Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

M Nurhadi

Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
Bendera Iran [Unsplash/Sina]

Suara.com - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan tajam publik internasional belakangan ini. Iran mendadak menghadapi gempuran militer masif dari koalisi Amerika Serikat dan Israel atas tuduhan kepemilikan senjata nuklir, yang hingga kini pembuktiannya justru dinilai semakin tidak terbukti kuat.

Konflik bersenjata antara poros Iran-Israel-AS ini sendiri sebenarnya telah meledak secara drastis sejak Juni 2025 lalu.

Pemicunya adalah aksi serangan udara Israel yang menyasar fasilitas pengembangan nuklir Iran dan langsung dibalas dengan genderang perang terbuka oleh pihak Teheran.

Keterlibatan aktif militer AS dengan memasok persenjataan berat berupa bom penghancur bunker makin memperkeruh suasana, memicu ketegangan militer berkepanjangan hingga memasuki tahun 2026 yang dibumbui ancaman pengerahan pasukan darat serta sanksi global.

Di luar sengitnya pertempuran fisik dan pertarungan propaganda militer antara Iran melawan koalisi AS-Israel, negara yang kaya akan sumber daya energi tersebut sebenarnya memiliki jalinan sejarah yang sangat panjang terkait rencana investasi sektor energi di Indonesia.

Namun sayangnya, meskipun Iran berkali-kali menawarkan berbagai proposal proyek hilirisasi yang dinilai sangat menguntungkan bagi pemenuhan ketahanan energi nasional, pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 terkesan tidak pernah memberikan tindak lanjut yang cukup serius.

Iran Negeri BBM Murah

Secara global, Iran diakui sebagai salah satu negara dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) paling murah di planet bumi.

Sebagai data pembanding, hingga periode Maret 2026 saja, harga eceran BBM di sana dilaporkan stabil di angka Rp450 hingga Rp500 per liter saja.

baca juga

Nominal yang sangat murah bagi ukuran negara modern ini dapat terwujud berkat ketersediaan cadangan hidrokarbon raksasa yang melimpah, kebijakan kucuran subsidi energi masif dari anggaran negara, serta terdevaluasinya nilai mata uang rial.

Kondisi tersebut tentu berbanding terbalik dengan struktur harga komoditas energi di Indonesia. Sebagai pembanding utama, harga bahan bakar dengan klasifikasi paling murah yang disubsidi pemerintah saat ini adalah jenis Pertalite yang dipatok seharga Rp10.000 per liter.

Jurang harga yang menganga lebar ini menjadi alasan logis mengapa pengolahan pasokan energi dari Iran sempat diproyeksikan sangat bernilai ekonomis bagi publik Indonesia.

Kegagalan Proyek Strategis Tahun 2007 dan 2014

Melihat kembali lintasan sejarah, rekam jejak penjajakan kerja sama migas antara Jakarta dan Teheran ini sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Pada tahun 2007, saat era kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, rencana pembangunan megaproyek kilang pengolahan sudah digulirkan secara serius.

Melalui anak BUMN migasnya, National Iranian Oil Refining and Distribution Company (NIORDC), Iran berencana menanam modal untuk membangun fasilitas pengolahan bahan bakar berkapasitas 300.000 barel per hari dengan nilai proyek mencapai 6 miliar dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka

Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka

News | Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?

PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?

Your Say | Sabtu, 04 April 2026 | 17:06 WIB

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dittipideksus Bareskrim Cekal Founder PT DSI

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:50 WIB

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Terkini

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Angkat Sel Kulit Mati! Ini 5 Body Scrub Kelapa untuk Kulit Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

×