ledakan di Lebanon Selatan pada 3 April 2026.
  • Pemerintah Indonesia menuntut investigasi menyeluruh serta menjamin keamanan pasukan perdamaian yang tidak dibekali kemampuan tempur ofensif.
  • Indonesia mengajukan rapat darurat kepada Dewan Keamanan PBB guna meninjau kembali aspek keselamatan personel di wilayah konflik.

Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengonfirmasi adanya laporan terbaru mengenai insiden ledakan yang kembali melukai tiga personel pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera UNIFIL di Lebanon Selatan.

Insiden ini menambah deretan prajurit TNI yang menjadi korban di tengah situasi konflik yang kian memanas di wilayah tersebut.

Sugiono menyatakan, bahwa laporan mengenai terlukanya tiga prajurit tersebut ia terima pada malam sebelumnya.

Hingga kekinian, penyebab pasti ledakan masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas PBB sama seperti insiden yang menewaskan beberapa prajurit TNI sebelumnya.

"Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL," Sugiono usai upacara pelepasan 3 jenazah prajurit TNI yang gugur di Lebanon, Gedung VIP Terminal 3, Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026).

Merespons situasi yang membahayakan keselamatan pasukan Indonesia, Pemerintah RI melalui Perwakilan Tetap di New York segera melayangkan permintaan resmi kepada Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat.

Permintaan tersebut telah disetujui oleh Prancis selaku pemegang mandat (pen holder) urusan Lebanon di Dewan Keamanan.

"Kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL. Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian," tegasnya.

Sugiono memberikan penekanan khusus mengenai peran prajurit TNI di Lebanon yang memiliki keterbatasan fungsional sesuai mandat PBB.

baca juga

Ia menegaskan, bahwa insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi karena pasukan UNIFIL bukan merupakan unit tempur untuk berperang.

"Oleh karena itu, hal seperti ini, ya kalau kita ngomong tidak seharusnya, tidak seharusnya terjadi tetapi kenyataannya ini terjadi. Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making," tuturnya.

Sugiono menjelaskan, bahwa prajurit yang dikirim dalam misi UNIFIL tidak dibekali latihan maupun perlengkapan untuk melakukan operasi pembuatan perdamaian (peace making) yang bersifat ofensif.

"Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ya. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga. Dan ini juga merupakan mandat dari PBB ya, peace keeping ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam atas insiden ledakan yang kembali melukai personel pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon Selatan.

Peristiwa yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh tersebut melukai tiga personel peacekeepers Indonesia yang bertugas di bawah bendera UNIFIL.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka

Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka

News | Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB

Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit UNIFIL TNI yang Gugur di Lebanon

Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit UNIFIL TNI yang Gugur di Lebanon

Foto | Minggu, 05 April 2026 | 06:30 WIB

KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja

KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja

News | Sabtu, 04 April 2026 | 21:35 WIB

Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:57 WIB

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:09 WIB

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Sabtu, 04 April 2026 | 19:36 WIB

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:55 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×