Abbas Araghchi memperingatkan radiasi serangan PLTN Bushehr bisa memusnahkan kehidupan ibu kota negara Teluk.
Serangan beruntun terhadap fasilitas nuklir Iran telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan pekerja.
Rusia mengecam keras aksi militer terhadap instalasi nuklir demi mencegah dampak bencana radiasi global.
Pihak berwenang mencatat gelombang serangan udara dan sabotase terjadi secara beruntun pada tanggal 17, 24, dan 27 Maret.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana keamanan fasilitas nuklir menjadi taruhan dalam konflik geopolitik yang semakin memanas ini.
Daftar Fasilitas Nuklir yang Diserang
Ternyata PLTN Bushehr bukanlah satu-satunya objek vital yang menjadi sasaran empuk dalam kampanye serangan militer baru-baru ini.
Iran mengungkapkan bahwa fasilitas nuklir Natanz juga mengalami gempuran serupa pada tanggal 1 Maret serta 21 Maret.
Bahkan instalasi air berat yang berlokasi di Khondab turut menjadi sasaran ledakan pada tanggal 27 Maret yang lalu.
Pabrik pengolahan konsentrat uranium yang terletak di wilayah Ardakan pun tidak luput dari upaya penghancuran oleh pihak lawan.
Pemerintah Iran secara tegas menuding Washington bersama Tel Aviv sebagai aktor intelektual di balik rangkaian teror infrastruktur ini.
Eskalasi Konflik Sejak Februari
Suhu politik di Timur Tengah memang mulai mendidih sejak akhir bulan Februari ketika serangan terbuka mulai dilancarkan.
Amerika Serikat dan Israel dituding mengarahkan rudal mereka ke titik-titik strategis di Iran, termasuk wilayah padat penduduk.
Agresi tersebut tidak hanya merusak bangunan teknis namun juga menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil yang tidak bersalah.
Sebagai bentuk pertahanan diri, Iran segera meluncurkan serangan balasan ke wilayah kedaulatan Israel serta markas militer Amerika Serikat.
Aksi saling balas ini menciptakan lingkaran kekerasan yang mengancam stabilitas keamanan energi dan nuklir di seluruh dunia.
Reaksi Keras dari Pihak Rusia
Negara adidaya Rusia turut memberikan atensi khusus terhadap situasi yang dinilai sudah berada di ambang batas keamanan global.
Maria Zakharova yang menjabat sebagai juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan kekhawatiran mendalam negaranya atas krisis ini.
Moskow secara resmi memantau laporan serangan terbaru yang menargetkan PLTN Bushehr karena dampaknya bisa meluas ke lintas negara.
“Kami mengecam keras aksi yang menyebabkan korban jiwa ini,” kata Zakharova saat menanggapi situasi darurat yang terjadi di Iran.
Rusia kini sedang melakukan analisis mendalam terhadap seluruh data intelijen yang terkumpul mengenai perkembangan eskalasi militer di Timur Tengah.
Seruan untuk Penghentian Serangan
Rusia mendesak semua pihak agar segera menghentikan segala bentuk provokasi bersenjata terhadap seluruh fasilitas nuklir milik pemerintah Iran.
Langkah penghentian serangan dianggap sangat krusial guna menghindari malapetaka lingkungan yang lebih luas bagi kemanusiaan di masa depan.
Dunia internasional kini diminta untuk lebih peduli terhadap kondisi PLTN Bushehr yang statusnya semakin terancam bahaya nyata.
Meningkatnya frekuensi serangan udara di kawasan tersebut menjadikan risiko kebocoran reaktor nuklir sebagai ancaman yang sangat menghantui.
Jika tidak segera diredam, maka ketegangan ini berpotensi merusak tatanan keamanan nuklir yang selama ini dijaga oleh komunitas global.